Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 62-SARAPAN BERSAMA ASISTEN


__ADS_3

Sudah dua minggu lebih sejak kejadian yang menimpa Alice, para teman dan sahabat yang berkunjung juga sudah lama kembali ke habitat mereka masing-masing, kondisi Alice sudah sembuh total dan tanpa bekas luka karena di rawat oleh dokter yang tepat.


Sinar matahari memasuki celah kamar pasangan Alferoz itu, Anggun mengeliatkan badan nya serta meregangkan badan nya itu agar lebih rileks, pandangan nya tertuju kepada suami yang tidur di samping diri nya itu dengan wajah bantal nya, karena mereka semalam melakukan olahraga membuat Anggun sedikit lelah.


"Hmm, Kau lebih baik jika diam,"ujar Anggun tersenyum menoel-noel pipi suami nya itu.


Seketika itu Anggun melirik dada bidang Reno yang terdapat otot-otot kekar, membuat mata gadis itu sangat di manja kan lalu dengan jahil Anggun membuat bekas kissmark di sekujur leher Reno dan dada pria.


"Sudah, kalau begini kan bagus,"ujar Anggun tertawa sendiri melihat kondisi leher suami serta dada nya itu.


"Mampus di ketawain satu kantor,"ujar Anggun turun dari kasur dan memilih mandi.


Anggun adalah istri yang baik maka dari itu Dia membangunkan Reno, hari ini mereka mulai masuk kantor lagi.


"Hubby, yuhuuuu suami bangun,"ujar Anggun berbisik di telinga pria itu.


Seketika itu Reno mengerjapkan mata nya dan melihat Anggun yang sudah rapi dan wangi, pria itu dengan wajah cemberut dan masuk setengah sadar duduk di atas kasur.


"Kok kamu udah cantik? Kan mau mandi bareng,"ujar Reno sesekali menguap dan cemberut menatap Anggun.


'Untung mandi duluan, kalau ga bisa lama,' batin Anggun yang merasa menang.


"Cepat mandi, hari ini mau masuk kantor lagi kan,"ujar Anggun kepada suami nya itu.


Pria itu hanya duduk kesadaran nya sudah seratus persen, pria itu hanya memakai boxer nya saja dan turun dari kasur menghampiri Anggun lalu memeluk tubuh pendek istri nya, sambil mengoyang-goyangkan tubuh nya dengan manja.


"Kamu sih, mandi duluan, Aku kan jadi males mandi nya Little,"ujar Reno memainkan rambut gadis itu.


"Udah sana mandi, atau ga Aku sarapan dulu, soal nya Chen Fei sama Keenan udah nunggu di bawah loh,"ujar gadis itu menjauhkan kening suami nya dengan telunjuk.


"Ck, yasudah,"ujar Reno sesekali melirik Anggun dengan wajah cemberut seolah-olah mengkodekan kalau Dia sedang kesal.


'Lucu banget itu jadi pengen gigit,' batin Anggun melihat suami nya.

__ADS_1


Dengan cekatan Anggun memilih setelan jas suami nya lalu pergi keluar kamar menuju meja makan menunggu Reno untuk makan bersama, di lihat nya Chen Fei dan Keenan berjauhan duduk dan mereka hanya memasang wajah datar.


"Apa seorang asisten memang memiliki jiwa-jiwa wajah datar semenjak kuliah dulu? Apa itu termasuk pembelajaran?"tanya Anggun dengan heran kepada para asisten diri nya serta suami nya itu.


Anggun melangkah kan kaki nya berlalu menuju dapur dan melewati ke dua orang itu, sebelum nya Dia mengajak untuk sarapan bersama.


"Kalian, ayo sarapan bersama Aku memasak kan nasi goreng indonesia toh ini sangat berbeda dengan yang lain nya,"ujar Anggun kepada dua orang itu.


Seketika itu Keenan langsung berdiri dan mengikuti langkah Anggun ke meja makan.


