
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Clara juga sudah mulai sembuh gadis itu sudah bisa melakukan aktivitas nya kembali seperti biasa nya, Clara juga sudah kembali ke mansion Arnolda sebagai seorang baby sister, ke berangkatan Axel juga tertunda karena pria itu mengkhwatir kan anak nya yang bersikeras ingin menjaga Clara di rumah sakit, dan itu membuat Axel mau tidak mau harus menjaga Clara di rumah sakit bersama Alisa. Saat ini di depan mansion Arnolda Alisa dan Clara mengantar kepergian Axel.
"Ingat jangan nakal, jangan kabur, jangan jajan aneh, ikutin perkataan Kak Clara, jangan-" perkataan Axel terpotong ketika anak nya itu dengan kesal menjawab.
"Fine, Daddy berisik" ujar gadis itu dengan ketus.
Sikap gadis itu sangat mirip dengan Axel, entah kenapa Dia harus menuruni sikap Daddy nya yang buruk itu.
"Hei Kau Daddy sedang berbicara, Kau bilang berisik? Kelakuan Mu ini mirip siapa" tutur Axel dengan kesal menatap anak nya itu.
"Sikap Anda Tuan Axel, apa Anda tidak sadar?" sambung Roy yang sedang berdiri di dekat Axel itu.
"Kau" ujar Axel menatap Roy dengan kesal sambil mengepal tangan nya.
"Pftt haha Kau benar Roy, mereka mirip" sambung Clara mengetawakan hal itu.
Axel yang malah juga di ketawa kan pembantu nya itu seketika menatap Clara dengan kesal, pria itu sekarang ingin pergi cepat-cepat dari sana karena semua orang malah mengejek nya.
"Masa sih Mom? Alica kan milip Mommy" ujar gadis itu memeluk leher Clara, karena memang Alisa sekarang sedang di gendong oleh Clara.
"Clara, Kau jaga anak ku" ujar Axel menatap tajam gadis itu memberikan peringatan nya.
"Baik Pak" ujar Clara memberikan hormat berdiri tegap.
Alisa yang melihat Clara melakukan itu, dengan lucu nya gadis itu malah ikut-ikutan memberikan hormat dan mengikuti perkataan Clara.
"Baik Pak" ujar Alisa dengan lucu nya.
"Kalian" ujar Axel hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar karena lama kelamaan anak nya itu mulai mengikuti kebiasaan Clara.
"Baiklah Daddy pergi" ujar Axel mengatup pipi kedua anak nya lalu mencium nya.
__ADS_1
Cup..
Gadis itu mengecup kening anak nya dengan kasih sayang, posisi Clara yang mengendong Alisa dan Axel yang mencium Alisa dalam gendongan Clara membuat mereka seperti seorang keluarga yang utuh, mungkin orang akan mengira mereka keluarga yang harmonis tatapi itu hanya latar. Lalu Axel ingin melangkah masuk ke mobil tetapi Alisa malah kembali memanggil nya.
"Daddy, wait" teriak gadis itu memanggil Axel.
"Apa lagi?" ujar Axel membalikan badan dan menatap anak nya.
"Daddy belum kiss Mommy, Om Valo dan tante Lele meleka aja kiss Dad, kan Daddy juga sama Mommy Alica" ujar gadis itu menjelaskan secara abstrak.
"Jangan bercanda" ujar Axel ingin kembali melangkah kan kaki nya pergi.
"Alisa jangan tidak boleh begitu" ujar Clara memperingat kan gadis kecil itu.
Bukan nya menjawab perkataan Clara tetapi Alisa malah merengek kepada pria itu untuk segera mencium Clara.
"Daddy jahat, Daddy tidak sayang Alisa, Fine Daddy pelgi Alica tidak akan panggil Daddy lagi" ucap gadis itu membuang wajah nya.
"Sudah lah Pak, kita buru-buru lakukan, Anda mencium kening nya saja sekilas" ujar Roy menyarankan hal itu kepada Axel.
