Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 16-APA INI KENCAN PERTAMA KITA?


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu saat Reno mengurung gadis itu di kamar mereka, Reno yang juga merasa kasihan melangkah kan kaki nya ke dalam ruangan kamar itu, Reno membuka handle pintu yang langsung mendapat sambutan kesal dari istri kecil nya.


Bugh..


Bugh..


"Pria jahat, Aku lapar, kenapa Kau lama sekali membuka nya!"kesal Anggun menatap manik mata suami nya.


"Maaf kan Aku, apa kau tidak apa-apa?"ucap Reno menatap Anggun yang hanya cemberut.


Wajah gadis itu yang sedang manyun karena cemberut dan kesal kepada nya sangat lucu di mata Reno, hingga akhir nya pria itu menarik hidung Anggun dengan gemas.


"Sakit ih!"teriak Anggun menghentakan kaki nya seperti anak kecil karena kesal.


"Little kau sangat lucu, apa kau ingin makan di luar?"ucap Reno menawarkan itu kepada istri nya.


Anggun menatap sambil menyelidiki pria itu dengan penasaran, tumben pria itu sangat baik kepada nya padahal tadi Dia barusan memarahi diri nya hanya gara-gara hal sepele.


"Hmm,"


Anggun berjinjit dan menarik wajah Reno mendekat lalu menempelkan kening mereka satu sama lain, wajah mereka sangat dekat hingga jantung Reno terdengar berpacu.


Deg.. deg..


'Lagi-lagi kau buat Aku seperti ini' batin Reno.


"Tidak panas, kau sehat, tapi kenapa cara bicara mu jauh lebih normal?"ucap Anggun melepaskan tangan nya dari wajah Reno.


"Ti ti dak tahu, ayo,"ucap Reno dengan gugup menarik tangan gadis itu menuju lantai bawah.


"Hei tunggu, Aku mau ganti baju dulu, nanti malu di lihatin begini,"rengek Anggun kepada pria itu.


"Kau sudah cantik,"ucap Reno dengan pelan.


Mereka akhirnya memilih pergi keluar mansion, untuk mencari makan di luar, sekalian bujuk Anggun biar bisa maafin Reno atas perlakuan pria itu tadi kepada nya.


"Mau makan di mana?"ucap Reno masih fokus menyetir mobil.


"Di luar, tempat romantis, outdoor banyak lampu-lampu, makanan nya enak, suasana nya enak terus pemandangan nya indah, udah itu doang ga banyak,"ucap Anggun tersenyum manis menatap pria nya.

__ADS_1


"Itu nama nya banyak,"ujar Reno menghela nafas mendengar permintaan Anggun.


"Kulkas, seperti nya ini kencan pertama kita setelah menikah, benar bukan?"ucap Anggun bertanya kepada pria yang hanya terus diam itu.


"Mungkin,"ucap Reno menjawab seadanya.


"Wah, Aku sangat senang bisa berkencan dengan mu, karena kau pria tampan, oh iya kau ingat tidak saat pertama kali kita bertemu itu, Aku meminta mu untuk menikahi ku, tapi dengan sombong nya kau malah menolak ku, saat itu sebenarnya Aku hanya bercanda karena kau pria tampan tapi Kau malah menolak, kenapa kau malah sok tampan begitu sih walau asli nya memang tampan, oh iya saat---,"Anggun terus berceloteh entah apa yang di bicarakan gadis itu, selalu ada topik saat bersama nya tidak ada yang nama nya keheningan.


Reno yang mendengar itu hanya bisa tersenyum mendengar suara istri nya yang terus berceloteh, jika sebelum nya Reno selalu kesal mendengar sifat Anggun yang selalu cerawat dan mengomentari ini dan itu, sifat Reno yang jarang berbicara akhirnya banyak berbicara karena Anggun yang selalu membuat nya emosi dan itu membuat nya mau tidak mau harus mengeluarkan suara ekstra untuk memarahi Anggun.


'Little kau sangat lucu, Aku harap Aku bisa tahu perasaan ini cinta? atau bukan' batin Reno.


Beberapa puluh menit berlalu hingga akhir nya, mobil mewah milik Reno berhenti di sebuah restoran outdoor sesuai permintaan Anggun tadi, tapi aneh nya ini sangat sesuai dengan perkataan Anggun, suasana yang romantis juga sangat terasa di tepi danau itu.


"Wah, bagus banget, padahal tadi Aku minta nya cuman ngasal, kok malah benaran?"ucap Anggun dengan takjub melihat sekeliling restoran bertema outdoor itu.


'Keenan kau sangat pintar,' batin Reno dengan bangga.


