
Pria itu terjatuh akibat dorongan Engeline, kacamata nya juga terlepas dari wajah nya membuat sontak diri nya kaget atas sikap kasar Engeline kepada nya, Revian yang melihat itu hanya membiarkan tanpa membantu Michele.
"Kita tidak akan membantu?"tanya Vendi kepada Revian sedang merokok dan melihat Michele yang hanya berjarak beberapa langkah dari nya.
"Tidak usah, Dia harus belajar menjadi seorang laki-laki sejati, entah kenapa Aku sangat ingin berteman dengan nya,"ujar Revian menatap Vendi lalu tersenyum miring.
"Oke,"ujar Vendi yang juga menikmati sambil memegang gelas alkohol nya.
Michele langsung berdiri dan mengambil kacamata nya dan memakai nya kembali, saat pria itu kembali ingin menyentuh Engeline tangan nya di tepis oleh seseorang yang minum dengan crush nya itu.
"Eh Lu siapa sih bocah, ganggu Gua aja tahu ga, Dia teman Gua hari ini, kalau Lu mau ngantri dong,"ujar pria itu kesal menatap Michele.
"Maaf sayang,"ujar Engeline menatap pria itu.
Tatapan gadis itu kembali beralih kepada Michele yang hanya diam dengan kacamata nya yang berembun basah, entah Dia menangis atau apa gadis itu tidak mempedulikan nya.
"Lu bisa-bisa nya masuk ke club pakai baju culun Lu itu, Lu lihat dong cowo Dj di sana, semua cowo yang di sini ga ada yang pakaian nya norak kayak Lu, sampai mati pun ogah Gua punya cowo kayak Lu,"ujar Engeline kepada Michele.
Kedua orang itu pergi entah kemana, pria itu dan Engeline pergi meninggalkan Michele yang hanya bisa menerima perkataan dan umpat dari seorang gadis yang cintai itu, dengan tatapan kesal Dia keluar dari club itu.
Revian dan tiga teman yang lain melihat pertunjukan itu selesai seketika melangkah kan kaki nya menuju ke tempat Michele, pria itu ingin mengayuh sepeda nya pulang tapi di tahan oleh Revian.
"Tunggu, gimana jadi nya coy, Lu percaya kan sama Gua,"ujar Revian tersenyum miring menatap Michele.
Pria itu hanya bisa menerima tatapan tajam nya kepada Revian, Dia hanya diam dan mulai berpikir jika saja Revian tidak mengajak nya pasti Engeline tidak akan membenci nya jika saja Dia tidak datang seperti ini Engeline tidak akan mengata-gatai nya.
"Sudahlah Aku cape, ini semua gara-gara kau, Engeline tambah membenci ku,"ujar Michele dengan suara lirih nya.
__ADS_1
"Gara-gara Aku? Bukan Aku, tapi dirimu sendiri, lambat atau cepat Dia akan mengatakan itu, siapa wanita yang tidak suka dengan pria tampan dan kaya bukan, Engeline mencari pria seperti itu, sedangkan kau,"ujar Revian menatap geli kepada Michele.
Michele mendengar nada bicara Revian yang seperti mengejek nya dengan kesal melepaskan sepeda nya.
Brak..
Pria itu mencengkram kuat kerah baju Revian, dengan mengertakan gigi nya pria itu menonjok kuat wajah Revian.
Bugh..
"Si@lan kau,"umpat Michele.
Revian yang menerima pukulan itu tentu tidak diam dan juga membalas, teman mereka yang tiga lain nya hanya menonton, bagi mereka hanya seperti itu pria menyelesaikan masalah mereka, Michele dan Revian terduduk dengan luka lebam masing-masing.
"Boleh juga pukulan mu untuk anak culun seperti mu El,"ujar Revian mengusap bibir nya yang berdarah.
"Tunggu El,"ujar Revian yang juga berdiri mendekati pria itu.
Dengan langkah gontai Revian menepuk bahu Michele, lalu tersenyum kepada pria itu.
"Kau sudah kaya, yang kedua kau hanya perlu tampan, kau itu tampan tapi hanya gaya mu yang berpikir membuat orang melihat seperti buruk rupa, Aku tahu itu, saat kau melepas kacamata beberapa kali, Aku akan membantu menjadi pria dan mendapatkan Engeline,"ujar Revian kepada Michele.
Pria itu tertegun, Dia mengerutkan kening nya, Revian di sekolah dan tiga teman nya adalah orang yang menurut nya sok akrab itu dan entah urusan apa selalu mengekori keberadaan nya.
"Tapi kenapa kau membantu ku?"ujar Michele dengan heran.
"Karena Aku mau dan kalau kau tampan, kau juga bisa membuat ku mendapatkan banyak wanita menjadi penghangat ranjang ku haha,"ujar Revian tertawa puas.
__ADS_1
"Ck maniak kel@min, oke Aku setuju, Aku pulang dulu,"ujar Michele mengayuhkan sepeda nya.
Pria itu sampai di rumah, salju yang tebal menyelimuti jalanan kota roma di malam hari, Michele yang baru masuk itu di kaget kan dengan tatapan Mommy nya yang terkejut melihat wajah nya.
"El, Are you okay baby?"tanya Mommy nya itu dengan khawatir.
"Kenapa dengan wajah mu,"ujar Kakak Michele dengan tatapan serius nya.
"Ini hanya masalah pria, Mom, sis, Aku akan ke atas dan mengobati nya sendiri, jangan mengikuti ku, Aku ini dari keluarga dokter dan memahami nya,"ujar Michele melangkah kan kaki nya ke lantai atas.
Mommy Michele hanya memasang raut wajah khawatir, begitu pun dengan kakak nya yang menatap adik nya itu yang baru pertama kali bertengkar.
"Dasar mengkhawtirkan saja,"gumam kakak Michele.
Pria itu berbaring di kasur nya dengan sepatu yang masih melekat dan tekad yang kuat pria itu akhir nya meyakinkan diri.
'Aku akan mendapatkan nya tunggu saja,' batin Michele.
Karena Michele memang sudah kelas tiga Dia akhirnya lulus, pria itu mulai merubah penampilan nya di mulai dari gaya rambut yang kotak menjadi bentuk belah ala orang eropa kebanyakan, outfit nya yang sekarang jauh lebih keren, dan pria itu tidak memakai kacamata kemana-mana dan memakai nya seperlu nya saja, lalu saat ini Dia juga mengikuti gym untuk membentuk otot di bentuk badan nya yang biasa-biasa saja.
Beberapa bulan perjuangan akhirnya Michele berhasil, Dia akhirnya mencapai tinggi seperti kebanyakan pria eropa dan tentu Revian yang memang memiliki tubuh semampai itu, hari ini Dia sudah merubah penampilan nya juga sifat nya yang jauh lebih serius.
Club malam ini, tempat ini adalah tempat di mana terakhir kali Dia di tolak dan malam ini Dia kembali lagi memasuki club malam ini.
"Jangan ragu, kau sangat tampan si@lan, Aku menyesal membantu mu, wanita pasti akan lebih melirik mu sekarang dari pada ku,"ujar Revian merangkul bahu teman nya.
Michele hanya diam dan tidak menjawab dan memasang raut wajah datar nya, menatap semua orang dan ikut duduk di sana, tatapan semua wanita jatuh kepada nya jauh berbeda dari pada dulu, sangat berbeda.
__ADS_1
'Aku kembali,'