
Axel yang sedang mengenang masa lalu nya itu seketika langsung tersadar dari lamunan nya karena seseorang yang memanggil nya dari luar.
"Masuk" ujar Axel menyuruh orang itu untuk masuk.
Pria yang masih berkisaran seumuran dengan Axel itu masuk dengan wajah yang menunduk, dan jalan yang kaku.
"Roy, ada apa kau lakukan kemari?" tanya Axel kepada Roy yang tidak lain adalah asisten nya di perusahaan milik Axel.
"Tuan, tadi saat Saya ingin mengajak Nona Alisa pergi ke taman membeli eksrim, tiba-tiba Dia kabur dan melarikan diri" ujar Roy dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan tersenyum kaku.
"Lagi? Alisa padahal ini baru seminggu kita di indonesia Dia sudah berbuat sesuka nya" tutur Axel yang langsung berdiri dari meja kerja nya itu.
Waktu memang belum menunjukan jam pulang sekolah, tapi Axel karena baru hari pertama nya Dia tidak memiliki dokumen sekolah yang harus Dia kerjakan hari ini.
"Maaf kan saya tuan" ujar Roy yang mengikuti langkah Axel yang terus berjalan menuju parkiran sekolah itu.
"Di taman mana?" tanya Axel tanpa menjawab pernyataan dari Roy.
"Saya akan mengantarkan Anda" tutur Roy yang membuka kan pintu dan menyupuri Axel menuju tempat Dia datang ke taman bersama Alisa tadi.
Sebelum bertemu dengan Clarissa istri nya Axel adalah orang yang sangat dingin, cuek dan arrogant kepada semua orang, tetapi semenjak pernikahan mereka Axel menjadi seorang pria yang lemah lembut dan ramah kepada siapa pun, tetapi kecelakaan waktu itu kembali merubah segala nya Axel yang bersifat ramah dan lembut itu kembali menjadi Axel yang cuek, dingin serta arrogant. Karena hal itu juga Alisa kurang mendapat kan kasih sayang, karena Axel tidak tahu harus bersikap yang terbaik bagaimana, pria itu berpikir cukup memberikan apa yang di ingin kan anak nya itu sudah membuat nya bahagia. Alisa yang sering kabur bukan lagi hal baru, tetapi gadis kecil itu memang sering pergi dari pantauan seseorang terhadap nya entah apa yang ingin Dia lakukan dan ingin kan, Axel juga tidak tahu walapun Dia sudah memarahi putri nya itu untuk tidak nakal lagi.
__ADS_1
"Tuan di taman ini" ujar Roy menatap tuan nya yang hanya diam itu.
Di taman itu terlihat lumayan banyak orang yang datang sekedar untuk bersantai atau pun kencan bagi pasangan muda, ada juga yang sedang berolahraga serta anak kecil yang bermain dengan keluarga nya. Roy memarkirkan mobil itu lalu turun dan membuka pintu untuk Axel.
"Kau cari Dia ke arah sana, Aku ke sana" perintah Axel yang membagi rencana agar lebih mudah.
Axel setengah berlari melihat kanan dan kiri, Apakah ada salah satu anak kecil itu putri nya. Axel terus berusaha mencari, beberapa puluh menit sudah berlalu sejak Axel mengelilingi taman tersebut dengan wajah yang mengeluar kan keringat, Axel yang mulai lelah memutus kan duduk di taman, Dia menatap langit biru yang indah dengan awan putih yang menghiasi.
"Alisa kau sudah kelewatan" gumam Axel dengan kesal menatap ke atas itu.
'Cla lihat lah putri kita, Dia seperti itu gara gara tidak ada Kau yang menjaga nya, kembali lah' batin Axel.
Saat pria itu sedang melamun dengan masa lalu nya yang masih hilang, suara anak kecil berteriak terdengar sangat jelas dan di kenali oleh Axel.
Dengan sigap Ibu dari anak berkuncir dua itu datang dan langsung membirdiri kan anak nya yang terjatuh akibat dorongan.
"Kau tidak ada sopan santun ya? Apa Ibu mu tidak pernah mengajari mu tata krama" teriak wanita itu yang hampir menjewer telinga Alisa.
Axel yang melihat anak kecil yang sedang bertengkar itu, sangat mengenal salah satu nya gadis berambut pirang, mata biru serta badan yang bontot lalu kulit putih mulus khas orang Inggris itu sangat melekat pada gen nya. Axel yang melihat seorang wanita yang hampir menjewer anak nya itu menghentikan pergerakan tangan nya.
"Maafkan anak saya Nona, setidak nya jangan lakukan itu kepada nya" ujar Axel menatap wanita yang ada di depan nya itu.
__ADS_1
Wanita itu seketika diam karena melihat pria tampan dan tinggi sedang berada di hadapan nya, pikiran itu seketika Dia tepis ketika mengigat kejadian tadi ketika anak nya di dorong dengan kasar oleh Alisa ke tanah.
"Saya tidak perlu maaf mu, sebaik nya kau suruh anak mu minta maaf agar dia tidak manja dengan menggunakan cara jalur cepat meminta maaf melalui orang tua seperti ini" tutur wanita menatap Alisa yang masih membuang muka itu.
"Alisa cepat minta maaf!" tegas Axel kepada putri nya itu.
"Kenapa Alica yang minta maaf? Dia calah dulu kata nya Dia temen Alica, tapi tadi malah ngatain Alica ga punya Mommy!" teriak gadis itu dengan kesal menatap Axel.
Memang benar tadi saat Alisa sedang berkeliling Dia berkenalan dan mendapat kan teman baru, Alisa bertanya kepada gadis teman baru nya itu bagaimana rasa nya memiliki Ayah dan Ibu, bukan nya menjawab anak kecil itu bertanya apa Alisa tidak memiliki Ayah dan Ibu juga? Yah nama nya anak kecil tentu langsung menjawab yang sebenar nya apa yang Dia rasakan dan terjadi, Alisa berkata Dia tidak memiliki Ibu, lalu anak kecil yang baru berkenalan dengan Alisa itu berkata.
"Kenapa ga punya Ibu? enak loh kalo ada Ibu, kasian yah Alisa tidak punya Ibu" ujar gadis itu yang sebenar nya hanya asal bicara.
Dengan wajah kesal Alisa mendorong gadis kecil itu dan terjadilah pertengkaran kecil yang di lihat Axel tadi.
"Cepat minta maaf dan jangan beralasan!" teriak Axel kapada Alisa dengan tegas.
"Dad?" lirik Alisa yang mulai mengeluarkan air mata itu.
Suasana yang mulai tidak terkontrol itu membuat wanita tadi dan anak nya memilih pergi secara diam-diam karena tidak tahu harus melakukan apa.
"Kenapa Alica tidak punya Mommy, kenapa halus Alica yang tidak punya Mommy, suluh Mommy pulang! Kata Daddy, Mommy di sulga suluh cepat pulang, Alica tidak mau nanti di kata lagi bilang tidak punya Mommy!!" teriak gadis itu dengan mata yang mulai berair tadi Dia mulai menangis.
__ADS_1
Axel yang melihat anak nya yang sedih itu menarik nya dan mengendong nya ke dalam pelukan nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Maaf kan Daddy, andai dulu Daddy menemani mu dan Mommy. Harus nya Daddy saja yang mengantikan Mommy mu" ujar Axel yang menahan tangis nya itu.