Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 24-MERINDUKAN MU


__ADS_3

Beberapa hari ini Anggun tidak datang ke kantor, mood nya yang buruk tidak bisa membuat nya bekerja seperti nya, Lumuis yang seharusnya sudah pensiun itu dengan terpaksa mengantikan anak nya untuk sementara, karena tidak tega dengan kondisi Anggun yang juga terus larut dalam kesedihan.


Anggun yang dulu gadis cerewet serta cara bicara nya yang tidak sopan, sekarang berangsur jauh lebih baik karena Dia akan merubah diri demi suami nya itu, semua itu demi memikat hati Reno, Dia akan bersifat Anggun seperti nama nya.


"Kak Anggun kok masih belum ke kantor sih?"ucap Alice memakan snack nya menatap Anggun yang membawa hasil masakan nya.


Memang semenjak kepergian Reno pula Dia lebih giat belajar memasak agar lebih baik untuk di hidangkan lagi, Dia belajar langsung kepada para koki mansion.


"Kayak nya ga dulu deh Alice, Papa yang gantian kakak masih kurang mood buat kerja,"ucap gadis itu duduk samping Alice.


"Oiya kak nanti Aku pindah ke apartemen lagi yah biar bisa ketemu gebetan,"ucap Alice menaik turunkan alis nya.


"Sendiri dong kakak Alice,"ucap Anggun cemberut kepada gadis itu.


Padahal mereka seumuran, tapi karena Anggun yang menjadi kakak ipar Alice gadis itu tetap menghormati nya tapi ada kala nya mereka berbicara sangat bersahabat tanpa di tutupi.


"Loh, tadi si kulkas ngechat Aku kak, Dia kan udah pulang kemarin malam?"ucap Alice mengerutkan kening nya dengan heran.


"Beneran?"ujar Anggun yang tidak tahu menahu itu.


"Dasar itu Tuan es yah, Alice aduin sama Mommy malah ngak nanggepin kakak Anggun,"ucap gadis itu dengan kesal mencengkram kantung cemilan nya.


"Udah jangan, palingan lupa,"ucap Anggun tersenyum getir.


Dan semenjak perasaan nya tumbuh juga, Anggun menjadi wanita yang pesimis jika berkaitan dengan Reno, jika sebelum nya Dia mudah bertahan tetapi sekarang Dia mudah runtuh dengan pertahanan nya, sikap nya juga jadi gampang menangis jika berkaitan dengan suami nya itu.


"Aku merindukan nya, Aku akan menemui nya,"ucap Anggun tersenyum bersiap pergi itu.


"Boleh tuh, kak Reno lagi di kantor, bawain aja masakan kesukaan kak Reno, kak Anggun masakan nya kan udah The best,"ucap gadis itu mendukung memberikan satu jempol nya.


"Makasih saran nya Alice,"ucap gadis itu bergegas terlebih dahulu ke dapur.

__ADS_1


Dengan cekatan Anggun memasak hidangan prancis kesukaan Reno yaitu ratatouille yang sudah di beritahu oleh Alessia kepada diri nya, dengan gerakan cepat serta cekatan Anggun memasak sesuai yang sudah Dia pelajari.


Masakan nya kali ini Dia hidangkan dengan rasa penuh cinta serta kasih sayang yang tertuang dalam sentuhan masakan nya itu, setelah selesai Anggun meletakan nya pada kotak makanan khusus agar tidak tumpah.


"Saat nya mandi dan ganti baju,"ucap Anggun berlari ke kamar diri nya dan Reno.


Derap langkah kecil Anggun terdengar jelas seperti orang sedang terburu-buru dengan sneyum terus mengembang, gadis itu memakai style an sangat sederhana dengan celana levis seadanya serta kaus yang kebesaran dan rambut short hair nya yang tergerai, tidak lupa sedikit lip gloss agar lebih fresh, aneh memang biasa nya gadis itu akan memakai dress, tapi Anggun entah kenapa tidak terlalu memikirkan penampilan dan ingin segera bertemu dengan pujaan hati.


Drap.. drap..


"Alice kakak pergi dulu yah, itu ada masakan nya juga buat kamu kakak bikinin kalo mau makan aja,"ucap Anggun kepada adik ipar nya itu.


