Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Kembali Bersama Part 1


__ADS_3

Jaden tidak mau mendengarkan apa kata Cathy, dia bergegas pergi dari sana. Jaden mengemudi dengan sangat cepat memecah keheningan malam yang sangat dingin. Dia hanya ingin sampai ke tempat di mana Nara gadisnya berada.


Tidak lama Jaden sampai di rumah di mana dia dulu pernah di besarkan. Di depan rumah itu tampak beberapa penjaga dengan tubuh tinggi besarnya.


Saat para penjaga itu akan menghalangi Jaden. Pria dengan amarahnya itu menembakkan satu persatu peluru yang ada di pistolnya untuk melumpuhkan para penjaga itu.


Nara yang mendengar hal itu langsung bangkit dari ranjangnya. Walaupun badannya lemas, dia tetap berusaha bangkit karena dia tau jika Tuan JLnya yang datang ke sana. Nara mencoba membuka pintu kamarnya, tapi ternyata pintu kamar Nara di kunci dari luar. Nara berteriak meminta agar dibukakan pintu untuknya.


"Kembalikan Nara padaku, Tuan Carlos!" Jaden sekarang menodongkan pistol tepat di depan wajah ayah angkatnya.


"Oh Tuhan! Jaden, apa yang kamu lakukan?" Miranda tampak kaget melihat putra angkatnya menodongkan senjata pada suaminya.


"Di mana Nara?" tanya Jaden dengan wajah yang benar-benar penuh amarah.


"Jaden, turunkan pistol kamu, jangan membuat masalah dengan ayah kamu. Masalah ini bisa kita bicarakan baik-baik jangan main kekerasan seperti ini." Tangan wanita cantik itu memegang tangan Jaden yang masih menodongkan senjata pada Carlos.


"Biarkan saja, Miranda, aku ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh anak yang tidak tau terima kasih ini."


"Jaden, kamu adalah putraku, jadi dengarkan apa yang aku katakan."

__ADS_1


Jaden tidak bergeming di tempatnya, dia masih menatap tajam pada pria yang sekarang sangat dia benci. "Aku tidak akan mengalah kali ini. Sudah cukup dulu aku yang harus menanggung hukuman dari apa yang dilakukan oleh Jacob. Aku kalian paksa untuk mengakui kejahatan yang tidak aku lakukan, sehingga aku harus menerima saknsi sosial sebagai anak yang tidak tau diri karena mengemudi di usia belia dalam keadaan mabuk. Padahal semua itu putra kesayanganmu yang melakukan. Apa tidak cukup yang sudah aku lakukan?"


"Kamu memang harus melakukannya sebagai bentuk balas budi atas apa yang sudah keluargaku lakukan denganmu. Kalau bukan ayahku yang menampungku, kamu juga pasti sudah mati di jalanan."


"Aku sudah membalas jasa kalian dengan tidak memberitahu pada Nara siapa sebenarnya yang menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya, tapi untuk memberikan Nara dan bayiku tidak akan pernah. Nara hanya milikku walaupun akhirnya Jacob mencintainya."


"Nara adalah kebahagian Jacob, dan kamu jangan mengambil kebahagiaan putraku karena aku bisa melakukan apapun untuk itu."


"Aku tidak takut," ucap Jaden menekankan.


"Carlos, Jaden, apa bisa kita bicarakan ini baik-baik. Kalian jangan bertengkar seperti ini. Jaden, mama mohon biarkan Nara hidup dengan Jacob, aku yakin Jacob akan membahagiakan Nara. Apa lagi Nara sedang mengandung anak Jacob."


"Apa? Anak Jacob? Apa mama tidak tau jika anak yang di kandung oleh Nara adalah anakku?"


"Aku tidak akan menghalangi kalian jika kalian ingin bersama." Jacob ternyata ada di sana dengan membawa Nara bersamanya.


"Tuan JL." Nara memeluk pria yang sangat dia cintai.


"Pergilah dengan Nara, aku tidak mau menghalangi dua orang yang saling mencintai karena aku tau betapa sakitnya jika kita dijauhkan dari orang yang kita cintai."

__ADS_1


"Jacob, apa yang kamu lakukan. Nara itu lebih baik bersama dengan kamu daripada harus dengan mafia yang banyak musuhnya ini. Hidup Nara akan banyak dipenuhi bahaya dan kesedihan jika dengan Jacob."


"Aku tidak takut hidup dengan Tuan JL. Aku sudah bilang bahwa aku tidak takut dengan kehidupan hitam yang dijalani oleh Tuan JL. Aku mencintainya, Ayah Carlos."


"Nara, maaf sudah membuat kamu merasa ketakutan. Semoga kamu dan kakakku hidup bahagia."


Jaden menurunkan pistolnya dan tidak banyak bicara dia menggandeng tangan Nara dan akan mengajaknya pergi dari sana."


"Tuan JL, apa boleh aku bicara sebentar dengan Jacob?" Jaden mengangguk perlahan. Nara berjalan menghampiri Jacob dan duduk di depan kursi roda Jacob.


"Jacob, aku minta maaf karena tidak dapat menerima cinta kamu. Aku terlalu mencintai Tuan JL. Maafkan aku sudah membuat kamu kecewa, dan aku harap kamu suatu hari nanti akan menemukan kebahagiaan kamu sendiri dengan orang yang benar-benar mencintai kamu."


"Iya, Nara. Pasti dan terima kasih atas doa kamu."


Nara memeluk Jacob erat dan Jaden hanya terdiam menatapnya tajam.


"Kita pergi sekarang, Nara." Jaden membawa Nara keluar dan tenyata di luar dari tadi sudah ada para pengawal yang dikirim oleh Leo untuk melindungi keselamatan Jaden.


"Tuan, Mas Leo sudah menyiapkan penerbangan Anda hari ini juga dan kami akan mengawal Anda untuk memastikan keselamatan Tuan Jaden."

__ADS_1


"Kita pergi sekarang."


Jaden dan Nara malam ini juga berangkat kembali ke rumah di mana dulu mereka pertama bertemu.


__ADS_2