Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 75-PERGI BERBELANJA


__ADS_3

Saat ini mobil Reno berhenti di sebuah pusat mall terbesar di kota Roma, kali ini Dia datang bersama istri tercinta nya karena sang istri meminta untuk di temani berbelanja, entah lah Reno tidak tahu sebenarnya istri nya itu mengiginkan apa.


"Kamu mau beli apa?"tanya Reno berjalan sambil mengandeng tangan istri nya.


"Ga tahu By, lihat-lihat dulu aja boleh kan?"ujar Anggun kepada pria itu.


"Hmm,"


Mereka pun masuk ke salah satu toko pakaian mewah pria dan wanita itu, Reno hanya bisa menatap Anggun yang terus melihat-lihat pakaian.


Drt... drt..


"Little, Aku akan mengangkat telpon sebentar,"ujar Reno kepada istri nya.


Pria itu sedikit menjauh dari sana, karena suara berisik ternyata itu telpon dari Keenan hanya melaporkan saja tentang informasi untuk penandatangan kontrak dengan perusahaan bursa efek.


"Oiya Keenan, jangan lupa bawakan besok Aku coklat dari Belgia, pastikan itu benar-benar dari Belgia,"ujar Reno yang ingin mengakhiri panggilan itu.


"Baiklah Tuan, hanya ada perlu menyiapkan bonus atas kerja keras saya,"ujar Keenan sedikit bercanda.


"Sudah berapa?"ujar Reno dengan nada datar nya.


"Maksud Anda?"tanya Keenan dengan nada bingung nya itu.


"Sudah berapa kekayaan yang kau tumpuk atas bonus mu yang terus-terusan itu!"tutur Reno dengan nada ketus nya.


Tut..


Reno langsung mematikan ponsel nya, pria itu tersenyum miring memikirkan ekspresi asisten nya yang mungkin panik dan mengira Dia akan emosi atau marah.


"Sudah lama Aku tidak mengerjainya semenjak di Black Devil,"ujar Reno tersenyum smirk.


"Permisi Tuan,"

__ADS_1


Saat Reno sedang bergumam itu ada suara wanita yang memanggil nya ternyata wanita itu adalah pelayan toko, Reno membalikan badan nya lalu menatap wanita itu dengan tatapan datar nya.


"Apa Anda Tuan Alferoz? Terimakasih telah berkunjung ke toko kami, apa ada jenis pakaian yang Anda ingin kan,"ujar pelayan wanita itu bersikap dengan sangat manis.


"Tidak,"ujar Reno singkat lalu duduk di sofa.


Anggun yang mencari suami nya itu melihat seorang pelayan wanita yang terus menawari suami nya, dengan jalan menghentakan kaki dan tatapan kesal Anggun menghampiri suami nya, Anggun duduk di samping Reno. Pria itu melirik istri nya yang melirik pelayan toko itu dengan tatapan membunuh.


'Lucu sekali tatapan cemburu nya,' batin Reno tersenyum miring.


Pelayan toko yang tidak tahu siapa gadis kecil itu, dan malah mengira itu adik nya masih menawarkan sesuatu.


"Atau Anda mungkin membutuhkan hal lain?"ujar pelayan toko itu sedikit menunduk.


Pakaian nya kemeja putih nya yang kancing memang di buka dua bagian itu Dia tarik ke samping agar memperjelas kulit mulus nya, seketika Reno yang melihat itu membuang wajah nya, lalu melirik Anggun yang kesal sambil tertawa.


"Pfftt lihat pipi mu,"gumam Reno mengejek yang masih di dengar Anggun.


"Ck,"


"Anda bisa melayani yang lain, Aku bisa meminta bantuan istri ku memilih pakaian yang bagus,"ujar Reno masih tertawa melihat ekspresi Anggun.


Seketika pelayan itu kaget, Dia yang melihat adegan itu serta apa tadi? Dia bilang istri, wanita itu langsung berdiri normal dan menunduk pergi.


