Mr. Mafia & His Little Maid

Mr. Mafia & His Little Maid
Pergi part 2


__ADS_3

"Kamu tau kenapa aku ingin menjadi dokter dan menjadi dokter adalah keinginanku terbesar. Memasak memang hobiku dari aku kecil. Aku suka sekali dengan masakan buatan ibuku dan ingin bisa terus menikmatinya. Jadi, saat ibuku tidak ada, aku masih terus bisa menikmati masakan buatannya."


"Kamu sayang sekali dengan ibu kamu."


"Karena hanya dia yang aku miliki selama ini. Sebelum aku bertemu dengan kak Dimas."


"V, kita mulai saja memasak sekarang karena aku tidak sabar mencicipi masakan kamu."


"Tentu saja. Masakan ini salah satu masakan favorit ibuku. Ayam lada hitam dan kamu harus mencobanya."


Denna mengangguk dan mereka mulai memasak. V sangat serius jika sedang memasak, sampai Denna menggodanya dengan menaruh tepung di pipinya.


"Denna jangan jahil, nanti aku lupa sama bumbunya."


Denna malah tertawa. "Wajah kamu lucu sekali kalau serius begini?"


"Ini buat kamu." Gantian V yang memberi tepung pada pipi Denna.


"Sudah, V, ayamnya bisa gosong nanti."


Denna sekarang membantu V memotong kentang untuk dijadikan pelengkapnya.


"Hati-hati, Denna."


"Aduh!" Terlihat tangan Denna mengeluarkan darah karena terkena pisau. V segera menarik tangan Denna dan memasukkannya ke dalam mulutnya untuk menghentikan darahnya.


"V, aku tidak apa-apa," ucap Denna pelan sambil melihat jarinya di dalam mulut V.


V membawa Denna keluar dari dapur dan mengambilkan plester untuk menutup luka.


"Aku tidak seharusnya membiarkan kamu ikut memasak. Kamu jadi terluka."


"Tidak apa-apa. Lagi pula di rumah aku juga sering membantu nenekku memasak."


Denna dan V sedang duduk di ruang


makan. V sedang mengobati tangan Denna.


"V kamu sudah pulang?" Tiba-tiba terdengar suara seseorang di sana. Denna melihat sosok pria yang dia cintai walaupun sudah menyakitinya.


"Kak Dimas? Kakak sudah pulang? Kenapa aku tidak mendengar suara motor Kakak?"


"Karena kamu sedang sibuk dengan teman kamu. Kamu bahkan tidak menyimpan kunci motor kamu." Dimas melihat ke arah Denna yang tangannya dipegang oleh V.

__ADS_1


"Oh ya, Kak. Kenalkan ini Denna, dia yang pernah aku ceritakan pada Kakak."


Dimas menjulurkan tangannya pada Denna. Denna beranjak dari tempatnya dan menerima jabatan tangan Dimas.


"Dimas." Wajah Dimas tampak datar.


"De-denna."


V melihat wajah Denna seolah dia kenal dengan Dimas. "Apa kalian pernah mengenal?"


"Belum pernah. Kami tidak pernah mengenal sebelumnya, V." Dimas masih menatap datar pada Denna.


Hati Denna lagi-lagi merasakan sakit mendengar ucapan Dimas. "Iya, kita tidak pernah mengenal." Sulit sekali mengatakan hal itu. Denna melepaskan tangannya.


"Oh aku tau! Denna, kamu pasti mengenal Kakakku saat dia masuk televisi. Dia yang menolong orang yang berada di dalam mobil tertimpa pohon waktu itu."


"Iya, aku pernah melihat kakak kamu di sana." Denna tampak tersenyum.


"Oh My God! Aku lupa dengan masakannya. Denna kamu di sini saja dengan Kak Dimas. Aku akan segera kembali." V pergi lagi ke dalam dapur.


Dua orang yang saling berdiri berhadapan itu hanya terdiam. Tangan Dimas tiba-tiba terangkat dan mengusap pipi Denna. Denna agak kaget, tapi dia tidak ada waktu menghindar.


"Ada tepung di pipi Nona Denna. Tangan Nona kenapa?"


Dimas berjalan menghampirinya. "Nona Denna."


"Dimas, sebenarnya hubungan kita seperti apa?"


