
"Apa kau bilang? Barang haram, itu ponsel bukan babi,"ujar Michele mendengus kesal kepada gadis yang sedang berjalan di depan nya.
"Memang itu barang haram, sebenar nya berapa wanita yang dimililiki pria bej@t seperti mu ini? Ponsel mu terus berdering menampilkan urutan telepon dari wanita yang berbeda, sungguh,"ujar Alice mengeleng kepala nya.
Michele berjalan menyamai langkah nya dengan Alice, lalu menatap gadis itu dengan menautkan alis nya lalu merubah raut wajah terkejut.
"Itu bukan urusan mu,"ujar Michele ketus mengatakan itu.
"Ya sudah, ponsel kakak di mansion, kita kembali saja dulu,"ujar Alice melangkah kan kaki nya menyusuri lorong kampus.
Semua perhatian tentu tertuju pada Alice yang di kenal dengan primadona kampus, tapi bukan hanya tatapan pria yang hanya tertuju seperti biasanya tapi juga para wanita yang menatap ke arah nya, gadis itu melirik Michele yang berada di samping nya, Michele yang di lirik itu merasa heran.
"Ada apa?"tanya Michele dengan tatapan bingung nya.
"Tidak,"ujar Alice kembali melangkahkan kaki nya.
'Asal kalian tahu pria ini playboy jangan menatap barang kotor,' batin Alice kepada para wanita seolah mengkode.
Saat mereka sedang berjalan, seorang pria tampan datang menghampiri Alice dengan gaya cool nya itu, serta membawa satu buket bunga mawar menghalangi jalan Alice, sontak Alice berhenti begitu pun dengan Michele yang menatap mereka.
"Alice,"ujar pria itu tersenyum manis.
"Kak Andy?"tanya Alice mengangkat satu Alis nya dengan tatapan bingung.
Andy adalah seorang ketua BEM di fakultas ekonomi, pria itu termasuk urutan pria tampan di kampus, serta bakat nya yang terkenal sudah menyembar ke seluruh bagian kampus, hari ini dengan berani Dia berdiri di depan primadona kampus dan mengarahkan buket bunga ke depan Alice.
"Aku menyukai mu, apa kau mau kencan dengan ku?"ujar pria itu dengan lantang kepada Alice.
Semua tujuan mata menatap kearah Alice dan Andy sontak semua orang berbisik bisik karena ketua BEM yanh tampan itu menjatuhkan hati nya kepada seorang primadona kampus.
"Ak--,"
Belum selesai Alice menjawab tapi Michele sudah menarik pinggang gadis itu ke dalam dekapan nya, membuat Alice sontak kaget begitu pun dengan Andy yang menatap heran kepada mereka.
__ADS_1
"Hei, di mana sopan santun mu? Di saat pacar nya sedang berada di sini, kau malah menembak nya,"ujar Michele menatap tajam kepada Andy.
Tentu perkataan itu sontak membuat Alice kaget, begitu pun dengan Andy, pria itu melirik Alice seolah-olah menanyakan kebenaran atas pernyataan Michele itu kepada diri nya, Alice yang memang ingin menolak itu juga seketika tersenyum melirik Michele.
"Maaf kak Andy, Dia memang pacar ku, Dia seorang dokter, Dia bela-belain datang ke sini di saat kesibukan nya demi Aku, benar kan sayang?"tanya Alice tersenyum kepada Michele.
"Tentu sayang, kami pamit dulu, karena Aku sedang sibuk bro, mungkin kau bisa menembak nya setelah kami putus, semoga berhasil lain kali,"ujar Michele menepuk bahu pria itu dan berlalu pergi bersama Alice dari sana.
Andy hanya menghela nafas nya dengan kecewa, ternyata saingan nya sudah sukses dan juga seorang dokter sementara diri nya masih seorang mahasiswa di kampus.
Gadis itu berusaha melepaskan tangan Michele yang memegang pinggang nya, kalau megang doang sih gapapa, tapi pria itu malah mengusap pinggang Alice dengan senyum miring nya berusaha memasukan tangan nya sambil berjalan dan menyentuh kulit mulus Alice di sebalik kemeja putih nya.
