
Saat ini mereka sudah berada di pantai, para wanita sedang berkumpul dan berjemur, sedangkan Alice yang baru datang menggunakan baju pantai bewarna lilac yang di tutupi dengan cardigan tipis yang menutupi badan mulus nya itu.
"El el, pacar lu cantik banget,"ujar Vendi menyengol bahu pria yang sedang memegang papan surfing itu sambil menatap Revian yang sedang menunjukan aktraksi nya.
Michele yang mendengar itu seketika menoleh kan wajah nya ke arah belakang yang terlihat Alice sedang berjalan mendekati nya, pria itu seketika tercengang, lama pria itu tercengang hingga akhir nya di sadarkan oleh suara Vendi.
"Oi El, Lu kenapa sih diam,"ujar Vendi dengan heran.
"Ck, iya apa sih?"tanya Michele dengan kasar nya.
"Cewe Lu di lihatin sama mata-mata orang lain,"ujar Vendi menatap pria yang sedang di tepi pantai bermain voli itu.
Seketika Michele mengalihkan pandangan nya, dan mengedarkan seluruh pandangan nya menatap semua sisi pantai yang menatap ke arah Alice, gadis itu yang mendekat hanya tersenyum ke dekat Michele.
Bruk..
Michele menarik tangan gadis itu yang sudah mendekat pada nya lalu memeluk nya, dan menutupi bagian depan Alice yang di lihat orang dan kulit mulus nya, tatapan Michele sangat tajam menatap orang-orang yang menatap mereka berpelukan.
"Kak Michele, dada ku sakit tertekan dada mu,"ujar Alice dengan suara kecil nya karena di dekap oleh Michele.
"Kenapa kau memakai baju seperti ini?"tanya Michele bertanya dan masih memeluk Alice.
Gadis itu mengerutkan kening nya merasa heran, kenapa Michele mempertanyakan hal aneh seperti itu, ini pakaian pantai yang sudah Dia siapkan yang tidak pernah terpakai sama sekali.
"Ini pakaian pantai, tidak mungkin Aku memakai piyama bukan?"tanya Alice dengan sedikit nada kesal kepada pria itu.
"Dia benar, kau ini aneh bro,"ujar Vendi kepada Michele.
"Kau juga, kenapa memperlihatkan otot mu itu, semua wanita juga melihat badan pacar ku yang bagus ini, akh gemes,"ujar Alice memeluk pria itu dengan senang.
Michele yang baru tersadar karena Dia reflek memeluk Alice itu baru tersadar, dada kenyal milik Alice yang lumayan itu terasa sangat terasa di dada nya, membuat pria itu seketika itu sontak kaget dan melepaskan pelukan itu.
Bruk..
__ADS_1
"Kak Michele! Untung Aku tidak jatuh,"ujar Alice yang sempoyongan berusaha agar tidak menjatuhkan diri nya.
"Ah maafkan Aku, apa kau tidak apa-apa?"tanya Michele yang juga kebiasaan kaget kalau memeluk gadis itu.
"Ck Aku tidak apa-apa,"ujar Alice memasang wajah cemberut nya.
"Baguslah,"ujar Michele dan fokus kembali kepada Revian yang sedang surrfing itu.
Alice yang di cuekan itu seketika diam dan merasa kesal, padahal Dia sengaja memilih bikini yang paling lucu agar di puji pria itu.
'Ck Aku sudah berusaha jadi cantik, apa ini? Dia tidak memuji ku, Dia sama saja dengan mantan bajingan ku itu, ah tidak mereka berbeda, pria itu memuji sahabat nya kalau kak Michele tidak memuji gadis mana pun,'batin Alice.
"Kak Michele!"ujar gadis itu berdiri di depan Michele.
"Ada apa?"tanya Michele dengan heran nya menatap Alice yang melipat tangan nya ke dada dan memasang wajah cemberut.
"Aku sudah memilih yang bagus, tapi kenapa kau tidak memuji ku, apa Aku cantik memakai bikini ini?"tanya Alice dengan tatapan kesal nya.
Pria itu merasa heran, Dia sangat jarang memuji penampilan wanita, sedangkan diri nya dulu pernah di posisi menjadi pria culun yang tidak bisa bernampilan bagus, jadi Dia tidak pernah mengkoreksi penampilan orang yang bersama nya.
Alice yang melihat itu terdiam seketika mengerutkan kening nya, pria itu tampak berpikir dan hanya diam.
"Kak!"ujar Alice sekali lagi.
"Eh iya, cantik, kau sangat cantik,"ujar Michele kepada gadis itu.
"Benarkah? Makasih sayang,"ujar Alice memeluk Michele dengan gemas nya.
"Sayang?"gumam Michele menatap Alice yang sedang memeluk nya.
Gadis itu mengangguk ketika Michele mengumamkan itu.
"Tidak apa-apa kan kau pacar ku, iya kan?"tanya Alice kepada pria itu.
__ADS_1
"Oh iya benar,"ujar Michele dengan heran.
Mereka tampak berpikir apa yang akan melakukan, karena Alice juga belum tahu ingin melakukan apa, Dia bisa berenang, nama nya orang kaya seperti Alice tentu di ajari berenang dari kecil di kolam renang yang ada di mansion nya.
"Kau mau melakukan apa?"tanya Michele bertanya kepada gadis yang berdiri di samping nya yang lebih pendek dari nya dan hanya sebahu Michele.
Tapi kalau untuk orang Asia, gadis setinggi Alice mungkin sudah terbilang tinggi, memang perawakan orang eropa itu jauh lebih tinggi di bandingkan dengan wanita asia.
"Aku bingung, apa Aku jajan saja yah,"ujar Alice tertawa kecil.
"Kau datang jauh-jauh dan sudah memakai pakaian mu itu, dan hanya berbelanja, setidak nya berjemur seperti yang lain, atau mau Aku ajak surfing saja?"tanya Michele melirik Alice.
"Mau! mau! mau,"jawab Alice dengan antusias nya itu.
"Yasudah ayo,"ujar Michele menyerehkan papan seluncur itu satu ke tangan Alice.
"Tapi Aku tidak bisa memakai nya hehe,"ujar Alice mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Seketika langkah Michele yang ingin menuju tepian pantai itu terhenti mendengar jawaban Alice yang setengah-setengah itu dengan raut wajah kesal nya itu.
"Ck kau ini, ayo Aku ajarkan,"ujar Michele kepada gadis itu.
"Wah makasih, emang enak punya pacar yang lebih dewasa itu yah, bisa mengajari mu apa saja, apa lagi kau sudah bekerja, karena kau pacar ku, jadi kau kak Michele akan membayar semua kebutuhan ku,"ujar Alice kepada Michele.
Pria itu hanya diam mengelengkan kepala nya mendengar jawaban Alice.
'Pacaran apa ini sangat aneh? Tiba-tiba pacaran, cuman seperti itu, bisa-bisa nya Aku juga menerima nya, aneh ini pacaran paling aneh yang pernah Aku lakukan seumur hidup ku,' batin Michele yang merasa aneh sendiri.
Mereka berusaha berenang menuju sedikit ke tempat yang belum ada ombak itu, dengan papan selancar, karena Alice baru belajar pria itu hanya membawa satu dan hanya membantu Alice saja.
"Pegang tangan ku, apa sangat susah?"tanya Michele yang tertawa melihat Alice yang mangap mangap itu.
"Ternyata sangat beda berenang dengan di kolam renang dan pantai, kualitas air nya saja sudah beda,"ujar Alice yang memilih nemplok di punggung Michele itu.
__ADS_1
"Aku suruh pegang tangan!"