
"Akh sakit kak,"rengek Alice mendapati diri nya di dorong dan tersungkur ke samping oleh Michele.
"Ya itu salah mu, siapa suruh kau memeluk ku,"ujar Michele langsung berdiri dengan wajah kesal nya.
Gadis itu langsung berdiri juga, lalu melirik Michele dengan tatapan kesal nya, seolah-olah ingin menerkam pria itu karena perbuatan nya.
"Itu karena Aku terjatuh, dan tidak sengaja!"ujar Alice kepada pria itu tidak mau di salah kan.
"Terserah,"ujar Michele berjalan menuju mobil nya yang sedang terparkir itu.
"Hei kunci motor ku,"ujar Alice mengejar pria itu dengan langkah kecil nya menuju mobil nya.
Michele tidak mengubris perkataan Alice dan malah masuk ke dalam mobil nya, Alice hanya berdiri di luar mobil dengan wajah cemberut dan melipat kedua tangan nya di dada, Michele menunggu itu hanya diam dan melihat, tapi lama gadis itu tidak masuk-masuk ke dalam mobil.
Dia akhirnya menurunkan kaca mobil dan mengeluarkan sedikit kepala nya lalu berteriak kepada Alice agar suara nya di dengar oleh gadis itu.
"Cebol ayo! Jika kau diam Aku tinggal,"ujar Michele mengancam dan mulai menyalakan mobil nya.
"Aaa jangan kunci motor ku,"teriak gadis itu langsung masuk dan duduk di kursi samping kemudi dengan cepat.
Brak..
Gadis itu menutup pintu mobil dengan kuat sehingga membuat Michele menatap diri nya tajam dengan raut wajah kesal nya.
"Kau ini, mobil ku bisa rusak, Aku membeli nya dari gaji ku,"ujar Michele kesal menatap mobil mewah nya ini.
"Aku memiliki mobil yang lebih mahal seperti ini di mansion,"ujar Alice mengatakan itu.
"Masih di kasih ortu jangan bangga,"tukas Michele menjalankan mobil nya.
Tidak ada percakapan sama sekali antara mereka, Alice hanya terus menatap jendela, tapi tatapan nya mulai heran karena mobil Michele menepi di sebuah tempat cafe bertema indoor dan outdoor itu, membuat Alice bingung.
"Lah kenapa ke sini?"tanya Alice dengan bingung.
"Teman ku tempat nongkrong nya di sini,"ujar Michele mematikan mesin mobil nya.
__ADS_1
"Yah maksudnya kenapa Aku juga di ajak ke sini?"tanya Alice dengan tatapan kesal nya.
"Aku akan menyuruh teman ku membawa motor mu ke apartemen,"ujar Michele keluar dari mobil itu.
Alice hanya ber oh ria dan menunggu Michele yang nyata nya masuk ke dalam cafe yang tidak terlalu ramai itu karena sudah lewat jam makan siang atau pun jam istirahat, gadis itu memainkan ponsel nya beberapa menit, hingga akhir nya beberapa puluh menit berlalu pria itu tidak kunjung datang membuat Alice mengertakan gigi nya dengan geram.
"Pria itu Dia sangat lama,"kesal Alice turun dari mobil dan mencari nya.
Gadis itu melangkah kan kaki nya ke dalam cafe, dan mencari sosok pria yang Dia cari itu, hingga tatapan nya terhenti pada Michele yang sedang berbicara pada teman nya dan ada beberapa wanita yang dapat diketahui mungkin pacar dari masing-masing pria begitu pikir Alice.
"Kak Michele!!!!"teriak Alice dengan keras sehingga membuat semua mata tertuju kepada nya.
Michele yang sebenarnya hanya meminta teman nya Revian untuk mengantar motor itu tapi Dia akhirnya malah di ajak minum dan mengobrol sebentar, Michele pun kalau Dia mengajak Alice ke sana saking asik nya menceritakan kemana tempat trip yang akan mereka tuju.