Axel yang mendengar itu langsung mendekat kepada Clara dengan mengecup sekilas kening gadis itu, Clara yang merasakan itu seketika jantung nya berdebar kencang merasakan hal bergejolak dalam diri nya, sangat sial seperti nya Clara benar-benar akan jatuh cinta kembali kepada cinta monyet itu.
Deg.. deg..
'Wangi Pak Axel sangat khas, bukan parfum tapi ini lain' batin Clara.
"Sudah" ujar Axel pergi dan masuk ke dalam mobil nya.
Alisa yang melihat itu sangat senang dan melambaikan tangan nya kepada mobil Axel yang menjauh pergi dari mansion itu.
"Bye Daddy" teriak Alisa dengan senyum mengembang nya.
__ADS_1
'Sangat tampan, Pak Axel sangat tampan di lihat dari dekat, karena kami sering bertengkar ketika terjadi hal lain, Aku tidak fokus menatap diri ny seperti saat ini' batin Clara.
Sedangkan di dalam mobil Axel yang menatap jalan itu hanya termenung, entah apa yang di pikir kan pria itu seperti nya Dia sangat serius.
"Roy menurut mu bagaimana Dia?" ujar Axel membuka perbincangan itu.
"Dia? Maksud Anda Nona Clara?" tanya Roy dengan bingung menatap tuan nya itu.
"Iya Dia, siapa lagi" kesal Axel kepada Roy.
'Ya mana Aku tahu, Dia kira gadis muda di rumah cuman Nona Clara, Anda itu tidak tahu wanita cantik dan dewasa berkedok pemvantu juga ada di rumah Anda tapi Anda tidak merasakan keberadaan mereka kayak makhluk gaib aja, Anda cuman merasa di rumah itu kehadiran Nona Clara saja, mata Anda cuman tertuju pada nya, punya bos ego nya tinggi' batin Roy yang malah melamun.
"Hei kenapa Kau malah Diam!"ujar Axel dengan kesal kepada Roy.
"Ah iya Tuan, menurut saya Nona Clara cantik dan menarik, masakan nya juga enak, sikap nya baik walaupun cara bicara yang kadang blak blakan, kalau saya bisa, mungkin saya bisa menjadikan nya istri nya" ujar Roy dengan santai nya.
Pria itu tidak sadar perkataan nya membuat Tuan nya malah menatap nya dengan tajam dan kesal, Roy yang menjawab itu melihat ekspresi Axel seperti orang kesal menahan amarah, Roy yang di tatap itu seketika salah tingkah bicara kepada tuan nya.
"Ta ta tapi itu tidak mungkin karena saya tidak setampan Anda" ujar Roy dengan canggung mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Sadar diri" ujar Axel dengan senyum miring mendengar perkataan Roy yang memuji diri nya.
'Lihat lah malu tapi mau, egois sekali, untung Kau bos nya' batin Roy menatap ekspresi Axel dengan kesal.
Di sisi lain saat ini Alisa sedang berada di mobil juga bersama Clara karena mereka ingin mengantar kan Alisa kesekolahan nya, Alisa memang baru umur empat tahun tapi Axel sudah memasukan anak nya itu ke PAUD karena Axel ingin Alisa mendapatkan pendidikan sejak dini dan menjadi seperti nya seorang yang pintar dan tegas atau mungkin saja akan mirip memiliki sifat pemarah, dan jutek.
"Mommy nanti temenin tungguin Alisa ya" ujar gadis itu membujuk Clara.
"Tentu, Kakak kan memang kerja nya jagain Kamu" ujar Clara dengan gemas.
Mobil mereka yang di supiri Pak Entis itu sampai di sekolah mewah para anak pengusaha itu, Clara yang datang memakai dress sederhana dan rambut di cepol sangat membuat kesan baby face nya terlihat, sangat cute dan manis, apalagi saat ini Clara mengendong Alisa ke dalam kelas mereka malah mirip kakak dan adik.
__ADS_1