
Varo yang mendegar perkataan itu seketika meneriaki Samuel dengan kesal, mengatakan yang aneh aneh pada anak nya.
"Sam, Dia masih kecil buat apa kau berbicara seperti itu!"kesal Varo menatap Samuel.
"Cuman bercanda Tuan,"ucap Samuel tertawa menyeramkan membuat tiga anak kecil itu ketakutan.
"Om ini jahat yah, masa ngajakin Uis berantem,"ujar Lenka menatap pria itu dengan kesal.
"Jahat? Om tidak jahat anak anak, kalo Om jahat mungkin Om sudah mencincang tubuh kalian menjadi bagian kecil,"ucap Samuel tersenyum palsu itu.
"Tunggu Luis sudah besar, Luis akan memukul Om kalo menganggu Lenka lagi!!"tatap Luis melepaskan pukulan tangan kecil nya di lengan Samuel.
"Wah bagus sekali ini perjanjian pertarungan antar pria, kau sangat mirip dengan Tuan Varo, Tuan muda Luis,"ucap Samuel tersenyum smirk menatap pria kecil yang sangat pemberani itu.
"Jangan Luis saja, di sini juga ada Leon,"ucap pria kecil yang masih memegang tangan bontot Lenka.
"Baiklah, jika kalian tidak becus menjaga Nona muda Lenka, Aku akan menculik nya, apa boleh?"ucap Samuel yang mendapat tatapan tajam dari Luis.
"Coba saja, kalo Om berani,"ucap Luis kesal.
"Mommy, Daddy,"teriak kembar empat berlarian kepada orang tua mereka tersebut sambil ketakutan mendegar perkataan Samuel.
Varo menghela nafas nya, Samuel memang terlihat memang normal tapi cara bicara nya yang abstrak dan blak blakan tentang apa yang Dia pikirkan membuat orang lain mungkin berangapan Dia aneh, Dia hanya tidak bisa menyampaikan perkataan yang benar kepada orang lain.
"Lihat lah bawahan kebanggaan mu itu, memang harus di jahit mulut nya,"ucap Axel yang bersantai tiduran di paha Clara di taman itu.
__ADS_1
"Apa mungkin Samuel terlalu banyak mengambil pekerjaan menyiksa orang sampai-sampai Dia kebiasaan,"ucap Clara yang juga penasaran itu.
"Bukan, Dia dari dulu memang seperti itu, ayah nya dulu juga adalah mantan pemimpin Aeros semenjak generasi pertama, Aku tidak bisa menceritakan masa kelam yang membuat Dia bisa jadi seperti itu, Aku tidak ingin mengumbar privasi orang,"ucap Varo yang sangat paham posisi Samuel dari pada orang lain.
"Aku juga tahu itu, tapi jangan bertanya lagi sayang apa kau mengerti?"ucap Axel memperingati istri nya.
"Baiklah Honey, privasi ya privasi, Aku tidak akan menanyakan nya,"ucap Clara menuruti perkataan suami nya itu.
Sementara itu si kembar tengah memeluk kembar empat yang mengadu ini itu, mengatakan kalau Samuel sudah menganggu mereka dan meminta Varo untuk memarahi nya.
"Mommy, marahin Om itu, Dia tadi cubit Lenka"ucap Lenka memeluk Rere dengan posesif.
"Benar Daddy, Lukas tidak suka dengan Dia,"ucap Lukas kesal menatap Samuel yang sedang berbicara bersama Kevin dan Anggun.
"Sudah-sudah, Dia itu pengawal keluarga William, kalian harus tahu,"ucap Varo memberitahu anak nya itu.
"Tuan Saya akan kembali ke Italia besok malam, pagi nya saya akan menjelaskan semua nya ke Black devil dan Aeros dahulu, supaya mereka tahu harus mengambil tindakan yang benar, sisa nya saya serahkan kepada Kevin yang akan menjalankan misi selanjutnya,"ucap Samuel melangkah kan pergi dari mansion Arnolda tanpa pamit.
