
"Bangun!!" dua orang yang pingsan itu di paksa untuk bangun, para bawahan Varo menendang mereka dengan paksa agar bisa bangun.
'skkkkk sial' kata salah satu penjahat yang hampir menikam Rere dua hari yang lalu.
"Apa kau mengenal dua pria ini tuan Deren?" Deren menatap orang yang terkapar dengan penuh luka.
Deren mengeritkan kening nya, kali ini dia tidak mengenal siapa dua orang yang ada di depan nya itu.
"Siapa mereka? aku tidak mengenal mereka" kata Deren dengan heran.
Samuel mendekati Deren, ia menarik kuat rambut pria itu dengan tangan nya, sehingga Deren yang menahan itu membuat rambut nya berjatuhan karena tarikan Samuel.
"Hei bocah jangan bersikap sok jago, lepaskan aku" Deren menahan sakit akibat tarikan yang kuat itu.
"Apa kau ingin berbohong kepada tuan ku, katakan dengan jujur tua bangka!" Samuel kembali menarik rambut Deren dengan kuat.
"Akhhhhh" teriakan kesakitan itu menggema di ruang eksekusi markas Aeros.
"Aku tidak menyukai ini" kata Rere sambil menunduk kan wajah nya yang tidak tega melihat ayah nya yang di perlakukan buruk seperti itu.
"Aku tidak berbohong, aku tidak mengenal mereka" bantah Deren yang meringis kesakitan itu.
"Bagaimana kau menjeleskan ini tuan deren? mereka adalah seseorang yang hampir membunuh nona William, mereka bilang yang memberikan perintah itu kau!" kata Samuel menatap dalam mata pria itu dengan wajah tersenyum smirk.
"Kali ini aku tidak mengarang, aku berbicara dengan sungguh sungguh, jangan menuduhku!" kata Deren dengan suara yang meninggi dia mulai emosi atas perlakuan semena-mena yang di lakukan Varo kepada nya.
Suasana di ruangan eksekusi markas Aeros itu mulai mencekam oleh teriakan dan rintihan suara manusia yang kesakitan. Hal ini untuk mereka sudah biasa apalagi Varo, tidak ada yang mengetahui kenapa Varo bisa memiliki kekuatan yang ada di belakang nya.
Seorang wanita paruh baya di seret oleh bodyguard ke ruangan itu, dia meronta-ronta minta di lepaskan. Pergelangan tangan Mona di cengkram kuat oleh bodyguard itu, Mona tidak di ikat seperti Deren, wanita itu tidak banyak terluka karena dia tidak terlalu melawan. Bawahan Varo itu terus menyeret Mona sampai ke ruang eksekusi yang sudah ramai oleh orang-orang itu.
"Lepaskan aku pria jakung!"
"Dasar breng*sek"
"Aku bisa melaporkan tindakan ini ke hukum, perlakuan kalian tidak seharusnya seperti ini kepada kami. Bajin*gan!!"
Suara Mona menggema di seluruh ruangan itu, Mona menatap ke arah suami nya yang sudah penuh luka itu, bodyguard itu melepaskan tangan Mona dan membiarkan ia berlari ke tempat suami nya, Mona memeluk suami nya itu sambil berkata.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan kepada suami aku!!"
"Perse*tanan, mau kau orang kaya se Asia, aku akan tetap menuntut mu bajin*gan!!!"
Mona menunjuk dengan telunjuk nya ke arah Varo yang sedang melihat adegan pertemuan antara Mona dan Deren.
'ini sangat dramatis aku menyukai nya' batin Samuel tersenyum menatap ke arah depan dengan hasil kerja yang ia lakukan itu.
Samuel mendekati Mona yang tengah terduduk memeluk Deren dengan wajah yang merah padam menahan amarah. Samuel menarik dengan kasar salah satu tangan Mona.
"Mana jari yang kau gunakan tadi untuk menunjuk tuan ku?" kata Samuel dengan wajah mengeryitkan dahi tanda ia sedang bertanya kepada wanita paruh baya itu.
Mona menarik tangan nya dengan kasar, dan melepaskan tangan nya dari cengkraman Samuel.
"Hei bocah, jangan ikut campur, pergi kau!" kata Mona menatap geram kepada Samuel.
Samuel berbalik badan dan lalu ia tersenyum, dia kembali menatap selena dan kembali mencengkram tangan wanita itu.
