
Mobil mewah milik keluarga Arnolda membelah jalanan ibu kota di siang hari yang terik itu, di kursi belakang terdapat Axel, Clara dan di samping kursi supir yang di kemudikan ada Roy yang sedang menjalankan mobil tersebut.
"Daddy, Alisa juga harus nya tadi duduk dekat Mommy aja!"ucap gadis itu dengan kesal menatap Axel yang malah mesra-mesraan dengan Clara di kursi penumpang.
Axel yang mendegar rengekan anak nya yang duduk di depan itu, hanya tersenyum miring saat sebelum berangkat tadi.
Flasback on..
"Baiklah ayo kita berangkat Roy,"ucap Axel mengandeng tangan istri nya lalu memasangkan sandal yang nyaman.
"Silahkan Tuan,"ucap Roy membuka kan pintu mobil.
"Tunggu!!!!!"teriak Alisa yang berteriak dari dalam mansion.
Gadis itu ternyata menganti baju sekolah nya dengan baju rumah dahulu, karena Dia ingin ikut ke rumah sakit untuk jadwal cek up Mommy nya itu, Alisa juga pernasan apa jenis kelamin adik nya.
"Mommy, Daddy ikut,"ucap Alisa yang ngos ngosan baru datang dan langsung masuk saja menyelinap ke kursi belakang.
Axel memasukan kepala nya ke jendala mobil yang terbuka, dan menatap Alisa dan Clara yang sudah saling tertawa, sebenarnya mereka bisa saja berbagi tempat duduk bertiga, tapi Axel yang tahu Alisa akan membatasi nya dengan kesal memiliki ide.
"Jangan duduk dekat Mommy, atau jangan pergi,"ucap Axel menatap anak nya itu.
"Kok gitu sih Daddy, Mommy Alisa boleh ikut kan?"ucap gadis itu merengek kepada Clara.
"Tentu sayang boleh, apa sih yang ga buat kamu,"ucap Clara mengusap kepala anak nya itu dengan kasih sayang.
"Muachh, makasih Mommy, boleh Dad,"ucap Alisa mengecup pipi Clara sambil mengejek Daddy nya.
"Ayo main batu gunting kertas, yang menang boleh duduk dekat Mommy, tidak boleh lagi memprotes,"ucap Axel kepada Alisa.
Alisa yang mendegar perkataan Axel sempat menolak, karena Dia tidak mau dan sudah pasti ingin dengan Clara, tetapi Axel berkata agar semua itu adil dan tidak ada yang berbagi tempat duduk di sini.
"Baiklah Ayo Daddy,"ucap Alisa menyembunyi kan tangan nya bersiap mengikuti permainan.
__ADS_1
Begitu pun dengan Axel yang juga dengan serius mengikuti permainan tersebut.
"Batu, gunting, kertas" ucap Axel dan Alisa.
Happ..
Akhir nya Axel mengeluarkan batu dan sementara itu Clara mengeluarkan gunting, otomatis Alisa sudah kalah di permainan dan menyikir lah dengan senang hati untuk duduk pindah di depan.
"Di persilahkan kepada Nona muda Arnolda untuk pindah,"ucap Axel tertawa mengejek kepada anak nya itu.
"Daddy tapi ka-,"ucap Alisa terpotong saat Axel mengoyangkan jari telunjuk nya kanan dan kiri menyuruh gadis itu untuk diam.
"Eits jangan membantah ini sudah kesepakatan kita, pantang sebagai keluarga Arnolda menarik kata-kata nya kembali,"ucap Axel masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Alisa yang cemberut duduk di depan.
"Honey, kau ini selalu sangat hobi mengerjai Alisa,"ucap Clara mencubit pinggang suami nya itu.
Sementara yang di marahi hanya bisa menahan tawa nya menatap sang anak cemberut menatap dari kaca mobil.
"Alisa sudah yah, kita mau sampai apa kau tidak ingin mengetahui adik mu ini Dia seorang perempuan atau laki-laki,"ucap Clara menenangkan Alisa itu.
"Oke Mom,"ucap Alisa yang langsung menurut itu tanpa membantah lagi.
"Daddy, awas saja,"gumam Alisa menatap tajam Axel memberi nya kode seperti akan mencekik pria itu.
