Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Mantan


__ADS_3

Nenek mengizinkan Denna membeli gantungan kunci yang dia inginkan dan nenek akan menunggu mereka di stand bazar yang menjual minuman hangat.


"Nona, jangan berjalan dengan cepat. Di sini sangat ramai."


"Kamu takut aku hilang ya? Aku bukan anak kecil lagi, Dimas. Aku tidak akan sampai hilang atau tersesat."


"Bukan itu maksud saya."


Dimas tiba-tiba menarik Denna dan mendekapnya. Denna sangat terkejut melihat tangan Dimas satunya menggenggam tangan seseorang.


"Pergi dari sini! Atau aku akan meneriaki kamu pencuri." Dimas Menyentakkan tangan seorang wanita remaja laki-laki yang ingin mencuri ponsel Denna yang diletakkan di dalam saku celananya.


Remaja itu ketakutan dan segera pergi dari sana. Denna sekarang tau apa yang dimaksud oleh Dimas.


"Dimas, aku minta maaf karena sangat tidak hati-hati."


"Tidak apa-apa, kalau begitu sekarang Nona berjalan di sampingku saja." Dimas menggandeng tangga Denna dengan erat dan mereka menuju toko penjual akasesoris.


Di dalam sana banyak dijual berbagai macam pernak pernik yang indah dan unik-unik. "Aku bingung lagi kalau begini? Dimas, apa kamu ada ide menari?"


"Maaf, saya tidak memiliki ide tentang hal ini."


"Huft! Terus bagaimana ini?" Denna tampak sedang berpikir sejenak.


"Nona, bagaimana jika Nona beri sesuatu yang bisa digunakan oleh anak-anak itu sekaligus ada hal yang menyenangkan."


"Maksud kamu bagaimana, Dimas?"


"Nona Denna berikan saja pasta gigi dan sikat giginya yang sekarang ada karakternya."


"Ide kamu bagus juga. Kalau begitu kita cari di tempat lainnya saja."


"Kenapa di tempat lain? Di sini ada yang kita cari." Dimas menunjukkan sebuah rak dari bambu dan di dalamnya ada satu set pasta gigi dengan karakter yang lucu-lucu dan sudah dikemas di dalam plastik kaca berbentuk tabung.


"Wah! Cantik sekali bentuknya dan aku tidak perlu mengemasnya lagi. Toko ini serba ada ya?"


"Memang seperti nama tokonya, yaitu Toko SERBA ADA."


"Kamu benar, Dimas. Aku sampai tidak melihatnya." Dimas tersenyum kecil.

__ADS_1


Denna memilih bermacam-macam pasta gigi yang mau beli. Dia meminta bantuan Dimas untuk memilh beberapa satu set pasta gigi yang cocok untuk Denna bawa besok.


"Wah itu bagus sekali."


Saat Denna tiba-tiba mau pergi, tangannya tiba-tiba digenggam oleh Dimas. "Jangan menjauh dari saya, Nona Denna." Denna melihat tangannya yang digenggam erat oleh Dimas tampak tersenyum.


"Aku hanya ingin melihat mug di sana."


"Kita cari dulu pasta giginya baru ke sana."


Denna kebiasaan tidak bisa lihat mug yang bentuknya lucu-lucu. Mereka kembali memilih satu set pasta gigi dengan Dimas yang tidak melepaskan tangan Denna.


"Dimas," panggil seseorang tepat di belakang Dimas. Dimas menoleh dan gadis yang memanggilnya itu langsung memeluk Dimas dengan erat. "Aku tidak menyangka bisa bertemu kamu di sini," ucapnya bahagia.


Denna yang berada di samping Dimas hanya bisa melihat pasrah. Dimas melihat pada Denna dan kemudian berpindah pada gadis yang memeluknya.


Dimas menarik tubuh gadis yang memeluknya. "Mitha, kamu berada di sini?"


"Iya, aku baru saja pulang dari London, dan aku pergi ke rumah kamu dulu, tapi rumah kamu sudah kosong."


"Aku sudah lama pindah rumah. Kabar kamu bagaimana?"


