
Degava membenarkan kacamata nya melihat adegan di depan begitu pun dengan mahasiswa lain yang bersiap pergi dari kelas melihat Alice yang di peluk dokter tampan yang sudah memakai pakaian kasual nya itu.
"Tangan mu astaga, teman-teman ku melihat, apa kau tidak malu? Dimana sikap profesional mu tadi,"ujar Alice mengatakan itu berusaha menyingkirkan tangan Michele yang melingkar di pinggang nya.
"Profesional itu kan barusan, Aku sudah selesai dan tidak sedang bekerja, apa Aku tidak boleh memeluk mu?"tanya Michele dengan manja menjatuh kan kepala nya ke leher Alice.
'Astaga apa-apaan ini sikap nya,' batin Michele melirik teman-teman nya yang sudah melihat nya.
Gadis itu menghela nafas dan mengusap kepala Michele yang lebih tinggi dari pada diri nya dan dengan perlahan gadis itu mendorong dada bidang pria itu dan mengengam tangan nya.
"Yasudah ayo pergi,"ucap Alice mengengam tangan pria itu keluar dari ruangan kelas.
Dengan senang hati Michele berjalan sambil merangkul pinggang gadis itu, Alice yang di lepaskan gengaman nya dan pria itu lebih memilih memeluk pinggang nya sambil berjalan hanya mengeleng kepala kecil.
"Wah apa-apaan itu? Sugar Baby dan Sugar Daddy?"
Ujar salah satu mahasiswa di sana dengan kepo nya.
"Mata Lu picek, dari mana nya sugar Daddy itu wajah dokter nya masih muda,"ujar Degava membala teman nya.
"Bukan wajah anjir, tadi itu dokter bilang umur nya 32,"ujar pria itu kesal.
Hah?
Seketika semua kelas melongo mendengar jawaban mahasiswa itu, terutama para mahasiswi yang dari tadi terus melirik dokter tampan itu.
"Anjir emang dokter awet muda ada rahasia nya yah,"ujar mereka dengan heran.
Langkah pasangan itu menuju parkiran sekolah, banyak yang menatap mereka berjalan berdua, seolah melihat sang primadona kampus yang memiliki pacar sangat tampan sangat cocok dengan status nya.
"Ck, kenapa sih itu cewe lihatin kamu mulu,"ujar Alice kesal mengatakan itu.
"Biarin, Aku kan lihat nya kamu,"ujar Michele dengan gemas kepada Alice.
Huft...
__ADS_1
Alice menghembuskan nafas nya gusar mendengar jawaban Michele, gadis itu bersiap naik ke motor nya tapi di tahan Michele.
"Aku pakai,"ujar Michele menahan tangan Alice.
"Lah kamu ga mau mobil?"tanya Alice melirik parkiran kampus nya.
"Tidak, sudah ku tebak kau akan membawa motor dan terlambat,"ujar Michele langsung naik dan memasangkan helm motor sport itu kepada Alice.
Alice hanya beroh ria dan naik, untung saja kali ini Dia memakai celana panjang sehingga tidak akan di marahi oleh pria yang ada di depan nya saat ini.
"Pegangan yang kuat,"ujar Michele menarik tangan gadis itu.
Bruk..
Tarikan itu membuat tubuh Alice langsung menyentuh punggung kekar Michele yang keras, membuat gadis itu cemberut.
"Pelan-pelan, sakit tahu,"ujar Alice dengan kesal mencubit perut six pack pria itu.
"Maaf sayang,"ujar Michele menjalankan motor nya.
Gadis itu tidak tahu di mana diri nya akan di ajak oleh pria itu, karena motor nya bukan mengarah ke mansion, Alice hanya bisa menikmati perjalanan mereka hingga akhirnya sampai di sebuah butik.
"Semua persiapan pernikahan sudah Aku atur, kita kesini untuk membeli dress untuk mu,"ujar Michele mengatakan itu.
'Hah dress untuk apa? Pria ini sangat suka membuat ku bingung,' batin Alice mengikuti langkah besar Michele dengan tergesa gesa ke dalam butik ternama di kota Roma itu.