"Ekhem, ayo duduk,"ucap Reno mengajak ke salah satu meja di sana.


Di meja itu sudah tertata rapi berupa bunga mawar merah, serta sebuah kotak yang mengarah pada kursi Anggun duduk itu.


"Untuk mu, buka lah,"ucap Reno masih mempertahan kan wajah datar nya itu.


Gadis itu menerima bunga mawar yang harum, lalu membuka sebuah kotak yang berisikan gelang yang di desain khusus hanya ada dua, gelang itu memiliki lambang kecil RA di sana, Anggun memegang gelang yang di berikan Reno itu dengan bahagia.


"Ini sangat cantik, apa ini nama kita RA?"ucap Anggun dengan penasaran.


"Tentu, Aku juga memiliki nya,"ucap Reno mengangkat pergelangan tangan nya dan memperlihatkan nya kepada Anggun.


Gadis itu tersenyum di terangi sinar bulan, suasana yang romantis membuat hati Reno kian berdegup kencang oleh gadis itu.


'Seperti nya Aku mencintai mu, Aku harap kau selalu tersenyum seperti itu, ini aneh dan konyol bagaimana gadis yang selalu mengacau dan cerewet ini bisa membuat ku seperti ini' batin Reno.


"Kita tidak tahu pernikahan ini ke depan nya bagaimana, entah ke depan nya kita bersama atau tidak, tapi Aku akan tetap menyimpan gelang ini,"ucap Anggun mengangkat tangan nya yang sudah menggunakan gelang bewarna silver itu.


Nyut..


Reno yang mendengar perkataan Anggun merasa hati nya sangat sakit dan di tusuk oleh pisau yang membuat nya perih, ingin pria itu kembali memarahi Anggun dan mengatakan ingat lah tentang surat kontrak pernikahan mereka, tapi Reno tidak mungkin menghancurkan suasana romantis itu.

__ADS_1


"Seterah kau,"ucap Reno menatap datar wajah Anggun yang terus tersenyum.


'Jangan tersenyum kalau kau mengatakan hal itu,' batin Reno.


"Permisi makanan kalian,"ucap pelayan yang beberapa orang datang itu.


Para pelayan meletakan banyak nya jenis hidangan di atas meja itu, serta menuangkan wine untuk mereka, Anggun hanya melihat takjub pelayanan itu.


"Padahal kita belum memesan kok makanan nya udah sampai, apa kau menyiapkan ini untuk ku? Woah Tuan kulkas kau juga bisa romantis ternyata,"ucap Anggun mengejek pria itu.


Reno yang di goda itu hanya bisa berusaha menahan kegugupan nya karena Anggun yang terus mengejek nya tanpa henti.


"Ck, berisik makan saja,"ucap Reno ketus.


"Lihat lah kau kembali menjadi diri mu,"kesal Anggun juga menatap pria itu.


Gadis kecil itu yang kesal langsung menyambar wine segelas itu dengan sekali teguk, Anggun yang merasakan itu hanya bisa tersenyum merasa enak.


"Wah ini enak, Aku memang sering berpesta di club malam, tapi tidak minum wine karena Aku tidak ingin di tarik pria hidung belang,"ucap Anggun memberikan jempol nya.


Mereka akhirnya menikmati malam romantis itu, Reno yang akhirnya mendapat imbas karena Anggun yang malah tertidur sehabis meminum wine itu, Reno membangunkan gadis itu untuk mengajak nya pulang.


"Hah, seharusnya Aku tidak memesankan nya wine juga,"gumam Reno.


"Little bangun lah ayo--" perkataan pria itu terpotong.


Anggun dengan wajah tersenyum, seperti orang mabuk itu mengatup pipi Reno, pria itu yang di perlakukan seperti itu hanya mengerutkan kening nya, hingga akhir nya.


Cup..


Anggun mencium bibir Reno sekilas di tepi danau tempat meja mereka berada, gadis itu mencium Reno dengan dalam, Reno yang di cium itu hanya kaget dan membalas ciuman gadis itu, Anggun melepaskan pangutan mereka lalu menunjuk hidung mancung Reno dengan jari telunjuk nya sambil tersenyum.


"Heh suami dingin ku, apa kau menyukai ciuman liar istri mu ini?"ucap Anggun tersenyum mengoda.


Gadis itu mulai lagi memegang pipi Reno, bersiap kembali untuk mencium nya, tapi ternyata ciuman itu melesat dan bibir gadis itu malah terjatuh di bahu Reno.


Bruk..


"Jadi Dia mencium ku saat mabuk?"gumam Reno menghela nafas.

__ADS_1


'Dasar pembuat masalah kecil ku'


__ADS_2