
Dimas terkejut melihat Denna ada di sana. Tidak hanya Denna, di sana juga ada keluarga Jaden.
"Kak, kamu tidak apa-apa?" tanya V pada kakaknya. V mendengar jika Dimas akan dihabisi oleh orang-orang suruhan kakeknya.
V memang ada masalah dengan Dimas, tapi V tau jika ucapan Dimas tidak akan pernah berbohong.
"Aku tidak apa-apa. Kamu kenapa di sini?"
"A-aku ingin bicara dengan Kak Dimas."
"Dimas, kamu tidak apa-apa?" Denna mendekat pada Dimas. Dua kakak beradik itu melihat bersamaan pada Denna.
"Dimas, siapa mereka semua?" tanya Jaden.
"Saya tidak tau siapa yang menyuruh mereka, Tuan Jaden."
"Nona Denna, ada yang ingin aku katakan sama Nona."
"Ada apa Dimas?"
Dimas melihat pada V. "Aku senang Nona Denna dan V bisa bersama. V orang yang baik dan kamu akan bahagia dengannya."
__ADS_1
V tampak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh kakaknya. "Kak."
"V, kamu adikku yang sangat baik dan aku tau siapa kamu. Jaga Denna dengan baik, semua yang terjadi adalah takdir yang memang harus seperti ini jalannya." Dimas menepuk pundak V."
"Dimas, kamu mau ke mana?" tanya Denna.
"Aku mau kembali ke kota di mana aku tinggal sekarang Nona Denna." Denna menatap nanar pada pria yang dia cintai.
Dimas berjalan menuju motornya. Dia melihat pada V dan Denna. Tidak lama Dimas berlari menuju V yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"V, awas!" teriaknya dan tidak lama terdengar suara sesuatu yang jatuh dengan keras di atas tanah.
Semua yang ada di tempat itu terkejut melihat tubuh Dimas tergeletak di tanah dan ada darah segar keluar dari bagian dada Dimas.
"Kak, bangun ...!" teriak V dan dia mencoba menepuk pipi Dimas agar terbangun.
Jaden melihat seseorang dari balik pohon dan dia mengejar orang itu diikuti oleh para pengawalnya.
"Sayang, hati-hati."
Leo segera memanggilkan tenaga medis agar segera ke tempat kejadian. Denna duduk di sebelah tubun Dimas yang tidak bergerak sedikit pun.
__ADS_1
"Jangan lakukan hal ini padaku, Dimas. Aku mencintaimu dan aku tidak mau kamu meninggalkan aku." Denna menangis dengan keras. Nenek yang juga berada di sana memeluk cicitnya. V melihat pada Denna yang menangisi kakaknya. V tau jika Denna sangat mencintai kakaknya.
Tim medis sudah datang di lokasi kejadian. Tubuh Dimas dibawa ke dalam mobil ambulans. Denna yang tidak mau jauh dari Dimas ikut naik ke atas mobil ambulans.
Tangan Denna senantiasa menggenggam terus tangan pria yang terbaring tidak berdaya.
Di sebuah perumahan yang sepi, Jaden tampak mencengkeram dagu seorang pria yang di duga orang yang menembak Dimas.
"Ada masalah apa kamu sama orang yang kamu tembak itu?"
"Aku hanya disuruh untuk melukai Vero.
"Siapa yang menyuruh kamu untuk melakukan hal itu?" Pria itu terdiam. "Jawab, aku!"
"Tuan muda Evans. Dia ingin pria bernama V itu mendapat hukuman dari apa yang sudah dia lakukan pada Tuan muda Evans."
"Memangnya apa yang sudah V lakukan pada tuan muda kamu? V itu anak yang baik."
"Anda salah. V sudah membuat kedua kaki tuan muda Evans lumpuh, dia sudah menyuntikkan obat sehingga membuat kelumpuhan pada kaki secara permanen."
"Apa benar seperti itu?" Jaden seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar
__ADS_1