
"Timang-timang anak ku sayang,"ujar Anggun yang sangat suka mengendong Baby boy keluarga Arnolda itu.
Reno masih bertahan dengan memeluk istri nya sambil menatap wajah baby boy yang sekali kali tertawa karena Anggun mengecup pipi nya sedangkan Reno menatap nya datar.
"Udah bisa nih ngurusin anak, tinggal anak nya aja,"ujar Rere menatap sahabat nya itu.
"Gimana Hubby?"ujar Anggun menatap suami nya yang memeluk dan bersandar di bahu nya.
"Yaudah mau bikin sekarang?"ujar Reno bertanya kepada Anggun dengan tatapan sok polos nya.
"Ya ga sekarang juga,"ujar Anggun dengan tatapan kesal nya.
Seketika semua orang yang mendengar itu hanya bisa mengeleng melihat tingkah Reno yang sangat manja terus mengekor kemana pun Anggun berada.
"Anak mu Dante,"ujar Lumuis menatap sahabat nya.
Para orang tua sedang duduk di sofa sambil berbincang-bincang, begitu pun dengan para Tuan besar yang hanya berbicara beberapa kata, soal irit bicara entah kenapa sudah mendarah daging bagi pria di keluarga ini.
"Menantu mu juga,"ujar Dante tersenyum kecil kepada Lumuis.
"Aduh kasihan Aku deh sama Anggun, kalo mereka tiap hari begitu, iya kan Nanda?"tanya Alessia menatap besan nya itu.
"Tapi kita bakal dapat cucu Ale,"ujar Ananda dengan antusias.
Memang para calon Nenek-nenek seenak aja ngomong, padahal tahu sendiri buat anak bukan kayak buat adonan kue lebaran bisa-bisa nya ngomong begitu.
Malam itu mereka habiskan semua dengan canda tawa saling berbagi cerita, begitu pun dengan keluarga yang lain yang akan menginap di sana yah percuma kamar banyak di mansion kalau ga di pakai ya kan, pasangan Anggun Reno yang masih anget-anget nya itu juga lagi anget-anget di kamar semalam dan masih ngorok sekarang.
Pagi hari nya
"Lukass!!!!!!!!!!"teriak Alisa kepada anak kecil yang sedang berlari itu.
Astaga padahal masih pagi mansion itu sudah ramai karena aktivitas para si bocil yang sudah bangun pagi, Lukas yang bangun di kamar nya itu pergi ke kamar Alisa dan Baby boy dan mengerjai gadis itu dengan cara mengambil boneka nya.
__ADS_1
Anggun yang baru bangun dan selesai mandi itu hanya tersenyum kecil mendengar teriakan itu, karena mansion terasa ramai atas kehadiran anak para sahabat nya itu.
"Kalo udah punya anak rumah ini pagi setiap hari bakal gini ga yah,"batin Anggun tersenyum di depan cermin.
Wanita itu keluar dari kamar nya, dan bertatapan dengan Lukas yang menabrak diri nya, Lukas yang menabrak Anggun terhuyung untung saja Anggun menangkap tubub bontot pria kecil itu.
"Tante, Lukas di kejar monster,"ujar Lukas tertawa mengejek Alisa yang terus mengejar nya mengelilingi Anggun.
"Kalian ini masih pagi,"ujar Anggun mengelengkan kepala nya.
"Tante, boneka Alisa ish Lukas!"ujar gadis berumur 9 tahun itu mengerutu.
"Udah gede kok main nya boneka, malu dong sama Lukas, main nya motor-motor baru gentle,"ujar pria bontot itu berlari dan masuk ke kamar Anggun.
Gadis itu dengan kesal mengejar Lukas masuk ke kamar Reno, dengan cepat pria itu naik ke kasur dan masuk ke dalam selimut Reno sehingga Alisa tidak bisa mencari nya.
"Hehe rasain,"gumam Lukas.
"Lukas!! Awas yah kakak aduin sama Mom Rere!"teriak gadis itu berlari keluar kamar sambil menghentakan kaki nya.
