Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Setelah kejadian tadi Michele selalu menempel kepada Alice kemana gadis itu berada, saat ini mereka tengah duduk melingkar karena Revian menyarankan sebuah permainan kepada mereka.


"Jadi kita mau apa?"tanya Vendi yang sedang meminum botol bir nya itu kepada Revian.


"Belum lengkap kalau kita ngumpul tidak main truth or dare bukan begitu?"tanya Revian menaik turun kan alis nya mengkode semua orang yang tampak diam.


"Wah, seru nih, tapi awas jangan gila yah, teman-teman Alice kalau main begini pada gila, kita santai aja,"ujar Alice dengan antusias menepuk tangan nya itu.


Sementara Michele yang melirik pacar nya yang duduk di samping nya itu melihat Alice menepuk tangan Dia juga malah ikut bertepuk tangan mengikuti gadis itu, semua orang yang menatap nya hanya mengeleng kan kepala.


"Virus-virus cinta ini,"ujar Revian mengeleng kan kepala nya dengan heran.


"Yasudah ayo lah mulai saja permainan nya,"ujar Vendi dengan penuh semangat itu.


"Bentar Kak, kalau main ini aja gimana,"ujar Alice mengeluarkan banyak stick dalam kotak itu.


Seketika semua orang mata mereka tertuju kepada stick itu, Alice menaik turun kan alis nya kepada semua orang yang ada di sana, mereka tidak paham.


"Itu apa?"tanya Michele dengan bingung.


"Ck, kalau main truth or dare udah biasa, kalau ngumpul kita main siapa yang jadi raja nya, yang dapat stick logo raja yang bisa minta dua angka yang di dapetin yang lain untuk lakuin apa yang di minta raja, gimana?"ujar Alice dengan senang mengatakan itu sangat antusias.


Lalu semua orang akhirnya memahami perkataan itu mereka semua mengangguk dan mulai memahami peraturan permainan yang di katakan Alice.


"Seperti nya Aku pernah mendengar ini, yasudah kita main ini saja,"ujar Revian menyutujui perkataan Alice.


"Wokeh siap kita mulai yah,"ujar Alice mendekat dan yang lain nya juga agar lingkaran mereka lebih kecil dan dekat.


Alice memulai menguncang kotak yang berisi stick lalu mereka berebutan mengambil satu persatu apa yang ada di dalam kotak yang sudah di guncang Alice tadi.


"Anjasss Aku raja nih guys!"teriak Vendi dengan bangga mengatakan itu.


"Oi Ven awas Lu yang ga bagus, Gua gampar Lu!"teriak teman mereka yang bernama Arjuna itu dengan kesal.


"Itu hak raja yang teman,"ujar Alice yang juga tampak antusias itu.

__ADS_1


Bagaimana Dia tidak antusias karena melihat Vendi yang sangat bersemangat untuk melakukan perintah itu.


"Nomor 3 cium ketek nomor 5 haha,"ujar Vendi tertawa bahak-bahak mengatakan permintaan nya sendiri.


Seketika semua orang melihat angka di stack mereka, Alice lega karena Dia mendapatkan nomor dua, sementara itu entah lah Michele hanya memasang raut wajah datar nya, lalu di sisi lain ada yang mengumpat.


"B@ngsat Gua nomor 3, A.su ganti ga perintah Lu Ven, ga terima Gua!"teriak Revian dengan kesal.


"Waduh Gua nomor lima, sini Rev, cium ketek Gua,"ujar Arjuna membuka baju nya dan memerkan ketek nya itu.


Seketika semua orang memasang wajah jijik melihat itu, tentu saja jijik secara bau nya yang menyengat membuat semua orang kasihan menatap Revian.


"Anjir, ketek Lu bau banget, Lu kasih apa?"tanya Revian yang belum mencium tapi sudah membuat nya jijik.


"Sorry tadi Gua kasih temulawak cok, entah apa guna nya Gua juga ga tahu, eksperimen aja,"ujar Arjuna dengan jujur nya.


