
Pintu mansion Antara di buka lebar oleh Alice, Dia berjalan melihat interior demi interior ruangan itu dengan tatapan kagum nya hingga akhirnya tatapan nya terhenti karena keluarga dan teman-teman nya ada di sana.
"Alice selamat kembali dari liburan, rumah mu sangat bagus,"ucap Degava kepada wanita itu dengan heboh.
"Lah De, Ion, Mom dan Dad juga? Eh kak Anggun juga, miss youu,"ujar Alice berlari melihat sang kakak ipar yang seumuran dengan nya itu dan paling mengerti diri nya.
"Al, rumah kalian bagus,"ucap Anggun yang sedang duduk di sofa dan di samping nya ada Reno.
Belum sampai Alice menerima rentangan tangan Anggun, kening nya sudah di tahan oleh Reno terlebih dahulu.
Duk...
"Aduh kak kening ku,"ujar Alice meringis menahan sakit di kening nya akibat dorongan Reno yang tanpa nego-nego.
"Kau peluk saja suami mu, ini milik ku,"ucap Reno memeluk Anggun dengan posesif dan menjatuhkan kepala nya di dada Alice dengan manja.
"Apaan sih dah kak, Aku cewe loh,"ujar Alice menghentakan kaki nya kesal melihat keposesifan Reno.
Haha...
Semua orang tertawa melihat Alice yang marah-marah tapi Reno mencuekan nya dengan terus memeluk Anggun yang sedang mengusap kepala nya.
"Yaudah deh Aku peluk suami Aku aja,"ucap Alice memeluk Michele yang berdiri di belakang nya.
"Sudah ayo duduk, Mommy udah masak loh kita makan-makan,"ucap Alessia mengatakan itu.
Mereka akhirnya memilih untuk makan siang karena penerbangan Alice dan Michele sampai di kediaman mereka siang hari jadwal nya, mereka bertukar cerita di meja makan, sesekali juga gadis itu di goda oleh teman nya.
"Gimana sayang, lancar kan kamu buat cucu untuk Mom,"ucap Alessia yang sangat suka menanyakan hal itu kepada Alice.
"Lancar jaya abadi Mom,"ucap Alice mengunyah makanan kesukaan nya.
__ADS_1
Sedangkan Michele sedang was was menunggu Alice berkata vulgar dan Dia sebagai suami akan siap menyumpal mulut Alice agar tidak berkata seperti itu.
"Al, Dad sudah mendengar nya dari Reno jika kau sudah memutuskan ingin bergabung di perusahaan, satu hal yang patut kau ketahui, kami tidak akan memaksa mu, karena kau sudah memiliki suami dan kau bisa melangkah dengan keinginan mu sendiri, jadi lakukan seperti apa yang sudah Daddy ajarkan,"ucap Dante berkata dengan tatapan tegas nya.
"Iyah Dad, Alice keren ga? Dad sama Mom nonton kan, ya kan,"ujar gadis itu menaik turun kan Alis nya dengan bangga seolah-olah Dia sangat hebat, tapi emang hebat.
"Hmm,"ujar Dante melanjutkan makanan nya.
"Dasar Daddy sama aja kayak Kak Reno,"kesal Alice cemberut.
Tentu semua orang di sana bangga, bisnis? Adalah ranah tempat semua orang bersaing, seorang wanita masih di kata sedikit terjun ke dalam dunia bisnis, bukan berarti tidak ada kata tidak mampu, tapi bisa di bilang para pria lah yang banyak turun bekerja dalam bisnis, hanya ada segelintiran wanita pembisnis saja.
Dan Alice mungkin adalah salah satu orang berbakat seperti Dante dan Reno secara wanita kecil itu adalah keluarga Alferoz yang kritis.
"Kak Anggun juga dulu lebih hebat kan jalanin perusahaan sendiri, Kak Anggun berarti ga kalah pintar dong sama Kak Reno,"ucap Alice yang selalu saja ada pertanyaan dan tidak bisa diam.
