
'Bisa-bisa nya calon suami ku Dia, astaga Aku sering mengatai nya pembantu, seperti nya Aku akan di katai balik, secara Dia itu si Alferoz, Akh sungguh si*al diri ku' batin Anggun.
Brak..
Anggun mengebrak meja makan itu, semua orang menatap diri nya, Anggun yang menyadari kesalahan nya itu langsung mengaruk tengkuk belakang nya dengan canggung.
"A a a nu Anggun permisi mau ke toilet dulu,"ucap Anggun pergi permisi dari sana.
"Baiklah sayang, cepat lah kembali kita akan segera makan,"ucap Alessia kepada calon menantu nya.
"Baik Tante,"ucap Anggun pergi dari ruangan itu.
Sementara itu Samuel yang menatap kepergian Anggun hanya tersenyum kecil, melihat kekesalan wajah gadis itu.
"Reno sebaiknya kau ikuti Dia, Aku tahu Anggun pasti sedikit kesal, karena di sini hanya Dia yang tidak mengetahui calon suami nya, dan kau sudah tahu bukan,"ucap Samuel menatap sekilas wajah kakak sepupu nya itu.
"Reno apa kau sudah mengenal Anggun?"tanya Dante dengan bingung.
"Benar sekali Dad, Dia dan Anggun bagaikan anji*ng dan kucing tidak pernah akur sama sekali,"ucap Samuel yang malah tertawa mengigat itu.
"Diam kau,"ucap Reno tajam kepada Samuel itu.
"Ternyata kalo jodoh tidak akan kemana, pepatah itu nyata yah jeng,"ucap Alessia kepada Ananda.
"Iyah jeng, saya juga ga tau loh kalo Anggun udah kenal Reno,"ucap Ananda yang memang tidak tahu sama sekali.
"Bagaimana mereka bisa saling mengenal, Aku rasa Reno adalah tipe yang mengekor kepada Varo saat di indonesia, bagaimana Dia bisa bertemu dengan gadis,"ucap Dante yang juga penasaran.
"Anggun itu sahabat nya istri dari Tuan William Dad,"ucap Samul menyeruput juice yang ada di meja itu.
"Wah Anggun ternyata berteman dengan istri dari William,"ucap Dante yang beroh ria itu.
__ADS_1
Reno yang mulai jengah itu, memutuskan minta izin keluar sebentar dan ingin ke toilet, sebenar nya Dia paling malas ada pertemuan keluarga seperti ini, toh kan ujung-ujung nya di nikah kan, langsung acara saja, pikir Reno.
"Saya permisi sebentar,"ucap Reno dengan wajah datar nya.
"Maaf yah jeng, emang sikap cuek kayak gunung es itu nurun dari bapak nya, susah buat senyum, saya takut nanti Anggun malah mudah naik darah nanggapin sikap Reno,"ucap Alessia yang di iring tawa.
"Gapapa jeng, karena biasa bisa jadi cinta,"ucap Ananda tertawa kecil juga.
Di sisi lain Anggun mencuci tangan nya dengan kasar dan raut wajah kesal, gadis itu menatap cermin dengan jengah, kenapa bisa-bisa nya pria itu.
"Apakah dunia sesempit ini?"ucap Anggun frustasi.
'Aku sangat malu, Aku sering mengatai nya pembantu, mana ada pembantu orang terkaya dunia, tapi itu juga salah Dia sih ngapain kok bisa jadi asisten nya kak Varo, padahal Dia udah kaya,' batin Anggun.
"Tau deh,"ucap Anggun keluar dari toilet itu.
Saat Anggun ingin keluar dari toilet itu, seorang pelayan yang membawa nampan berisi botol wine dan gelas itu menabrak Anggun yang tiba-tiba keluar, sontak Anggun yang terkena tumpahan wine yang sudah di tuang itu mencoba meraih apa saja agar tidak terjatuh.
"Akh,"
Anggun menarik sebuah ujung jas seseorang yang melewati nya juga, sontak pria yang ujung jas nya di tarik itu karena mendapat tarikan tiba-tiba langsung tersungkur, Anggun menindih tubuh pria itu.