"Keenan seperti nya Kau sangat ingin mencoba,"ujar Anggun mengoda asiten suami nya itu.


"Saya merindukan bekerja di sana saat masih di Black Devil Nona, jadi saya rindu masakan tempat saya,"ujar pria itu dengan jujur.


"Haha Kau tidak sesuai tampang mu ketika berbicara,"ujar Anggun tertawa menepuk bahu pria itu.


Reno yang baru turun itu melihat Anggun berbincang dan tertawa sesekali menepuk bahu Keenan membuat nya berdecak kesal dan langsung menghampiri Keenan dan mendorong tubuh sang asisten menjauh dari istri nya.


Bruk..


"Jangan pegang istri ku, dan Kau jangan sok lemah jika kau bisa membunuh orang tanpa belas kasihan dan memukul mereka, kenapa Aku mendorong mu menjadi mendrama,"kesal Reno kepada asisten nya itu.


Keenan berdiri dan mengerutkan kening nya dengan heran.


"Memegang? Tapi Nona Anggun tertawa dan memukul saya itu penyiksaan bukan di pegang Tuan,"ujar Keenan yang tidak habis pikir dengan CEO Alferoz itu.


"Sama saja,"ujar Reno menarik tangan istri nya untuk duduk di meja makan.


"Sama saja? Sejauh itu perbedaan nya,"gumam Keenan yang merasa ternistai akibat perkataan Reno.


Sedangkan Anggun yang melihat itu selagi terkekeh melihat suami nya yang sangat posesif kepada diri nya itu, Anggun duduk di samping Reno lalu berkata.


"Hubby Kamu jangan begitu eh sama Keenan, emang Aku yang mukul Dia,"ujar Anggun kepada suami nya itu.

__ADS_1


"Kok kamu belain Dia sih, suami kamu siapa?"tanya Reno dengan wajah kesal nya.


"Astaga kamu kenapa sih gemas banget,"ujar Anggun yang tidak dapat menahan mulut nya itu.


Seketika itu Reno mengerutkan kening nya mendengar ucapan Anggun, apa maksudnya nya dengan mengemaskan, Reno merasa Dia biasa-biasa saja dan malah sikap nya seperti biasa.


"Maksud kamu?"tanya Reno dengan heran.


"Ck dasar ga sadar diri memang, sini peluk,"uajr Anggun memeluk pria itu dengan penuh kasih sayang.


Reno yang mendapat pelukan itu tentu tidak menyia-yiakan nya Dia membalas pelukan Anggun sambil mengelus rambut gadis itu sesekali dengan senyum mengembang nya.


"Emm Tuan, Nona apa saya boleh makan?"tanya Keenan yang memecah moment romantis itu.


"Ck, Kau ini tidak lihat kami sedang sibuk,"ujar Reno kesal.


"Sudah ayo makan,"ujar Anggun mengajak mereka makan semua.


Mereka berempat makan dengan hanya Chen Fei yang diam, Reno terus mendapat suapan dari Anggun, pria itu sangat manja kalau bersama istri nya entah apa yang Anggun lakukan sehingga membuat nya sangat penurut seperti itu.


"Kenapa kau melihat ku, apa kau iri?"tanya Reno kepada Keenan dengan senyum miring nya kepada asisten nya itu.


"Maka nya kalau iri, cepat lah menikah atau punya pacar biar kau bisa di suapi oleh seseorang,"ujar Reno sesekali dengan tatapan mengejek.


"Iri? Tidak saya hanya kasihan kepada Nona Anggun karena harus mengurus bayi besar seperti Anda,"ujar Keenan dengan wajah tanpa berdosa nya mengatakan itu.


Bruk..


Reno yang mendengar itu seketika kesal dan melemparkan kotak tisu yang ada di meja makan ke wajah Keenan.


"Sebaiknya kau diam, atau gaji mu yang di potong,"ujar Reno yang malah kesal sendiri.


"Apa salah ku lagi, Aku cuman jujur bukan?"

__ADS_1


__ADS_2