"Om Reno, bagaiamana?"ujar Lukas kepada pria itu.
"Sip, udah pergi,"ujar Reno dengan suara khas bangun tidur nya.
"Tenkyuu Om Reno, nanti Lukas bayar tapi pakai uang Daddy,"ujar pria kecil itu turun dari ranjang.
"Ga anak ga bapak, uang mulu,"ujar Anggun mengeleng melihat Lukas.
"Lucu yah,"ujar Reno tersenyum menatap istri nya.
"Tunggu yang di sini ada,"ujar Anggun mengusap perut nya sambil tersenyum kecil.
Reno menatap istri nya itu yang seperti nya memang sabar menunggu momongan, toh mereka juga baru melakukan nya ya kali langsung jadi kan, dengan manja Reno menarik tangan istri nya dan berbaring di paha Anggun.
__ADS_1
"Jangan cemberut ok? Nanti bakal ada kok, sabar yah girl,"ucap Reno mengecup kening istri nya itu.
"Iyah Hubby,"ujar wanita nya itu tersenyum.
Pria itu masih berbaring di paha istri nya sambil mengengam tangan sang istri dan terus mengecup punggung tangan gadis itu, entah kenapa kemana pun Anggun berada, kebiasaan Reno saat ini mengekor dan mengengam tangan nya, menjadi salah satu favorit pria itu, Anggun hanya bisa tersenyum melihat tingkah suami nya yang semakin manja sambil mengelus rambut pria itu.
"Dasar manja,"gumam Anggun.
"Yaudah Aku mau turun dulu, yang lain pada siap-siap sarapan pasti, kamu juga ayo mandi,"ujar gadis itu bersiap beranjak dari duduk nya.
"Kiss dulu,"ujar Reno menahan pinggang istri nya itu.
Anggun yang di tahan itu dan mendengar permintaan suami nya itu, langsung mengecup pipi suami nya.
Cup.. cup..
Cipika cipiki biar adil, tapi Reno masih menahan tangan istri nya sambil berkata.
"Kiss bibir bukan itu, kalau ga mau cium, ga mau mandi juga,"ujar Reno dengan suara pelan nya.
"Astaga,"ujar Anggun memutar bola mata nya malas.
Lalu mencium bibir pria itu sekilas, saat Anggun ingin melepaskan ciuman itu Reno menahan belakang kepala Anggun lalu mereka berciuman dalam posisi Anggun duduk dan Reno berbaring di paha Anggun, akhir nya Reno menyelesaikan ciuman itu dan mengusap bibir istri nya sambil tersenyum miring, lalu berlari ke kamar mandi seperti anak kecil yang sudah mendapatkan hadiah.
"Makasih Little,"ujar pria itu masuk kamar mandi.
Anggun lagi-lagi di buat tertawa melihat tingkah suami nya yang lucu itu, kok bukan nya cewe yang manja ini malah yang cowo pengen di manja, Anggun keluar dari kamar dan melihat para bocil sudah ramai bermain di lantai bawah.
Hanya satu yang tidak terlihat Lenka, di sisi lain gadis itu masuk ke kamar Samuel sambil memegang boneka unicorn dan naik ke atas badan pria itu, sambil membangunkan nya paksa.
"Kak Sam, bangun,"ujar gadis itu mengoyangkan badan Samuel yang terlihat nyenyak di balik selimut.
Samuel mengeliat dan mengerjapkan mata nya lalu melihat anak bos nya itu masih memakai piyama pink nya, dengan helaan nafas Samuel berusaha bersabar, gimana yah bukan nya ga suka sama anak kecil, Samuel itu tipe pria fake smile bermuka dua kalo di depan keluarga aja banyak omong, kalau berdua aja sama orang lain dan bawahan nya pria itu berubah jadi pyscopat yang kejam dengan pekerjaan nya yang menantang menjadi pemimpin Aeros itu.
__ADS_1
"Ada apa?"