Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
BAB 97-SI KEMBAR


__ADS_3

"Maka dari itu Aku bertanya Rere" ujar Amanda melanjut kan perkataan nya setelah Varo mencerita kan semua nya.


"Ka ka kau itu memberikan tanpa imbalan apa ini serius atau ada hal di balik ini" tutur Rere dengan ragu menatap Amanda.


"Mungkin saja" tutur Amanda pelan dengan senyum miring nya.


"Sayang ini berkas, perusahaan ini sudah Aku jalan kan dan Aku satu kan dengan William group nanti suatu saat perusahaan milik Ibu mu bisa berdiri sendiri oleh salah satu anak kita" jelas Varo kepada istri nya itu dengan senyum penuh bahagia.


"Baiklah Mas, Aku percaya dengan keputusan Mu" tutur Rere dengan senyum kepada Suami nya.


"Adik ku tercinta, Apa kau tidak melihat kan anak cantik dan tampan mu kepada kakak mu ini" ujar Amanda dengan raut wajah sedih.


"Ayo lah kita naik ke atas, Aku akan memperkenal kan kalian" balas Rere mengajak kakak tiri nya itu untuk naik ke atas.


Rere mengajak Amanda untuk naik ke atas dengan izin Varo sebelum nya, wanita itu sangat bahagia ketika melihat anak kembar adik tiri nya yang cantik dan juga tampan itu.


"Ututu abang tampan luis main sama tante Manda yah" ujar Amanda menimang-nimang anak Rere dengan penuh kasih sayang.


Luis anak sulung itu adalah bayi yang paling anteng saat di gendong semua orang, Luis seperti nya sangat mirip dengan Varo tipikal pria yang banyak diam dan cuek, di antara mereka berempat yang paling cerewat dan sering rewel adalah Lenka, Nana seorang baby sister yang menjaga Lenka sangat kerepotan karena gadis itu sangat manja.


Hari berganti, bulan pun berganti dan tahun juga berganti, hari ini tepat empat tahun setelah kelahiran baby kembar keluarga William, semakin hari si kecil semakin lincah terutama Lukas yang suka berlari-lari kesana kesini. Seperti saat ini Nana sangat kewalahan mengawasi si kecil Lukas yang berlari di ruang keluarga itu.


"Tuan muda, jangan berlari-lari nanti Anda bisa terjatuh" ujar Nana berlari mengikuti kemana langkah kaki Lukas itu berjalan.


"Lukas sayang, kesini jangan buat Nana kerepotan!" tegas Oma Shinta kepada cucu nya yang paling nakal itu.


"Mom mom mom" teriak Lukas berlari kesana kesini itu dengan antusias.

__ADS_1


Saat ini Shinta tengah duduk dan bermain bersama Luis, Leon dan Lenka di karpet bulu-bulu yang ada di ruang keluarga itu. Sangat terlihat dari perbedaan mereka dari sini, Luis yang fokus dengan permainan puzzle nya bersama Leon, mereka berdua sangat jarang mengoceh seperti adik nya yang lain, tipe cowo cuek sekali kalo sudah besar yah. Sedang kan Lenka terus mengoceh sambil mengigit mainan nya.


"Lenka jangan gigit itu" ujar Shinta memperingati cucu nya.


"Oma antik Oma antik" ujar Lenka sambil tersenyum manis.


"Sayang kau sangat pintar memuji yah" ujar Shinta tersipu malu dan senang atas pujian cucu nya itu.


Lukas yang terus berlari dan tidak bisa di hentikan itu seketika menabrak sebuah kaki seseorang dan membuat jatuh ke lantai.


"Lukas jangan buat Neni mu kesusahan" suara bariton itu seketika menghenti kan aktivitas Lukas itu.


Lukas hanya bisa cemberut di marahi, Dia sudah berhenti mengoceh kali ini. Begitu pun dengan yang lain nya ketika mereka mendengar suara yang sangat mereka kenali, para si kecil yang sedang fokus dengan permainan nya masing-masing itu berlari mengejar pria itu dengan semangat.