"kalau kau tidak mau memberitahu ku, biar aku yang pilih, jari mana yang cocok untuk aku patah kan" Samuel menekan dan mematahkan kuat jari telunjuk Mona.
"Akhhhhhhh!!!!!"
Suara yang di timbulkan akibat tangan Mona yang di patahkan itu, di iringi dengan suara teriakan yang menyakitkan dan pilu bagi siapa saja yang mendengarnya.
"Jangan berani kau menyakiti istriku!" teriak deren meronta-ronta ingin menolong istri nya, tetapi gerakan yang ia bisa lakukan hanya terbatas akibat kaki dan tangan nya terikat.
Samuel menghempaskan tangan Mona dengan kasar setelah mematahkan jari wanita itu, ia kembali duduk dan berbicara.
"Jangan berani menunjuk tuan ku dengan jari kotor mu" geram Samuel mengertakan rahang nya.
"Si*al, kalian semua apa yang kalian inginkan hah, apa maksud semua perlakuan ini!" bentak Mona kepada semua penghuni ruangan itu.
"Reno perlihatkan vidio itu kepada nya" perintah Varo kepada asisten nya itu.
"Baik tuan"
Reno dengan gerekan cepat menyalakan vidio layar tancap itu yang menampilkan kerjasama antara Deren dan Mona dalam membunuh Risa dan saat pemalsuan tanda tangan untuk mengambil semua harta warisan Risa kepada mereka berdua. Vidio bukti yang sudah di dapatkan itu adalah hasil retasan tim profesional dan handal Aeros, mereka bekerja beberapa hari untuk mempersiapkan semua pertunjukan ini kepada Varo dan Rere.
__ADS_1
Rere yang juga melihat itu hanya bisa menggelangkan kepala nya tanda tidak percaya atas perlakuan ibu tiri dan ayah kandung nya sendiri.
"aku tidak percaya ini hiks hiks" Rere menangis tersedu-sedu.
"Sayang bagaimana kalau aku memberikan hukuman kepada mereka dengan cara menjebloskan mereka ke penjara apa kau sudah setuju sekarang setelah melihat apa yang mereka lakukan terhadap dirimu dan ibu mu" kata Varo memeluk istri nya itu.
"Aku setuju, mungkin itu balasan yang setimpal untuk mereka berdua" sambung Rere hanya bisa menangis tersedu-sedu dalam dekapan suami nya itu.
Mona dan Deren seratus persen sudah tidak dapat membantah dengan bukti nyata yang telah di tampilkan itu.
"A a a aku" Mona berbicara dengan gugup.
"Sudah cukup pembelaan mu nenek tua, itu sudah ada bukti aku bosan mendengar ocehan mu itu!" kata Samuel dengan kesal menatap Mona.
Mona merasa trauma mendengar suara dan melihat sosok Samuel bocah itu tidak bocah seperti seumuran nya, dia sangat menakutkan dan menyeramkan dalam tindakan dan cara bicara nya, tubuh Mona bergetar hebat seperti nya kali ini dia bukan jatuh ke kadang singa, tetapi dia langsung masuk ke dalam lubang neraka. Membantah pun sekarang tidak ada guna nya.
"Cukup sampai disini, Reno kau jebloskan mereka berdua ke penjara dan berikan bukti bukti itu kepada pengadilan" kata Varo berdiri dan menggendong Rere keluar ruangan itu ala bridle style karena gadis itu sudah tidak dapat berbuat apa apa lagi.
"Dan kau Samuel cari informasi siapa sebenarnya yang menyuruh dua pria itu, kau bebas menggunakan cara apapun asalkan dia berbicara" sambung Varo.
"Asikkkk akan aku kerjakan" kata Samuel dengan senang.
Deren berteriak dengan keras kearah Varo dan mengatakan.
"Varo asal kau tahu aku tidak berniat membunuh Risa ada yang mengincar kalian, lihat saja kau akan mati ha ha"
"Mas apa yang ayah bicarakan ada yang mengincar mu" kata Rere.
"Dia hanya menakuti kita, jangan terlalu memikirkan nya, kau sedang hamil ingat itu" balas Varo mengecup kening istrinya dan berlalu pergi.
krek..
*pintu ruang eksekusi di tutup dan berakhir untuk kali ini.
#Bersambungggg
Maaf yah hari ini bakal update satu dulu karena ada kendala dengan jadwal. besok bakal update 3 bab kayak biasa nya makasih kakak semua*.
__ADS_1