"Aduh, untung ga sakit,"ucap Anggun yang masih terbaring di atas tubuh si pria.
"Tuan, Nona apa anda baik-baik saja, Saya akan mengambil tisu, tunggu sebentar,"ucap pelayan itu langsung terbirit birit kabur.
Pria yang di tindih itu, merasa kepala nya sakit karena benturan belakang kepala yang mendadak, pria itu menatap Anggun yang masih terduduk di atas badan nya.
"Apa kau nyaman dengan posisi ini, nanti jika kita sudah menikah, kita akan memakai posisi ini untuk bercinta,"
Suara bariton itu terkenal jelas di telinga Anggun, sontak Anggun yang baru tersadar itu langsung berdiri dengan kesal, begitu pun Reno yang langsung berdiri.
__ADS_1
"Ck, kau lagi,"ucap Anggun kesal membersih kan siswa wine yang tumpah di gaun nya.
"Mau sekuat apapun kau menolak, keluarga ku sudah membantu bisnis keluarga Edward, kau tidak bisa menolak pernikah nya,"ucap Reno dengan santai.
Anggun melirik ujung ekor mata pria itu dengan kesal, Anggun mendegus kan nafas nya.
"Maka nya seharus nya kau cepat menikah, apa kah yang Alice katakan benar kau itu seorang gay, maka nya membuat mu tidak mengigin kan wanita,"ucap Anggun bersiap pergi dari sana.
Grep..
Reno yang mendegar itu sangat kesal, pria itu menahan pergelangan Anggun lalu menghempaskan tubuh Anggun ke dinding, Anggun yang mendapat perlakuan mendadak itu hanya diam membalas menatap tajam mata Reno.
"Jadi Alice mengatakan itu? Dia sangat bisa mengatai ku, awasa saja Aku tidak akan menyisih kan uang jajan untuk nya,"ucap Reno dengan kesal.
Ucapan yang keluar dari mulut Reno menerpa udara di wajah Anggun, nafas Reno terasa terdengar jelas, wangi mint dari pria itu sangat dominan pada nya.
"Itu urusan mu, tolong minggir,"ucap Anggun kepada Reno yang masih menatap dekat wajah Anggun.
"Apa kau membuktikan Aku memang bukan seorang gay, hanya saja Aku tidak tertarik bermain dengan pria mana pun,"ucap Reno.
Wajah pria itu semakin dekat kepada wajah Anggun, serta wangi nafas mint dan stroberi dari Anggun bercampur menjadi satu, Reno mengelus belakang leher Anggun dan menekan belakang leher itu agar lebih dekat dan mencium bibir nya.
Reno melu*mat bibir Anggun secara perlahan, sebenar nya ini adalah yang pertama oleh Reno, karena memang Dia sangat tidak suka berinteraksi dengan wanita, Anggun yang mendapat ciuman itu mendorong dada bidang Reno untuk menjauh, bagi Anggun ciuman ini bukan lah yang pertama, karena Dia pernah melakukan nya dengan mantan pacar nya beberapa kali.
"Tuan, Nona maaf men--"pelayan yang melihat itu seketika kaget dan langsung permisi pergi kembali.
"Tuan, Nona sebaik nya lakukan di hotel saja,"ucap pelayan itu lari terbirit-birit.
Ciuman mereka semakin panas, saat Anggun mengalung kan tangan nya di leher pria itu, seketika itu Reno melepaskan ciuman itu, Anggun pun tersadar dan membuang muka nya dengan kesal.
"Apa kau malu? Aku yakin itu bukan yang pertama untuk mu,"ucap Reno kepada gadis itu.
__ADS_1
Reno tahu karena saat orang tua nya mengirim foto Anggun mengatakan bahwasan nya gadis itu adalah calon istri nya, Reno langsung menyelidiki nya dari berbagai aspek. Anggun hanya diam mendegar perkataan Reno, karena itu memang benar itu bukan yang pertama kali nya bagi Anggun.
"Apa kau masih per*awan?"