
Mobil yang di tumpangi Axel dan Clara yang di supiri Roy itu sampai di sebuah sekolah elit mewah ternama itu. Para pengusaha yang ingin memberikan pendidikin dini kepada anak mereka dari berumur tiga tahun sudah bisa mendapat pelajaran di sana, terlebih Alisa sudah belajar di sana sejak kepindahan nya umur empat tahun, kali ini Clara dan Axel sedikit terlambat menemui anak mereka.
Alisa yang sudah mendapat arahan dari guru nya itu, saat ini sedang menatap gerbang sekolah nya, gadis itu terlihat sendu menatap ke arah gerbang, Alisa sangat takut apakah Dia benar memiliki Mommy apa kebahagian kemarin itu hanya mimpi, kalo benar lantas kenapa setiap acara sekolah nya keluarga nya tidak pernah hadir, itu lah yang Alisa pikirkan saat ini.
"Apa Alisa memang tidak punya Mommy yah? Berati kemarin itu mimpi dong" ucap Alisa dengan sendu.
"Alisa Mommy sama Daddy Kamu tidak datang lagi yah?" tanya teman Alisa.
"Kacian banget Alica yah kan tidak peduli, Aku tulut sedih Alica" ucap gadis lain yang datang bersama Ibu nya dan berlalu pergi.
"Nanti Mommy Alisa datang kok" ujar gadis itu menyakinkan teman-teman nya.
Untuk kedua kali nya Dia berharap di gerbang itu ada yang memanggil nama nya dan melambaikan tangan sambil tersenyum, melihat teman-teman nya setiap acara sekolah pasti selalu di temani oleh kedua orang tua mereka, Alisa tidak berharap apapun di hari ulang tahun nya kecuali kehadiran Mommy dan Daddy nya.
"Kamu sih lupa, jadi telat kan" ujar Clara turun dari mobil dengan cemberut.
"Maaf sayang, jangan cemberut nanti Alisa juga cemberut lihat Kamu loh" jelas Axel menatap istri nya itu.
Axel dan Clara menuju ke sekolah yang terlihat ramai itu, mereka berdua pasangan yang sangat so sweet saling bergandengan tangan terus, Clara mencari dimana anak nya itu, ternyata terlihat Alisa yang sedang berdiri sambil berbicara dengan teman nya.
"Alisaaaa" teriak Clara melambaikan tangan kepada anak nya itu sambil tersenyum.
Alisa yang di panggil itu menatap ke arah sumber suara yang Dia kenal, tidak terasa Alisa menangis haru melihat Mommy nya datang, baru kali ini Alisa merasakan di kunjungi oleh orang tua nya ke sekolah, Dia juga melirik seseorang yang di samping Mommy nya siapa lagi kalo bukan Axel, ternyata Daddy nya juga datang.
"Itu Mommy dan Daddy Alisa?" tanya teman Alisa.
"Iya itu Mommy dan Daddy Alisa tahu" ujar gadis itu pergi.
__ADS_1
Alisa menghampiri Clara dan Axel lalu memeluk kaki Mommy nya itu, Clara mengendong Alisa ke dalam pelukan nya sambil menatap aneh anak nya yang terlihat sedih itu.
"Li kok nangis sih? Ga suka yah Mommy sama Daddy datang?" tanya Clara menatap anak nya itu.
"Senang Mommy!" ucap Alisa dengan tegas menyangkal tuduhan itu.
"Terus kenapa anak Daddy yang cantik ini bisa nangis keluar air asin ini di mata nya loh" ujar Axel bercanda kepada Alisa.
"Ih Daddy air mata bukan air asin, Alisa nangis bukan sedih tapi senang Mommy dan Daddy datang kesini" jelas Alisa tersenyum bahagia memeluk leher Mommy dan juga memeluk leher Axel yang dekat dengan nya.
Mereka saling melirik satu sama lain sambil tersenyum Axel dan Clara bisa merasakan kesenangan yang dirasakan anak nya itu, karena Axel sendiri tahu dan merasakan semenjak hadir nya Clara dalam kehidupan nya itu membawa banyak dampak positif bagi kehidupan Axel dan Alisa.
