
"Lenka,"ucap Michele mengendong gadis kecil William itu yang sudah sangat akrab dengan diri nya padahal baru berkenalan kemarin.
Gadis itu dengan senang hati menerima gendongan dari idola nya itu, terlebih Lenka sangat mengagumi Michele yang seorang dokter sesuai dengan cita-cita yang Dia inginkan.
"Uncle tadi Lenka, Mom dan Dad serta abang yang lain menangkap kepiting, Lenka meletakan nya di dalam kotak sana,"ucap gadis itu bercerita dengan antusias nya kepada Michele.
Alice yang melihat itu hanya bisa tersenyum senang seperti nya Michele adalah tipe pria yang mudah akrab dengan anak kecil, terlebih Dia adalah dokter yang memang harus bisa membangun komunikasi yang baik bagi pasien nya atau orang lain.
Morelina yang berdiri di belakang mereka, melihat Lenka seketika kening nya mengerut rasa-rasa pernah melihat foto itu sekilas di majalah bisnis internasional, seketika mata nya membola melihat seorang Varo William menghampiri Michele untuk mengambil Lenka dari gendongan pria itu.
"Jangan menganggu Uncle El Lenka, Uncle baru balik Dia pasti lelah,"ucap Michele mengendong gadis kecil nya itu.
'Varo William? Dan itu istri nya Regita William, apa apaan ini kenalan Michele adalah orang berpengaruh,' batin Morelina dengan tatapan takjub nya.
Rere yang sedang berada di samping suami nya itu seketika menatap seorang wanita yang berada di belakang Alice dan Michele yang tampak terdiam dengan seribu bahasa.
"Siapa Dia Al, El,"ujar Rere menanyakan itu kepada pasutri itu.
"Ini kak Elina kak Rere, Dia junior suami ku di RS,"ucap Alice tersenyum manis memperkenalkan gadis itu.
"Ha halo salam kenal Aku Morelina Aguest,"ucap gadis itu dengan gugup menyapa Regita yang bertanya tentang diri nya.
Clara yang mengendong baby boy itu seketika merasa heran, dengan tatapan mengejek nya Clara memakai bahasa indonesia no english jadi cerita nya Morelina dan Michele saja yang tidak mengerti, terlebih Michele asli orang Italia kalau Alice asli orang Italia tapi memang keluarga nya banyak kenalan di indonesia jadi mereka belajar bahasa indonesia.
"Al, Aku merasa wanita itu seperti nya sangat senang mengikuti suami mu, seperti @njing betina,"ucap Clara tertawa kecil.
Begitu lah Clara walaupun sudah menjadi seorang istri Arnolda sikap dan mulut yang suka mengkoreksi seseorang itu tidak pernah hilang.
"Begitulah, Aku juga merasa seperti itu, tapi Dia membutukan tempat tinggal sampai besok, jadi Aku hanya wanita yang baik menawarkan kak,"ujar Alice mengatakan itu yang alasan nya memang salah satu nya berniat baik menawarkan tempat tinggal kepada Morelina alasan lain nya mungkin Dia memang cemburu.
__ADS_1
Axel yang mendengar itu hanya menatap gemas sang istri yang memang masih muda, dan menurut nya wajah wajar saja memiliki sikap kekanakan yang masih melekat pada diri nya.
"Mata mu sangat jeli,"bisik Axel ke telinga istri nya yang tersenyum manis kepada nya.
Sedangkan Morelina dan Michele yang mendengar itu hanya memasang raut wajah heran karena mendengar pembicaraan itu, akhirnya mereka semua memilih masuk untuk melakukan acara makan malam.
Di meja makan malam itu, sesekali Morelina tampak berusaha menawarkan bantuan kepada Michele membuat pria itu merasa heran kepada sikap wanita itu yang aneh dan tidak biasa yang menurut nya lebih kalem.
"El, apa kau mau itu, Aku akan mengambil nya?