"Aku semalam menghubungi mu dan memberikan rekomendasi nya,"ujar Revian kepada pria itu.
"Tidak perlu, Aku sudah tahu tempat yang bagus untuk kita kunjungi,"ujar Michele menyesap jus nya itu.
Saat mereka tengah mengobrol, sebuah teriakan seorang gadis memanggil Michele membuat mata teman Michele tertuju ke arah sumber suara yang sedang berdiri di pintu masuk cafe, begitu pun dengan para pengunjung cafe yang lain, Michele yang menatap itu seketika menutup wajah nya malu.
"Wah bukan kah Dia gadis kecil yang kemarin malam El,"ujar salah satu teman Michele kepada pria itu.
"Kau benar itu Dia,"ujar teman Michele yang lain nya mengatakan itu.
"Weh bisa-bisa nya Kau El,"ujar Revian tersenyum miring.
Michele hanya mendengus kesal perkataan teman-teman nya itu, lalu mendengus kesal mengatakan itu.
"Itu motor milik nya, maka nya Aku meminta mengantar ke apartemen,"ujar Michele dengan cuek.
"Hah? Kalian tinggal bersama? Gerak cepat kau ya,"ujar Revian sekali lagi menaik turun kan alis.
Pria itu yang sedang meminum jus nya seketika tersedak mendengar perkataan dari Revian, membuat teman-teman nya menertawakan sikap Michele.
Ohok.. ohok..
__ADS_1
"Kau bod0h! Aku sudah bilang Dia adik ku,"ujar Michele kepada Revian.
"Lah kalau Dia adik mu, tidak apa-apa tinggal bersama bukan,"ujar pria itu tambah menyudutkan Michele.
"Tapi kami juga tidak sedekat itu,"ujar Michele meletakan gelas nya.
"Entahlah kau aneh,"ujar Revian dengan bingung.
Alice melangkah kan kaki nya menuju tempat Michele dengan tatapan kesal dan tangan yang di letakan di atas pinggang, gadis itu mendapat tatapan dari semua orang.
Gyut..
Michele mendapat tarikan dan cubitan di tangan nya membuat teman-teman Michele hanya terdiam.
"Kau lama sekali, Aku bisa jadi ikan asin di mobil,"ujar Alice duduk di samping Michele dan menyambar juice yang ada di tangan pria itu dengan rakus nya.
"Sorry, Aku lupa,"ujar Michele dengan santai nya.
"Bisa-bisa nya cuman gara-gara HP di ajak keliling begini,"ujar Alice menyesep keringat di kening nya.
Gadis itu merasa tenang di dalam cafe karena Ac yang di nyalakan, tapi semua orang yang tadi nya berisik hanya diam di meja Michele karena menatap Alice yang datang-datang membuat keributan itu.
"Ada apa?"tanya Alice bertanya kepada teman Michele.
Semua orang akhirnya tertawa, membuat Alice hanya menautkan alis nya dengan bingung sedangkan Michele hanya menaikan bahu nya acuh tak acuh.
"Hei Alice, apa kau ingin ikut kami trip?"ujar Revian kepada gadis itu.
"Trip? Wah kemana mau-mau,"ujar Alice dengan semangat memangkas jarak di antara diri nya dan Revian.
Michele yang melihat itu menarik tangan Alice agar duduk kembali, sehingga sontak membuat gadis itu hanya melirik kesal.
"Tentu kau boleh ikut, karena trip ini sudah lama kami rencanakan, sebenarnya Michele akan pergi dengan Engeline, tapi mereka sudah putus, jadi kau saja,"ujar Revian tersenyum miring mengkode Michele.
"Engeline?"ujar Alice mengerutkan kening nya mendengar nama yang rasa nya pernah Dia tahu.
__ADS_1
"Oh wanita itu pacar Kak Michele, Aku ikut yah Kak Michele~,"