Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 22- Black card


__ADS_3

part 22- black card


"oca jangan seperti itu" ujar bemo


"kau diam saja, kenapa kau selalu membela nya? apa kau menyukai nya hah?" kesal oca menatap bemo.


"aku tidak" ujar bemo.


"maka dari itu jangan kau bela gadis jelek ini terus" kesal oca menatap bemo.


"hei nenek sihir jaga mulut mu atau aku akan mencabik nya" ujar clara yang ikut kesal.


"sudah cla, ayo kita pergi dan bayar ini" ujar rere.


"apa aku perlu membantu mu membayar nya?" ujar oca meremeh kan rere.


rere yang juga kebingungan harus membayar apa secara baju baju itu sangat mahal dan sementara kartu anggun tidak bisa di gunakan. lalu ia teringat kartu yang di berikan oleh varo dan mengeluar kan dari tas nya.


'aku akan mencoba memakai ini'


"apa ini bisa untuk membayar belanjaan aku dan teman teman ku" rere memberikan kartu itu kepada pelayan toko.


"te te tentu nona sangat bisa, silahkan di tunggu dulu" ujar pelayan toko itu.


"hah black card, kenapa kau menyimpan nya dari tadi dasar" anggun menghela nafas nya.


'sial kenapa dia bisa memiliki black card itu?" batin oca menatap rere.


"pembayaran nya selesai. silahkan datang kembali yah kak" ujar pelayan toko itu mengembali kan kartu milik rere.


"wahh seperti nya kau men ****** dengan sukses, pria tua kaya mana yang kau tiduri sampai mendapatkan black card" sindir oca.


"hei kau jangan menghina teman ku" clara menarik rambut oca.


"lepaskan dia clara" ujar bemo melepaskan cengkaraman clara.


"kau jaga pacar mu kak, atau kami akan menghabisi nya" ujar anggun.


"apa kalian mendapat kan kartu itu dengan pria yang sama dan melakukan nya bersama" ujar oca, wanita itu sudah tidak dapat menahan emosi nya. dari dulu ia sangat membenci rere yang selalu terlihat akrab dengan bemo.


"jangan kau menghina kami, asal kau tau aku tidak semurahan itu sehingga melakukan nya, atau mungkin saja kau" rere mengucap kan itu dengan lantang, entah dari mana ia mendapat kan keberanian itu.


"kau" oca melayang kan tamparan nya kepada rere.


rere hanya bisa memejam mata. saat tangan wanita itu hampir mengenai pipi mulus nya.


entah kenapa tamparan itu sangat tidak sakit. saat ia membuka mata nya ternyata sebuah tangan menahan tamparan itu.


"jangan berani kau menyentuh nya" tatap varo dengan penuh intimidasi kepada oca, dan menghempas kan tangan nya.


"jangan ikut campur urusan ku" ujar oca.


"ikut campur kau bilang" sungguh varo sangat kesal atas tuduhan wanita itu kepada rere.

__ADS_1


"mas varo sudah biar kan saja" ujar rere menahan lengan varo.


"hei hei apakah ini sugar daddy mu, kenapa dia sangat tampan, dan kau mending dengan dari pada gadis kecil ini" ujar oca.


"oca apa yang kau katakan hah" ujar bemo.


"jangan menghina ku, aku tidak tertarik dengan sampah" kata varo dengan dingin.


bemo menatap orang yang ada di dekat rere itu, dan ternyata dia adalah ceo di perusahaan tempat bemo bekerja.


"tu tu tuan varo apa yang sedang kau lakukan disini" ujar bemo menyapa ceo di perusahaan nya itu.


"sayang kenapa kau malah bertanya pada nya, dia mencengkram tangan ku sangat kuat, harus nya kau bicara pada ku, di menghina ku juga" ujar oca menatap bemo.


"di ceo di perusahaan ku" ujar bemo.


"rere beruntung sekali kau yah seperti nya atas kematian nenek mu, tuhan membalas dengan menjadikan kau seorang pemanas ranjang ceo william group" kata oca.


"hei kak jaga ucapan mu" bentak clara.


"apa yang kau bilang?" rere menampar kuat pipi oca atas penghinaan yang dituduh kan kepada nya.


"ingat jangan sekali kali membawa nama keluarga ku kak" tatap rere dengan penuh emosi.


"seharus nya kau begini, setiap ada orang yang menindas mu gadis kecil" senyum varo.


bluss~


'astaga apa aku gila sudah menampar kak oca' batin rere.


"Nona seperti nya aku mengenal baik ayah mu, jangan sampai karena kau menghina istri ku sampai membuat ku turun tangan" ujar varo penuh penekanan.


"istri?" tatap oca dengan bingung


"ya dia istri ku dan bukan pemanas ranjang seperti yang kau tuduh kan" ujar varo dengan lantang.


"ayo kita pergi" varo menarik tangan rere untuk keluar dari toko itu.


"nona oca fernandes jangan lewat kan kejutan ku" kata varo dengan dingin.


Semua kenyataan yang di dengar oca pun seketika membuat nya shock, ia tidak habis pikir dengan kelakuan yang ia perbuat bisa menghina nya seperti ini.


'rere seperti nya kau sangat beruntung, liat saja apa yang aku lakukan' batin oca


Di dalam mobil menuju mansion ke diaman william.


"om "


"kau diam"


"om "


"apaaa" kata varo menatap rere.

__ADS_1


"apa kau tak merasa meninggal kan seseorang?" tanya rere menghela nafas.


"siapa?" tanya varo dengan santai.


"reno sekretaris mu, dan tadi aku juga liat ada om axel serta teman teman ku" kata rere.


"astaga kenapa aku lupa" ujar varo dengan kesal.


"hahaha" rere tertawa melihat tingkah varo yang seperti itu.


"kenapa kau tertawa"


"kau sangat lucu om, kenapa seorang ceo william yang di puji puji orang itu ternyata per lupa jika sudah kesal" ujar rere sambil tertawa.


varo memang sepertu itu jika ia sedang kesal kepada seseorang. ia akan melupakan orang orang yang berada di sekeliling nya


"kau" varo kesal karena rere mengetahui hal itu, ia juga tidak dapat membantah.


"cepat ayo balik" kata rere.


"tidak usah, biar mereka pulang sendiri" ujar varo.


Di parkiran mall


"Dasar bajung lapuk, kenapa dia bisa lupa kepada kita" kesal axel.


"saya akan meminta supir mengantarkan mobil tuan axel" ujar reno.


"kau panggil, aku akan meminta supir ku untuk menjemput ku" ujar axel.


"pak axel, dimana alisa?" tanya clara.


"di rumah" kata axel dengan dingin.


"wah mantan pak kepsek nih bos" ujar anggun.


"hahaha apa kau tak tau pak axel kan sudah berhenti, dia pengangguran" kata clara dengan blak blak an.


"kalian tidak sopan, saya juga pernah jadi guru kalian" kata axel.


reno yang tak paham arah pembicaraan itu hanya diam, entah kenapa reno tidak bisa berhenti menatap anggun yang sangat cantik itu dengan rambut short hair nya.


'cantik' batin reno.


"aelah pak jangan marah marah dong, apa perlu bapak kerja di perusahaan daddy saya" canda anggun.


'aku tarik lagi dia bar bar' batin reno yang tidak jadi memuji itu.


Bersambung.....


jangan lupa like nya~


makasih yang sudah like:)

__ADS_1


__ADS_2