"Aye aye captain, tenkyuu kakak ipar cantik ku,"ucap Anggun melanjutkan nonton drakor nya itu.


Setelah di luar mansion Anggun baru ingat, kalo mobil nya ada di rumah Mama nya saat itu Papa nya yang mengantarkan pulang, ketika Dia datang berkunjung, sebenarnya koleksi mobil milik Reno banyak terdapat di mansion itu, tapi Anggun tidak berani memakai atau menyentuh sama sekali.


"Pakai taksi online aja deh kalo gini mah, minta anterin supir males juga, sekalian nanti mampir pulang beli roti coklat hehe,"gumam Anggun mengotak atik Hp nya itu memesan taksi online.


"Ini pak ambil aja kembalian nya, saya lagi seneng,"ucap Anggun tersenyum.


"Terimakasih Nona, semoga hari nya lancar,"ucap supir taksi itu yang menjauh pergi.


Dengan santai Anggun langsung masuk ke lift petinggi hingga akhir nya tangan nya di cekat oleh para satpam di gedung itu.


"Nona, apa Anda karyawan di sini, kalo iya pakai lift yang di sana, kalo tidak silahkan keluar,"ucap satpam itu kepada Anggun.


'Aku lupa, kalo pernikahan kami cuman di hadiri petinggi perusahaan serta keluarga dan teman terdekat' batin Anggun sambil keluar dari lift itu.


"Sebentar, Aku akan menelpon seseorang,"ucap Anggun merogoh ponsel nya dan menelpon suami nya.


Drt.. drt..

__ADS_1


Lagi-lagi Reno tidak menanggapi telpon atau sms dari nya, hingga akhir nya Anggun menelpon ke ponsel milik Keenan dengan tatapan berharap nya atau Dia harus pergi dari gedung ini.


Drt.. drt..


"Halo Nona ada apa?"ucap Keenan dari seberang telpon sana.


"Akhirnya, Keenan Aku sedang berada di perusahaan untuk mengantar makan siang untuk suami ku, apa kalian ada di sini sekarang?"ucap Anggun dengan tatapan antusias nya.


Reno yang mendengar itu mengkode kepada Keenan agar bilang tidak kepada istri nya itu.


"Tidak Nona, nanti saya akan menyuruh Tuan cepat pulang,"ucap Keenan langsung mematikan ponsel nya.


Tut.. tut..


"Tuan saya tidak bisa ikut berbohong lagi, dosa saya akan bertambah,"ucap asisten Reno kepada pria yang sedang di dalam mobil dan duduk di samping diri nya.


"Jadi kalo kau menembak orang itu bukan dosa mu?"ucap Reno menyindir pekerjaan Keenan di Black Devil itu.


'Anda selalu tahu apa jawaban nya' batin Keenan kesal.


Setengah perkataan Keenan memang tidak salah karena memang mereka juga sedang tidak di perusahaan tapi mereka berada di dalam mobil di luar perusahaan karena baru sampai itu.


Para satpam yang melihat Anggun tidak tahu menahu itu, hanya tersenyum canggung menatap satpam yang terus menunggu jawaban nya.


"Jangan menipu kami,"ucap satpam itu mencekal tangan Anggun dan membawa nya keluar.


Gadis itu hanya pasrah berdiri di depan pintu gedung perusahaan Alferoz dengan wajah yang mengembung karena cemberut, sementara itu Reno yang di dalam mobil menatap itu hanya tersenyum miring melihat tingkah Anggun itu.


"Kenapa Little pakai baju kebesaran seperti itu, Dia sangat lucu dan tengelam hilang,"gumam Reno tersenyum.


Keenan yang mendengar itu hanya bisa berdesis kesal karena Tuan nya itu sangat tsundere dan tidak mau jujur sama sekali.

__ADS_1


'Dasar gunung es, kau selalu mencuekan little mu itu, tetapi diam-diam mengamati nya' batin Keenan kesal yang juga harus terjebak di dalam mobil menunggu Anggun pergi, agar mereka bisa masuk ke dalam perusahaan.


__ADS_2