Sementara itu yang lain terus ngakak, dan Vendi langsung menghidup kan kamera ponsel nya dan mengabdikan momen itu dengan vidio, di dalam vidio itu Dia terus tertawa tidak ada henti nya mengatakan itu.


"Haha, anj, gil@ banget bos, ayo dong!"teriak Vendi yang masih setia menatap itu.


"Anak b@bi ketek Lu lebih bau dari tai kebo anjir,"teriak Revian berlari mencuci mulut nya dengan air mineral yang ada secepat kilat.


"Hahah ya ampun, kasihan banget,"ujar Alice tertawa mengatakan itu.


"Sa nanti kalau Lu mau ciuman sama Revi, skip dulu deh kayak nya itu cowo ga bakal hilang bau nya sampai seminggu,"ujar Michele mengatakan itu kepada pacar Revian yang hanya memasang wajah jijik.


Revian yang mendengar itu seketika menatap pacar nya yang menatap nya memasang wajah tidak mengenakan itu, membuat sang empu memelas karena di cuekan pacar nya.


"Iyah deh, skip dulu sama kamu by,"ujar Nasa bergidik ngeri mendengar itu.


"Aaaayangg ga bisa bobo, kalau ga di kecup ayang,"ujar pria itu memelas dan duduk di samping Nasa kembali dengan wajah nya yang basah akibat di cuci.


Prok.. prok..


Alice menepuk tangan nya agar semua orang kembali fokus dengan permainan mereka karena semua orang malah fokus mentertawakan Revian itu.

__ADS_1


"Yaudah mulai lagi dong baru sekali masa usah pada ga mau main sih,"ujar Alice dengan senang melihat orang tersiska.


Gadis itu adalah yang paling muda di sana, karena memang rata-rata pacar teman Michele yang seumuran atas memang terbilang sudah dewasa, mereke kembali mengacak dan mengambil, seketika semua orang mencek stick mereka.


"Wah Aku mendapatkan logo raja, Aku ratu nih kan cewe, oke nomor 4 sama nomor 1 ciuman bibir, kayak adegan panas yah,"ujar Alice bersiap mengeluarkan ponsel nya menaik turun kan alis nya.


Semua orang mencek stick mereka, dengan sial nya Vendi adalah orang nomor 1 tetapi orang nomor empat masih diam.


"Nomor empat siap?"tanya Alice kepada semua orang.


Tidak ada yang menjawab dan sudah berkata tidak itu pasti itu adalah Michele, seketika Vendi meneguk saliva nya dengan kasar.


"Alice, Gua lebih baik ciuman sama pohon dari pada ngegay sama pacar lu najis!"teriak Vendi menutup mulut nya mengeleng tanda tidak mau.


"Eits mana bisa besti ini tantangan tidak ada nego-nego Aku sudah menyiapkan kamera hoho,"ujar Alice menaik turun kan alis nya.


"Apa kau yakin?"tanya Michele melirik pacar nya.


"Tentu,"ujar Alice mengangguk.


Akhirnya Vendi mendekat, Alice yang dekat itu bersiap mencium atau di cium Michele hingga akhir nya.


Cup..


Pria itu *****@* dengan panas bibir tipis dan manis itu, siapa lagi kalau bukan Michele, dan yang Dia cium bukan Vendi pria itu hanya menatap lalu mengelengkan kepala melihat itu.


"Lah kok Aku?"ujar Alice kesal mendorong tubuh Michele menjauh dan mengusap bibir nya karena bekas ciuman pria itu.


"Aku akan membayar tantangan mu ratu, maka kamu akan mengantikan nya, jadi cium Aku lagi,"ujar Michele menyeringai menatap Alice.


Seketika semua orang melempar barang-barang kecil kepada Michele mendengar gombalan pria itu.


*Halah Gua ngontrak di sini


Mau pindah ke mars tolong*!

__ADS_1


__ADS_2