
Reno yang sedang masih dalam perjalanan menuju gedung acara pernikahan itu, hanya bisa tersenyum miring melihat pesan yang di kirim kan oleh Keenan itu kepada diri nya.
'Takdir sudah mengikat kita, kau tidak akan bisa lari sejauh apa pun kaki mu melangkah' batin Reno tersenyum smirk.
Sementara itu Keenan yang memeriksa CCTV sudah mengetahui kalau memang benar ada nya Nona Anggun mereka keluar dari gedung itu masih menggunakan gaun pernikahan.
"Cepat kalian cari di seluruh jalan keluar gedung ini, kalo perlu kalian telusuri sampai lubang semut sekalian di kota Roma, atau Tuan Reno akan memengal kepala ku!"ucap Keenan memerintah kan banyak nya bodyguard yang berjaga itu.
"Baik bos,"ucap mereka serempak dan mengikuti arahan.
Tap... tap..
Seorang pria paruh baya menggunakan jas rapi datang dengan seorang wanita paruh baya juga, wanita itu tampak panik dan menemui Keenan yang sedang bersiap pergi itu.
"Apa Anggun sudah ketemu?"tanya Ananda kepada bawahan menantu nya itu.
"Kami sedang berusaha sebisa kami Nyonya Edward,"ucap Keenan menatap Nyonya besar itu.
"Huh, begitu lah kalau sering di manja Dia akan semau dan seenak nya, sayang kau itu terlalu memanjakan Anggun dengan menuruti apa yang Dia mau, sekarang saat kita meminta Dia untuk melakukan apa yang kita mau Dia malah kabur,"ucap Ananda kesal menatap suami nya yang hanya diam.
"Gadis itu padahal Dia bilang mau menuruti kami,"gumam Lumuis mengusap wajah nya gusar.
Clara, Rere, Axel dan Varo itu juga sampai berkumpul di ruangan CCTV tempat orang tua Anggun dan Keenan berada, terlihat wajah panik dari kedua orang itu.
"Bibi, jadi gimana?"tanya Rere kepada Mama Anggun itu.
"Belum ketemu sayang, apa sebelum nya Dia mengatakan sesuatu tentang ingin melakukan sesuatu Rere, Clara?"tanya Ananda kepada kedua sahabat Anggun yang memang Dia kenal baik juga.
"Tidak Bibi, soal nya Anggun waktu ketemu kayak nya Dia mau aja nikah ga ada penolakan,"ucap Clara menjawab pertanyaan itu.
"Ini sangat menarik, jadi bagaimana kau akan menghadapi nya Reno?"gumam Axel sambil tertawa kecil.
"Tuan, Nyonya semua, saya akan ikut langsung mencari Nona, karena sudah mendapatkan lokasi nya,"ucap Keenan pamit dan berlalu pergi dengan tergesa-gesa.
Anggun saat ini berlari sekencang mungkin, karena beberapa orang dari keluarga Alferoz sudah mengetahui keberadaan nya, Anggun berlari sekencang mungkin dan bersembunyi.
Hosh.. hosh..
Nafas Anggun sangat memburu cepat ketika Dia berhasil sembunyi dan terduduk diam, mengatur nafas nya agar tetap tenang.
__ADS_1
"Akhir nya Aku aman,"lega Anggun bersembunyi di sebalik sebuah kotak besar tersusun di gang sepi sehingga itu membuat nya tidak terlihat.
Puk..
Sebuah tangan memegang bahu Anggun, seketika gadis itu menegang merasakan ada orang yang ternyata ada di belakang nya, Anggun memutar kepala nya secara perlahan, lalu melihat ekspresi pria itu tersenyum terpaksa dan kesal.
"Nona, ketemu,"ucap Keenan dengan wajah menyeremkan nya.
"Keenan, lihat ada Alien datang menakluki bumi, panggil boboboi Keenan,"ucap Anggun mengarahkan telunjuk nya ke belakang Keenan.
Pria itu seketika menoleh karena penasaran, dan Anggun yang mendapat kan kesempatan itu menjatuhkan beberapa kotak itu dan membuat jalan Keenan terhalang.