"Hubungan kita hanya seorang Nona besar dan pengawalnya."


"Lalu, semua yang kamu katakan padaku? Tentang cinta itu?"


"Saya sudah berusaha mencintai Nona, tapi ternyata apa yang saya rasakan pada Mitha masih ada. Saya tidak mau lebih dalam menyakiti perasaan Nona Denna."


Denna hanya meneteskan air matanya mendengar hal itu. "Terima kasih atas penjelasannya." Denna menghapus air matanya.


Tidak lama terdengar suara panggilan V dari arah meja makan menyuruh mereka untuk ke meja makan.


"V, kalian makan saja dulu karena Kakak mau membereskan barang-barang yang akan kakak bawa pergi besok."


"Ya sudah kalau begitu. Denna, kita makan saja dulu karena aku sudah tidak sabar merasakan ayam lada hitam dan ayam goreng kamu."


Denna tersenyum dengan terpaksa pada V agar pria baik itu tidak tau jika hati Denna sedang terluka.

__ADS_1


"Denna, aku permisi dulu."


Dimas masuk ke dalam kamarnya. V dan Denna duduk saling berhadapan.


"Aku pasti merindukan Kakakku nanti selama dia berada di luar kota, tapi aku salut sama dia. Dia pria yang sangat peduli dan bertanggung jawab. Walaupun mereka sudah putus, tapi kakakku masih peduli. Mungkin dia sebenarnya masih sangat mencintai mantan kekasihnya.


"Mungkin saja. Benar kata kamu, jika cinta pertama itu sulit untuk di lupakan."


Di tengah-tengah mereka menikmati makan siangnya Dimas ikut bergabung bersama dengan mereka. Dia duduk di kursi tengah.


"Kak, kamu sampai kapan akan menemani Mitha di sana?"


"Kakak tidak tau, yang jelas kakak akan menemani sampai keadaanya pulih."


"Kakak masih sangat mencintai Mitha, Ya?" Dimas terdiam saja mendengarkan pertanyaan V. "Aku kira kakak sudah tidak memiliki perasaan apa-apa pada Mitha. Lalu, bagaimana dengan Nona yang Kakak jaga itu?"


Dimas dan Denna seketika saling melihat. "Aku dan Nonaku tidak ada hubungan selain pekerjaan."


"Aku kira kamu mencintai dua gadis sekaligus." V terkekeh.


"Jangan mempermainkan perasaan seorang gadis karena hal itu akan sangat menyakitkan jika gadis itu benar-benar mencintai kamu." Denna berbicara dengan menatap Dimas tajam.


"Benar itu, Kak. Aku saja yang tidak pernah memiliki kekasih, tapi aku berjanji jika suatu saat aku menemukan gadis yang aku cintai, sebisa mungkin aku tidak akan menyakitinya." V melihat pada Denna. Denna yang diperhatikan oleh V tampak bingung.


Ponsel Denna berbunyi dan Denna langsung menjawabnya. Denna berterima kasih karena Diaz menyelamatkannya dari rasa canggung dengan V.


"Ada apa, Diaz?"


"Denna, kasihan sekali dengan Evans."


"Memangnya Evans kenapa?" tanya Denna penasaran. Dimas dan V melihat pada Denna.


"Dia benar-benar lumpuh dan Evans kemarin mencoba melakukan aksi bunuh diri karena tidak bisa menerima apa yang terjadi dengannya."


"Oh Tuhan? Apa itu benar?"


"Iya itu benar Denna. Bahkan mamanya sampai shock mengetahui apa yang Evans lakukan."


"Kasihan sekali dengan orang tua Evans. Sebenarnya dia kenapa? Kenapa sampai bisa lumpuh begitu, dahal dia paling cuma minum di club malam, kecuali kalau dia dipukuli atau mengalami kecelakaan."


"Dengernya sih dia habis disuntikkan obat oleh seseorang yang dia kira obat itu bisa membuatnya terbang. Evans itu benar-benar pria yang salah pergaulan."


"Tapi kalau dia jadi seperti ini juga kasihan sekali. Apa lagi sampai membuat dia sampai ingin bunuh diri."

__ADS_1


"Iya, kasihan kedua orang tuanya juga, Denna. Apa lagi Evans anak tunggal."


__ADS_2