Perasaan Denna melihat hal itu saat ini campur aduk tidak karuan. "Aku pergi dulu supaya kalian bisa bicara." Denna melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dimas. Pria itu menatap terus pada Denna.


Denna berjalan pergi ke lorong yang tidak terlihat oleh Dimas dan menghapus air matanya yang dia sendiri tidak tau kenapa bisa keluar.


"Mitha." Sekali lagi Dimas menarik tubuh Mitha menjauh darinya. "Aku turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua kamu."


"Dimas aku ingin berterima kasih sama kamu."


"Berterima kasih untuk apa?" Dimas melihat heran.


"Terima kasih karena kamu sudah menolong keluarga paman dan bibiku waktu kejadian pohon yang tumbang."


Dimas tampak berpikir sejenak. "Apa keluarga yang tertimpa pohon itu adalah paman dan bibi kamu?"


"Iya, mereka paman dan bibi aku yang sekarang aku tinggal di rumah mereka. Aku ingin tinggal di sini entah sampai kapan. Mungkin sampai aku bisa melupakan kenanganku dengan kedua orang tuaku di London.


" Aku tidak tau jika mereka adalah keluarga kamu."

__ADS_1


" Dunia ini sangat sempit bukan? Aku tau kamu yang menolong dari tayangan video yang pamanku perlihatkan. Mereka sangat senang dan ingin sekali bertemu kamu. Apa kamu mau kapan-kapan ke rumah paman dan bibiku?"


"Iya, kapan-kapan aku akan ke sana."


"Dimas, aku benar-benar senang sekali malam Ini bisa bertemu kamu setelah sekian lama kita berpisah. Dimas, apa kamu merindukan aku?" tanya Mitha sambil menatap lekat pada Dimas.


Dimas bingung harus menjawab apa? Dia sudah lupa tentang mereka karena memang sekarang perasaan Dimas bukan untuk Mitha lagi. Dia dan Mitha dulu hanya pacaran gaya anak SMA bukan yang terlalu serius, tapi Dimas tidak Ingin menyakiti hati Mitha, apa lahk Mitha baru kehilangan kedua orang tuanya.


"Kamu ke sini dengan siapa?" Dimas mengalihkan pembicaraan.


"Aku bersama teman-teman kita sekolah dulu. Kamu mau bertemu dengan mereka?"


"Maaf, aku harus pergi karena aku masih ada urusan lainnya." Kedua mata Dimas mencari keberadaan Denna.


"Dimas, apa aku boleh meminta nomor ponsel kamu? Kapan-kapan aku juga mau main ke rumah baru kamu. Bolehkan?"


"Iya."


"Adik kamu V pasti sudah kuliah sekarang. Aku juga ingin bertemu dengannya."


"Iya, dia sudah kuliah." Dimas masih tampak mencari di mana sosok Denna.


"Dimas." Mitha memegang tangan Dimas. Sontak saja pria itu langsung melihat pada tangannya. "Nomor telepon kamu berapa?" Dimas memberikan nomor teleponnya dan sebaliknya. "Terima kasih, kalau begitu aku mau menemui teman-temanku."


Mitha berjalan pergi dari sana dan Dimas segera mencari di mana Denna berada. Denna yang melihat Dimas mendekat ke arahnya pura-pura tidak melihat.


"Nona Denna, kenapa di sini?"


"Dimas? Kamu kenapa di sini? Kamu tidak bersama gadis tadi? Mana dia?" Denna pura-pura mencari.


"Mitha maksud Nona? Dia sudah pergi.


"Kenapa pergi? Kalau kalian membutuhkan waktu untuk bicara aku tidak apa-apa." Denna terlihat sok kuat padahal tadi hatinya merasakan sakit melihat Dimas berdua seperti itu.


"Tidak ada yang perlu kami bicarakan lagi."


"Apa dia mantan pacar kamu yang pernah kamu ceritakan waktu itu?" Dimas mengangguk. "Akhirnya kamu bisa bertemu dia lagi."


"Dia ternyata keponakan dari orang yang waktu itu mobilnya tertimpa pohon di. Jalan."

__ADS_1


__ADS_2