"Nona, jangan kabur!"teriak Keenan dengan kesal melihat Anggun berlari lagi.
Anggun berhenti tepat jarak nya yang jauh beberapa meter, dan memberikan jempol ke atas lalu memutar jempol itu menjadi ke bawah.
"Wlee, dasar pecundang, Black Devil mungkin akan hancur dengan seorang pria yang penasaran dengan boboboi haha,"ucap Anggun berlari meninggalkan Keenan.
Anggun berlari semakin kencang, tapi karena Dia terlalu lama berlari kaki nya terasa sakit menggunakan high heals putih itu, nafas nya juga memburu, seketika ada beberapa bodyguard Alferoz yang melewati jalan itu hampir menatap Anggun dengan sorot mata mereka.
"Sia*l kenapa mereka sangat banyak, apa kulkas berjalan seniat itu?"kesal Anggun yang mengendap-endap.
Brak..
Anggun menempelkan wajah nya pada kaca mobil dan melihat situasi dari luar kaca mobil itu, dengan tersenyum puas Anggun tertawa keras.
"Haha, pengawal bo*doh, Tuan nya pasti juga bo*doh maka nya jadi seperti itu,"ucap Anggun dengan puas.
"Mereka memang bo*doh, tetapi Aku tidak,"ucap pria yang ternyata duduk dari tadi di samping kursi penumpang bersama Anggun.
Deg..
Seketika tubuh Anggun kembali menegang karena mendegar suara bariton berat yang sangat sudah Dia hafal dalam benak nya itu, gadis itu memutar wajah nya kembali dan menatap Reno yang tersenyum marah kepada nya.
"Jadi little apa kau berusaha kabur?"ucap Reno.
Anggun hanya meneguk saliva nya dengan kasar, dan mengaruk tengkuk belakang nya yang tidak gatal.
'Ini sih nama nya keluar kadang buaya masuk kandang singa,' batin Anggun.
__ADS_1
Sungguh si*al nasib Anggun, hampir keciduk oleh Keenan eh tau-tau nya malah nyerahin diri sendiri ke kandang singa yang kini menatap dan siap menerkam gadis itu.
"Diam, dan duduk kita akan kembali,"ucap Reno dengan datar kepada gadis itu.
Anggun hanya cemberut, Dia berusaha membuka pintu itu tetapi tidak bisa karena sudah terkunci.
"Ck ini terkunci,"gumam Anggun dengan kesal.
"Jangan bermain-main lagi little, atau Aku akan memberitahu ini kepada Mama,"ucap Reno dengan mengusap wajah nya kasar.
"Kau kulkas berjalan, cepat turun kan Aku!!"teriak Anggun menunjuk ke depan wajah Reno.
"Kau yakin, Aku akan melempar mu saat mobil ini berjalan lalu kau terjatuh ke aspal,"ucap Reno dengan wajah santai nya.
Gadis itu langsung ciut nyali, karena Dia tahu kalo Reno tidak asal bicara seperti di hotel kemarin Dia meminta di turun kan, tapi malah menurun kan nya saat Dia masih berjalan.
"Tidak, turunkan Aku dan berhenti kan mobil nya!"teriak Anggun kembali.
Cit..
Mobil berhenti tepat setelah perkataan Anggun di katakan, gadis itu dengan semangat membuka pintu dan bersiap berlari setelah berada di luar mobil.
"Aku beba--,"perkataan Anggun terpotong saat sebuah tangan melingkar di pinggang kecil nya itu.
Ternyata Reno mengangkat tubuh Anggun dan mengendong nya seperti karung beras di bahu lebar nya.
"Akhh apa yang kau lakukan kulkas berjalan turun kan Aku, kau berani menculik putri tunggal keluarga Edward!"teriak Anggun memukul punggung pria itu.
Pluk..
Reno menepuk bo*kong gadis itu dengan perlahan lalu berkata.
"Diam little, kita akan menikah,"
Pov episode ini ada di histori ig:@fanesaazp_
__ADS_1