"Dokter mesum, apa yang kau lakukan,"ujar Alice berusaha melepaskan dekapan Michele.
"Pfftt haha ini sangat lucu, jangan mendorong ku pria itu masih melihat kita,"ujar Michele berbisik dan terus berjalan di telinga Alice.
"Oke, tapi tangan tolong, dasar pria bejat,"umpat Alice dengan kesal menginjak kaki Michele yang sedang berjalan.
Sontak injakan itu membuat Michele melepaskan usapan nya pada pinggang Alice, pria itu menahan sakit berusaha memasang wajah cool nya karena di lihat para wanita.
"Cebol si@lan kaki mu,"umpat Michele dengan tatapan kesal nya.
"Salah kau, karena tangan haram mu itu,"ujar Alice menepis tangan Michele agar melepaskan nya karena mereka sudah sampai di parkiran.
"Karena kulit mu sangat mulus seperti bayi, Aku jadi ingin menyentuh nya, apa boleh lagi?"tanya Michele dengan wajah tanpa berdosa nya.
Sontak perkataan nya itu mendapat pukulan kuat dari Alice dengan helm yang sudah ada di tangan nya mengenai kepala Michele yang mungkin meninggalkan bekas benjolan itu.
Dug...
"Akh kepala ku!"teriak Michele memegangi kepala nya.
"Dasar dokter mesum, awas kau Aku bilang perlakuan kepada kak Reno,"ujar Alice mengancam pria itu.
__ADS_1
"Hei hei jangan, maafkan Aku,"ujar Michele yang sontak kaget mendengar nama Reno itu.
Gadis itu tidak mengubris dan naik ke atas motor sport nya dan siap menyalakan motor itu, Michele yang melihat itu mengambil kunci Alice yang mendapat tatapan tajam Alice.
"Hei kunci ku, kau mau mengambil ponsel mu kan? Ayo kita ke mansion, jangan membuat waktu ku terbuang-buang,"ujar Alice berdecak kesal kepada Michele.
Dug..
Pria itu memukul kepala Alice di sebalik helm itu dengan tatapan datar nya, membuat sang pria mendapat tatapan mengancam nya dari Alice.
"Apa kau bodoh, pergi naik motor ke kampus menggunakan rok, mata pria yang berpikiran aneh akan menatap mu,"ujar Michele mengatakan itu.
"Tadi Aku buru-buru, lagi pula Aku memakai celana pendek di sini,"ujar Alice mengangkat sedikit rok nya.
Seketika itu Michele membuang wajah nya, wajah pria itu sedikit memerah karena malu melihat tingkah konyol gadis itu yang betapa bodoh nya di pemikiran Michele, Alice yang melihat itu kembali berusaha mengambil kunci nya.
"Ayo lah kita harus balik,"ujar Alice merengek berusaha mengambil kunci nya dari tangan Michele yang lebih tinggi dari pada diri nya.
Gadis itu melompat-lompat sedangkan Michele tidak kian memberikan kunci nya, dan berusaha menjauhkan tubuh Alice dari diri nya.
"Pulang dengan ku saja, naik mobil,"ujar Michele yang mendapat tatapan tajam dari Alice.
"Ga mau, nanti motor nya gimana,"ujar Alice yang masih berusaha mengambil kunci itu.
Seketika kaki Alice yang tertabrak bagian belakang kaki nya sendiri membuat gadis itu terjatuh, dan menimpa tubuh Michele yang juga terjatuh akibat dorongan nya.
Bugh..
"Aduh ga sakit,"ujar Alice bergumam itu.
Michele yang meringis kesakitan itu akibat di timpa Alice dan kepala nya dua kali menjadi korban akibat benturan, sontak pria itu melirik Alice yang sedang berbaring di tubuh nya, Michele kaget dan mendorong tubuh Alice menjauh dengan kuat nya.
Bruk...
__ADS_1