"Selamat datang, dokter Michele Anda berkunjung lagi, apa ada sesuatu yang khusus Anda perlu kan,"ucap sang karyawan yang menyambut mereka.
Memang pelayanan yang tidak VVIP tapi karyawan itu terlihat masih menghormati Michele, terlebih bukan nya Michele tidak kaya, Dia memang kaya tapi karena di sini Alice yang lebih menonjol seakan akan pria itu terlihat kecil, tapi kalau di hitung kekayaan yang di miliki Michele juga sangat banyak.
"Tentu, Aku ingin dress serta toxedo untuk diriku dan calon istri ku, kami akan kencan malam ini,"ujar Michele mengatakan itu.
"Baiklah saya akan mencari pilihan yang terbaik,"ujar karyawan itu memasuki ruangan deseigner nya langsung.
Pria itu menarik tangan Alice dan duduk di kursi ruangan itu.
__ADS_1
"Kita kencan kemana, kau sangat romantis kenapa tidak bilang kepada ku?"tanya Alice dengan tersenyum bahagia.
"Ini sudah ku bilang,"ujar Michele memainkan rambut gadis itu dengan tangan nya, sambil merapikan nya sesekali.
"Kau ini membuat ku kesal,"ujar Alice melipat kedua tangan nya di dada.
Saat mereka tengah asik mengobrol, seorang wanita dengan gaya modis nya datang dengan segala yang membalut pada diri nya sangat brand ternama.
"El, apa itu kau? Wah apa ini pacar baru mu?"tanya wanita itu dengan berulang kali.
Michele hanya memasang wajah datar dan mata sekelam lautan, membuat sang wanita hanya mengacuhkan pundak nya, Alice yang melihat itu hanya mengerutkan kening nya.
"Hmm, gadis kecil apa kau pacar baru Michele, sayang sekali kau pasti menumpang biaya hidup pada nya, harus nya dulu kita dulu pacaran juga bukan hanya teman ranjang, pasti Aku bisa lebih cantik dari gadis mu ini, dan membeli apa saja yang kau mau, bukan begitu Michele?"ujar wanita itu menekan kan kata ranjang pada kalimat nya.
Seketika perempat sikut Alice tercetak jelas, apa wanita itu baru saja meremehkan nya, dengan kesal Alice berdiri.
"Tante kalau ngomong di jaga yah teman ranjang? Aku ini lebih cantik dari mu, dan oh ya apa maksud mu lebih cantik dengan brand kw mu itu, Aku bisa membeli perusahaan nya,"ujar Alice menunjuk pundak wanita itu dan mendorong nya.
"A apa? Dasar gadis murahan berani sekali kau,"ujar wanita itu yang merasa di rendahkan.
"Apa murahan, dasar tante si@lan bedak mu itu norak dan tebal jangan mengatai ku hah!"kesal Alice bersiap mendekati dan menarik rambut wanita itu begitu pun dengan wanita itu yang mendekat kepada Alice.
Michele yang melihat itu menghela nafas melihat sifat gadis nya yang gampang terpancing emosi, kadang Michele berpikir biasa nya pria yang emosi tapi di sini Alice lah, pria itu dengan helaan nafas langsung berdiri dan menarik lengan Alice dan.
Grep..
Pria itu langsung mengendong Alice seperti karung beras.
"Sayang lepaskan Aku, Aku harus memberi nya pelajaran,"ujar Alice menepuk punggung Michele merengek.
"Kau jangan mengatai pacar ku, dan kau sayang biarkan saja wanita gila ini,"ujar Michele masih posisi mengendong Alice dan berjalan meninggalkan tempat itu.
Dengan kesal Alice mengacungkan jari tengah nya dan menjulurkan lidah nya dengan rambut yang terbalik akibat di gendong Michele dalam posisi itu.
__ADS_1
"Dasar tante jelek, wlee,"teriak Alice masih memberikan jari tengah nya.
'Bocah si@lan,'