"El apa kau mau minum,"
"Ada yang bisa Aku bantu El,"
Selalu tentang Michele yang di tawarkan Morelina, membuat para keluara William dan Arnolda yang sudah paham itu hanya mengeleng melihat sikap tidak tahu malu, padahal sang wanita sudah tahu sang pria menikah.
"Tidak!"ucap Michele mulai kesal dengan tegas.
Dengan senang hati Alice melakukan pekerjaan nya sebagai seorang istri itu melayani suami nya saat di meja makan adalah salah satu nya, mereka mulai berbincang apalagi para si kecil yang sangat berisik di meja makan.
"Uncle uncle apa boleh Lenka nanti main ke rumah Uncle dan Aunty, Lenka mau lihat main mainan dokter Uncle El,"ucap gadis itu dengan antusias.
"Bukan mainan Enka, tapi Uncle beneran dokter!"ucap Lukas dengan tegas kepada sang adik.
"Boleh Lenka, memang Lenka mau jadi dokter kenapa?"tanya Michele berusaha membuka pembicaraan kepada si kecil itu.
Gadis kecil itu mengunyah makanan nya, semua orang memang sudah selesai makan dan hanya duduk di meja makan untuk melepaskan segala kekenyangan yang mager sehabis makan itu.
"Itu Uncle, Lenka lihat di TV dokter itu sangat hebat bisa membuat orang sakit jadi sembuh,"ucap Lenka menjawab dengan apa adanya sesuai apa yang ada di otak anak kecil itu.
__ADS_1
"Itu memang benar, baiklah Uncle dan Aunty akan menunggu Lenka main ke rumah kami,"ucap pria itu mengatakan nya kepada Lenka.
Mereka tampak tertawa sesekali menceritakan itu, Morelina yang seperti nya hanya diam menyimak mulai ikut menimpali.
"Aunty juga seorang dokter loh, Lenka?"ucap wanita itu kepada Lenka yang menatap nya heran.
Dengan tatapan canggung dan kening berkerut gadis kecil itu melirik Morelina sekilas lalu membuang wajah.
"Tidak mau ah sama Tante, mau nya sama Uncle aja,"ujar gadis itu menjawab dengan nada ketus nya.
'Wait wait Dia memanggil ku Tante? Setidaknya jika Dia menolak panggil Aku kakak, Aku tidak setua itu,' batin Morelina dengan menahan kesal nya.
Tapi seperti nya di sini Morelina salah paham sedikit nya para wanita semua yang ada di sana yaitu mama muda atau pun istri muda yang masih berumur 20 tahunan sedangkan diri nya sudah 30 tahunan seperti nya wanita itu harus lebih sadar diri lagi.
Mereka akhirnya mengakhiri acara berbincang itu, Morelina di arahkan kepada kamar yang jarak nya lumayan agak jauh dari kamar Alice dan Michele.
Brak..
Elina menghempaskan tubuh nya ke atas kasur menatap langit-langit kamar itu dengan tatapan yang tidak terbaca entah apa yang Dia rencanakan malam ini.
"Apa Aku harus lebih nekat lagi,"gumam Morelina dengan seringai tipis nya.
Wanita itu berjalan dan membuka tas nya yang membawa baju tidur yang pendek dengan di tutupi dengan cardigan untuk tidak mengeskpos langsung bahu putih nya itu.
Sedangkan di sisi lain Alice dan Michele yang bersiap tidur itu seketika heran mendengar suara ketukan di depan pintu kamar mereka padahal ini sudah waktunya tidur.
Tok.. tok..
Alice berjalan mengintip, ternyata di depan sana ada Morelina yang sedang memakai pakaian seperti itu dan mengetuk pintu kamar nya dengan berani.
__ADS_1
"Wanita medusa sudah mulai nekat yah, Aku akan memperlihatkan apa yang tidak ingin kau lihat,"