"Aku hanya mengikuti apa yang di ajarkan orang tua ku Al,"ujar Anggun yang senang di bilang lebih pintar dari Reno.
"Michele apa kau dan Alice akan menunda memiliki anak dulu?"tanya Dante yang tiba-tiba.
Seketika mata Alessia menajam mendengar pertanyaan itu yang di lontarkan Dante, tapi ada benar nya secara mereka berdua sama-sama sibuk, terlebih Alice harus menyelesaikan study nya, Michele memikirkan itu seketika sedikit kecewa.
'Aku lupa saking bahagia nya, apa kami akan menunda dulu saja,' batin Michele seketika berhenti makan.
Grep..
"Aku tidak akan menunda, tolong Dad Aku sudah memenuhi sks ku untuk wisuda bulan depan, Aku seambis ini, dan masalah anak kami akan menerima kapan saja, Mom dan Dad kan pasti bisa membantu kami menjaga mereka atau pun Mom dan Dad Antara juga bisa tinggal di sini,"ucap Alice mengengam tangan Michele.
Hati Michele seketika menghangat Alice bisa memutuskan hal itu secepat yang Dia bisa, seperti nya gadis itu mengetahui kalau diri nya memang sudah cukup umur untuk memiliki anak dan tidak bisa menunda lebih lama lagi.
"Hmm, baguslah,"ucap Dante mengangguk memahami solusi cermat dan kritis anak nya.
__ADS_1
"Benar sayang, jangan menunda, selagi kalian bekerja titipkan kepada kami, kalian bisa mengurus nya bersama ketika pulang kerja, itu tidak masalah sungguh,"ucap Alessia yang langsung kalang kabut mendengar pertanyaan Dante.
"Terimakasih sayang, bagaimana Aku bisa mendapatkan istri yang baik seperti mu, seperti nya takdir tidak membawakan pendamping hidup yang salah,"ujar Michele mengecup kening istri nya.
Sungguh adegan romantis, tapi apakah Michele sadar mereka sedang ada di meja makan saat ini.
"Haduh pasangan muda tidak Reno dan Anggun di rumah, Alice dan Michele di sini juga romantis,"ucap Alessia dengan senyum nya.
Ekhem..
Michele berdehem untuk menghilangkan kegugupan nya sedangkan Alice malah memeluk nya manja karena senang di perlakukan manis oleh Michele.
Mereka akhirnya selesai makan semua orang bersantai di ruang tamu, Degava, Anggun dan Alice membuka pembicaraan.
"Al Pak Teo nanyain kamu loh,"ucap Degava megatakan itu sambil mengunyah cemilan nya.
"Lah untuk apa? Aku tidak ada matkul sama Dia, and Aku mau selesai semester ini, Aku akan wisuda selamat tinggal para mahasiswa abadi,"ucap Alice malah mentertawakan itu.
Sedangkan Michele yang duduk jauh dari Alice seketika menaikan alis nya mendengar kembali nama Teo.
"Dok,"ucap Rion menyapa pria itu.
"Iyah Rion bukan,"ucap Michele menyapa, mereka memang sangat jarang menyapa satu sama lain walaupun sering bertemu.
"Saya sebenarnya tidan mau ikut campur urusan orang lain, tapi dokter Anda tahu pembicaraan barusan tentang Teo itu kan, apa Anda mengenal nya?"tanya Rion malah bertanya.
"Aku pernah mendengar nya dari Alice, Dia seorang dosen dan teman Alice, apa ada masalah?"tanya Michele yang mulai penasaran.
"Sebenarnya ini hanya pandangan ku sebagai pria, Pak Teo seperti nya menyukai istri Anda, karena saat itu Aku melihat nya beberapa kali memandang Alice, dan lebih tepat nya saat Aku membawa Alice pergi dari nya,"ujar Rion menjelaskan bagaiman pertemuan hari itu.
Michele tampak berpikir lalu hanya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
"Terimakasih Rion, Aku akan menemui pria itu,"