'Nona muda sangat seram, memang titisan Tuan Axel sangat pemberani,' gumam Roy menatap Alisa yang mengancam Daddy nya itu dengan kepalan tangan.
Akhirnya, mobil mereka sampai di rumah sakit internasional of William, mereka turun bersama dan langsung menuju ruangan dokter yang sudah membuat janji dengan keluarga Arnolda itu, Axel mengambil kursi roda dan menyuruh istri nya untuk duduk dan tidak berjalan.
"Honey, kau itu selalu saja berlebihan,"ucap Clara yang duduk di atas kursi roda dan di dorong oleh Axel.
"Ini juga bentuk cinta ku padamu Sayang,"ucap Axel tersenyum kepada istri nya itu.
"Baiklah, kau memang suami tercinta ku,"ucap Clara hanya tersenyum menanggapi pria itu.
__ADS_1
'Hah mulai lagi kemesraan Mommy, Daddy,' gumam Alisa hanya bisa menatap dan berjalan dengan langkah kecil nya di samping Axel serta Clara, lalu di ikuti Roy di belakang mereka.
Ruangan dokter spesialis kandungan
Di dalam ruangan itu hanya ada Axel, Alisa dan Clara serta dokter yang akan memeriksa Clara, sementara itu Roy menunggu di depan pintu rumah sakit itu, bersama dengan dua bordyguad yang lain yang jauh menjaga mereka tadi.
"Baiklah Nyonya Arnolda, kita akan memulai pemeriksaan nya,"ucap dokter itu tersenyum.
Dokter itu mengusap dan mengoleskan suatu gel kepada perut Clara, lalu menempelkan sebuah alat yang menghasil kan gambar di layar monitor, dokter itu dapat melihat pergerakan anak serta tumbuh kembang dan jenis kelamin nya.
"Wah seperti nya anak kalian, akan menjadi pria yang tampan,"ucap dokter itu tersenyum.
Seketika raut wajah Axel, Clara dan Alisa tersenyum bahagia mendegar jenis kelamin dari junior, keluarga Arnolda tidak mempermasalah kan jenis kelamin anak Clara, yang mereka harap kan yang penting junior akan tetap sehat, serta baik perempuan atau laki-laki mereka tetap akan menyambut nya bahagia seperti saat sekarang ini.
"Benarkah, anak ku laki-laki, haduh pasti ini bakal mirip Daddy nya kayak anak nya Rere,"ucap Clara sambil tertawa.
"Hore, junior ternyata sudah memiliki jenis kelamin,"ucap Alisa yang sangat ambigu itu.
"Daddy sangat bahagia, walaupun laki-laki atau perempuan,"ucap Axel mengecup kening Clara.
Setelah pemeriksaan menyeluruh, akhir nya Axel dan Clara mendegar penjelasan tentang kesehatan bayi nya yang lain dari dokter.
"Tuan, Nyonya anak kalian sangat sehat karena mendapat asupan yang bergizi, tapi Tuan tolong lebih ingat kan lagi kepada Nyonya untuk mengurangi cemilan agar berat badan nya saat melahirkan tetap sesuai aturan,"ucap dokter itu menatap Clara dengan tersenyum.
"Sayang dengar kata dokter, Aku melarang mu tapi kau tidak mendegar,"ucap Axel mengusap rambut istri nya.
"Baik dok, Saya akan lebih mengontrol makanan saya ke depan nya lagi kok, kali ini saya tidak akan makan berlebihan lagi,"ucap Clara dengan penuh tekad itu.
Mereka akhirnya keluar dari ruangan pemeriksaan sambil tersenyum, Axel menatap Roy yang membuka kan pintu untuk diri nya dan istri nya itu dan mendudukan Clara kembali di atas kursi roda.
"Roy, seperti nya Kau akan mendapatkan Tuan muda kecil yang tampan,"ucap Axel kepada asisten nya itu.
'Sekali lagi, sifat keras kepala seperti Tuan ku ini memang tampan, tapi Aku harap sifat nya akan lebih kepada Nyonya Clara,' batin Roy hanya tersenyum membalas jawaban Axel.
__ADS_1