"Daddy daddy daddy" teriak Luis, Leon dan Lenka berlari mendekat kepada Varo yang pulang sore itu.


"Mmm atit atit Daddy" ujar Lenka menjauh kan wajah Varo dari wajah nya itu.


"Putri kecil Daddy tidak mau di cium lagi" tutur Varo menatap sendu kepada Lenka.


"Jan angis, tium Daddy muach" ujar gadis itu mengecup pipi Varo.


Shinta yang melihat tingkah putra nya itu hanya bisa memberikan senyuman, semenjak kehadiran Rere dan anak mereka Varo lebih menjadi pribadi yang sering terbuka dan ramah kepada semua orang.


"Mom, Varo mau jemput Rere dulu yah ke kampus, nitip anak-anak bentaran lagi yah Mom" ujar Varo menurun kan gendongan dan bersiap kembali untuk ke kampus internasional menjemput Rere.


Semenjak Si kembar menginjak umur dua tahun, Shinta memang menyarankan Rere untuk kuliah setidak nya gadis itu memiliki pendidikan yang sangat dia impikan itu, Rere dari dulu memang sangat ingin belajar bisnis karena dulu Rere pernah berharap akan melanjut kan bisnis Ibu nya. Varo yang mendengar permintaan istri nya itu juga tidak melarang nya dan malah memberi motivasi kepada Rere, Varo berkata jika itu memang membuat Rere senang Dia akan memboleh kan Rere, tapi bukan berati Rere sibuk kuliah Dia juga melupakan peran nya sebagai seorang istri untuk suami dan seorang Ibu untuk anak-anak nya. Rere sudah kuliah dua semester tahun ini.

__ADS_1


"Daddy ikut" ujar Luis merentang kan tangan nya seolah-olah menghalangi kepergian Daddy nya itu.


Leon, Lukas dan Lenka yang melihat kakak mereka mulai beraksi pun mengikuti dan juga merentang kan tangan dan memberikan wajah paling sedih mereka agar bisa di izin kan untuk ikut bersama Daddy nya itu.


"Ga boleh nanti kalian nakal" ujar Varo berusaha melewati anak nya itu.


"Daddy!!!!" teriak ke empat anak kembar itu lari mengejar daddy nya yang lebih memiliki langkah yang besar, langkah kecil mereka membuat orang mungkin tertawa lucu melihat cara jalan nya.


"Ya sudah, tapi janji dulu jangan nakal dan bawel" tutur Varo memberikan jari kelingling kepada anak-anak nya.


"Janji" tutur mereka secara serempak dengan wajah gembul dan sangat berisi itu.


"Ga boleh gendong juga, janji" ujar Varo kembali menatap bergantian anak nya.


"Janji" ujar mereka kembali serempak mengatakan itu.


"Mom Varo akan mengajak kembar saja sekalian ke kampus" jelas Varo meminta izin kepada anak nya itu.


"Ajak Nana biar kamu ga kerepotan" ujar Shinta menyaran kan hal itu.


"Gausah Mom" ujar Varo menuju keluar mansion di ekori ke empat anak nya yang jalan terbirit-birit.


Mobil Varo membalah jalanan ibu kota yang ramai di sore hari itu, semua orang baru pulang setelah melakukan semua aktivitas yang sangat melelah kan bagi mereka. Si kembar yang ternyata sangat menepati janji mereka ketika itu mereka hanya diam duduk di dalam mobil dengan Luis yang duduk kursi samping kemudi dan adik nya yang ada di belakang kursi penumpang.


"Daddy kuda kuda" ujar Lenka dengan semangat menatap delman yang sedang lewat di samping mobil mereka.


"Kalo Lenka suka nanti Daddy izin in berkuda tapi kalo udah besar oke" ujar Varo dengan senyum nya.

__ADS_1


"Makaci Daddy"


__ADS_2