"Ba baik Tuan dan Nona Alferoz,"ujar wanita itu menunduk dan berlalu.


Anggun yang menegok itu, kembali berusaha pergi dan memilih mengejar wanita itu, tapi di tahan Anggun.


"Dasar tidak tahu malu, padahal istri nya di sini masih saja mengoda,"ujar Anggun mengumpat dan mengepalkan tangan nya dan berusaha lari tapi di tahan Reno.


Pria itu hanya tersenyum miring melihat ekspresi istri nya yang cemburu itu.


"Sudahlah, ayo kau ingin berbelanja bukan, kita cari,"ujar Reno.

__ADS_1


Mereka akhirnya memilih pergi dari toko itu dan ke toko lain, beberapa jam Reno menemani Anggun berbelanja dengan kelelahan pria itu tidak tahu pemikiran istri nya, gadis kecil nya itu hanya keluar masuk lalu bertanya yang bagus, tapi tidak beli dan hanya melihat.


"Ayo pulang,"ujar Anggun menarik tangan suami nya.


Reno melirik jam yang sudah menunjuk lima sore, betapa terkejut nya pria itu selama itu Anggun berjalan tapi belum lelah, dan apa ini Dia tidak membeli satu pun barang.


"Kau tidak membeli apa pun, dan hanya melihat saja dari tadi?"ujar Reno dengan nada tidak percaya dan wajah lelah.


"Iya, sekarang Aku sudah lelah ayo pergi By,"ujar Anggun menatap suami nya.


"Oh **1*, Aku akan membeli satu toko untuk mu, ini menyebalkan,"ujar Reno menarik tangan Anggun.


"Haha astaga, tidak kau gila By, Aku tidak membutuh kan nya, kenapa kau terlihat frustasi, gadis memang seperti ini,"ujar Anggun berusaha menahan tangan suami nya itu.


"Ck, jadi kau tidak ingin toko nya juga, atau mall ini saja?"ujar Reno dengan tatapan lelah nya.


"Sudahlah ayo pulang,"ujar Anggun menarik tangan pria itu dengan kuat.


Reno akhirnya pasrah mereka pun pulang tanpa membawa apa pun kecuali minuman karena wanita nya itu haus dan kerongkongan nya kering, Anggun tetidur di dalam perjalanan pulang, Reno melirik sekilas lalu tersenyum.


"Ada-ada saja,"gumam Reno mengusap pipi gadis itu.


Sore pun berganti malam, sinar matahari berganti sinar malam bulan, seorang gadis cantik di sebuah apartemen tampak bimbang melangkah kan kaki nya meninggalkan apartemen itu.


Drt.. drt..


"Halo Alice, apa kau bimbang? Ayolah kau itu sudah 21 tahun bukan anak-anak lagi, club bukan tempat yang menakutkan, apa kau mau di ejek oleh teman-teman karena kalah taruhan dan tidak memenuhi tantangan mu,"ujar suara wanita di seberang sana.


"Je, Aku akan ke sana jangan menghina ku, siapa bilang Aku tidak pernah ke sana, dulu pernah,"ujar Alice mematikan ponsel itu dengan kesal nya.


Drap.. drap..


Alice keluar dari apartemen nya dengan kesal, dan membanting pintu, Alice memakai pakaian yang di bilang teman nya sangat cocok dengan suasana anak club, pakaian bewarna biru kegelapan tanpa lengan dan high heals senada, pakaian di atas lutut itu memperlihatkan kaki jenjang nya bak model, serta rambut panjang nya yang di gerai, tapi wajah nya hanya memakai make up tipis.

__ADS_1


"Si@lan mati Aku kalau Kak Reno tau akh, tapi tapi kan kalau Aku tidak datang Aku akan di bilang anak Mommy karena terlalu mengikuti aturan, sungguh teman setan kalian semua,"


__ADS_2