"Terimakasih ku tiada tara untuk mu sayang" ucap Axel mengecup kening Clara yang dekat dengan nya.
"Aku juga senang, melihat putri kita bahagia" tutur Clara tersenyum tulus.
"Yaudah ayo kita ke lapangan yah" ajak Clara kepada Alisa.
Mereka menyudahi itu dan menuju lapangan tempat acara perlombaan ibu dan anak itu dilangsung kan segala permainan di adakan di sana, ada yang boleh ikut ada yang boleh tidak, Clara yang menatap banyak orang di sana melirik gadis kecil nya lalu menawarkan ingin ikut.
"Alisa apa kita akan ikut satu permainan bersama?" tanya Clara menawarkan itu sambil tersenyum.
"Benarkah Mommy mau?" tanya Alisa sekali lagi dengan antusias nya kepada Clara.
"Tentu Alisa, ya kali Mommy mu ini bercanda kan" ujar Clara menatap anak nya itu tertawa kecil.
Saat ini mereka sedang duduk di tempat yang di sediakan oleh sekolah itu, Axel yang menyimak percakapan istri dan anak nya itu hanya diam tersenyum, sementara Roy yang mengekor dari tadi hanya bisa bersabar duduk di belakang Tuan nya karena saat ini gaji nya sudah di potong, memang walaupun sudah di potong sampai 50% gaji Roy masih banyak apalagi Roy asisten yang setia kepada Axel.
__ADS_1
"Honey, Aku akan ikut setelah ini bersama Alisa yah" izin istri nya itu kepada Axel.
"Tentu sayang, semangat yah Alisa dan Mommy" ucap Axel menyemangati kedua gadis nya itu.
"Oke Daddy" jawab Clara dan Alisa serentak.
Saat ini Alisa sudah berada di lapangan bersama Mommy nya, permainan kali ini tentang kerja sama yaitu kaki ibu dan anak yang bersebelahan akan di ikat, lalu mereka akan berjalan saat kaki menempel ketika di ikat itu, yang paling cepat sampai finis adalah pemenang nya.
"Baiklah untuk Ibu dan Anak, apa bisa kita mulai sekarang, dengarkan aba aba dari Miss oke anak-anak " ucap Guru itu menitruksi kan kepada si kecil.
"Sayang jangan grogi, nanti Mommy mulai kaki kanan Alisa kaki kiri, kalo Mommy kaki kiri Alisa kaki kanan oke?" ujar Clara menjelaskan hal itu kepada Alisa.
"Asiap Mommy, ayo kita menang" ucap Alisa bersemangat itu mengegam tangan Mommy nya agar tidak terjatuh saat berjalan nanti.
Sementara Axel memilih mendekat sedikit ke lapangan lagi, karena Dia ingin melihat istri dan anak nya itu berlomba, tanpa Axel sadari para istri istri pengusaha yang tidak datang bersama suami mereka melirik Axel sambil berbisik, ada yang nekat pura-pura juga menonton, dan ternyata para ibu-ibu sudah ramai di belakang dan samping Axel tanpa di sadari pria itu.
"Hei itu Axel Arnolda bukan, tampan sekali padahal Dia lebih tua dari pada suami Ku"
"Kau benar, suami ku sangat stress dengan pekerjaan nya sampai keriputan"
"Aku juga, suami ku padahal baru berumur 25 tahun Dia sudah terlihat seperti 40 tahun"
"Sangat berbeda dengan CEO Arnolda corp, Dia terlihat berumur 25 tahun bukan, astaga tampan sekali"
Ucap para istri pengusaha yang melirik wajah tampan suami orang itu, saling berbisik dan memuja.
"Sayang semangat" teriak Axel melambaikan tangan memberitahukan bahwasan nya Dia ada di sana.
__ADS_1
Clara yang mendengar teriakan suami nya membalas dengan senyuman bersama Alisa, lalu Clara melirik para wanita muda yang juga seperti istri pengusaha itu sedang melirik suami nya.
"Ck apa apaan itu, mereka mau pura-pura menonton lomba, atau menonton suami ku!"