Setelah mengatakan itu Samuel keluar dengan tatapan tajam nya, pria yang banyak bicara barusan tadi hanya Diam, Dia terlihat ceria hanya akan kepada para atasan nya agar Dia tidak terlalu dianggap serius dalam keadaan bahagia ini, asli nya Samuel tipe pria yang paling malas mengatakan sesuatu jika itu tidak penting.
"Wah wah Dia langsung pergi lagi, segitu susah nya kaki nya meninggalkan Italia, padahal pusat markas Aeros ada di sini, Dia rela meninggal kan nya kepada Kevin,"ucap Axel yang melihat kepergian Samuel.
Samuel keluar mansion di ikuti oleh Kevin, sementara para atasan Black devil itu masih bingung dengan kasus yang akan memakan jangka panjang ini, kejadian ini tidak akan pasti hanya baru dugaan tetapi ketua Black devil tidak tahu lagi harus melakukan apa tanpa Samuel.
"Varo, jika Aku nanti meninggalkan Black Devil dan kejadian ini tidak akan terjadi, Aku harap Black Devil hanya akan di lanjutkan dengan satu pemimpin dari keluarga William,"ucap Axel menatap tajam mata elang Varo.
__ADS_1
"Aku mengerti posisi kalian, tenang saja, Aku akan segera memutuskan apakah ini akan di bubarkan atau di lanjutkan,"ucap Varo menatap Axel dan Reno dengan serius.
"Jika Aku punya kesempatan, Aku akan mewaris kan Black devil kepada anak ku, tetapi keputusan utama tetap ada pada keluarga William,"ucap Reno mengucapkan itu.
"Haha sudah jangan terlalu serius, kau juga belum punya anak,"ucap Axel berusaha mencairkan suasana itu.
"Kau benar ini masih dugaan Sam, kita lihat saja jalan ke depan nya bagaimana,"ucap Varo membenarkan ucapan Axel.
"Sebaiknya Sam juga harus kau paksa pindah ke markas indonesia, jika Black code tanpa pemimpin terombang ambing seperti itu, mereka akan mengakibat kan kekacauan, Felix juga sudah meminta Kevin ketika kita membunuh nya dahulu untuk melanjutkan Black Code itu adalah hak Kevin,"ucap Axel kepada Varo.
"Aku akan mencoba sebisa ku,"ucap Varo.
"Bagaimana kalau kita bubar kan saja Black code secara paksa, kita langsung ke markas Black code yang ada di Italia bersama anggota Black Devil?"ucap Reno menyarankan itu.
"Ck apa kau bod*oh, Black code yang sekarang masih tanpa pemimpin saja masih bisa memposisikan di tingkat kedua kejayaan nya tanpa pemimpin, mereka juga saingan mafia terbesar di jaringan Benua Eropa, melawan dengan Black devil itu hanya memperkeruh keadaan,"ucap Axel mengumpat kepada Reno.
"Axel benar Ren, kita tidak bisa seenak nya walaupun kita sudah menyeret mereka menjadi posisi di bawah Black Devil, tetapi kaki tangan Felix masih menunggu Kevin untuk mengambil alih Black code,"ucap Varo mengusap wajah nya dengan kasar merasa bingung.
Sementara itu para perempuan yang tadi duduk di dekat pria, memilih pergi masuk ke ruang keluarga bersama para si kembar untuk menonton Nobar drakor, karena mereka tidak akan mengerti ucapan dan pembahasan para pria.
"Aku tidak mengerti kenapa Aku bisa menyukai Guru ku yang ternyata seorang CEO memiliki anggota apa lah itu yang mungkin aku paham mereka bekerja di dunia Black market,"ucap Clara menghela nafas nya.
"Hei jangan bersedih, inti nya kau mencintai nya bagaimana pun keadaan Dia, lagi pula Pak Axel tipe pria yang tidak akan menyangkut pautkan masalah bisnis dan keluarga,"ucap Anggun menepuk bahu Clara yang sedang mengunyah cemilan sambil menatap drakor itu.
"Ya Cla, jangan berpikiran aneh,"ucap Rere membenarkan ucapan itu.
__ADS_1
'Baby, Mommy nanti tidak akan melarang keputusan mu yang terbaik untuk diri mu,'