Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 28-PERTENGKARAN


__ADS_3

Clara yang melihat Axel membanting HP itu seketika kaget dan menatap pria itu dengan tatapan kesal nya.


"Apaan sih, kaget tahu Pak" ujar Clara dengan kesal.


Axel tidak menjawab perkataan Clara itu, Dia malah kembali menjalan kan mobil nya membelah jalanan ibu kota di senja itu, Axel hanya diam pria itu tidak berbicara sama sekali hanya raut wajah yang dingin yang dapat tersirat dari wajah nya, mobil milik Axel sampai di mansion Arnolda itu, Bibi Ani datang memgambil Alisa dalam gendongan Clara.


"Ikut Aku" ujar Axel menarik tangan Clara yang baru turun dari mobil itu menuju kamar nya.


Clara yang di tarik tangan nya itu hanya bisa pasrah dan diam, Dia seperti tahu kalo suasana hati Axel saat ini sedang buruk, pria itu masuk ke dalam kamar nya dan duduk di sofa, Clara berdiri di depan pria itu dengan wajah menunduk merasa bingung. Beberapa menit mereka diam, hingga akhir nya Axel membuka suara.


"Menikah lah dengan ku" ujar Axel dengan wajah yang datar menatap keluar jendela.


Clara yang mendengar suara berat bariton pria itu seketika mendongkak kan kepala nya menatap Axel dengan tatapan terkejut, gadis itu tidak dapat berkata-kata.


"Jangan bercanda Pak" ujar Clara yang menjawab perkataan Axel.


"Aku tidak bercanda" jelas Axel kepada Clara sekali lagi.


"Untuk apa kita menikah? Anda tidak mencintai Saya" ujar Clara yang langsung to the point.


Pernyataan itu tentu menohok hati Axel yang juga bingung kenapa Dia ingin mengajak Clara menikah sementara Dia tidak mencintai Clara? Pria itu kembali terdiam sambil melipat tangan nya di dada, suasana gelap kamar itu menambah kesan ketegangan antara mereka berdua.


"Setidak nya menikah lah dengan Ku demi Alisa" ujar Axel yang mengatakan itu dengan tegas.


"Saya menolak, cukup seperti ini saja Alisa sudah bahagia, tidak ada untung nya bagi saya menikahi seorang Duda seperti Anda, terlebih Anda itu pernah menjadi guru Saya" jelas Clara dengan panjang lebar menatap dalam mata pria itu.


Axel dengan kesal berdiri mendekat kepada Clara, pria itu terus mendekat selangkah demi selangkah begitu pun dengan Clara yang mundur selangkah demi selangkah dan akhir nya terpojok di dinding ruangan itu. Hembusan nafas Axel menerpa wajah cantik Clara yang sangat terasa karena jarak mereka sangat dekat.

__ADS_1


"Jadi kalo aku bukan duda, Kau mau menikah dengan Ku? Dasar wanita rendahan" umpat Axel kepada gadis itu.


Clara yang mendengar perkataan Axel seketika terkejut, baru kali ini Dia mendengar Axel berkata kasar, terlebih pria itu biasa nya sangat bertutur kata dengan tata karma yang baik, walapun dengan cara ketus.


"Apa maksud dengan perkataan Anda Tuan Axel Arnolda, perkataan Anda sangat tidak sopan" tatap Clara yang tidak mau kalah dengan pria itu.


"Kau masih bertanya? Lihat lah pakaian mu, Kau seperti seorang gadis di klub sana yang pergi mengoda pria, dan kalian berciuman di tempat seperti itu, seperti nya pria itu sangat pintar mencari tempat gelap" ujar Axel berbisik di telinga Clara, cara bicara pria itu terkesan sangat menekan dan mengancam.


"Apa maksud Anda, maaf kan saja, Saya tidak pernah yang nama nya berciuman dengan seorang yang bukan akan menjadi suami saya!" tegas Clara dengan kesal kepada Axel.


"Haha, wanita munafik, Kau wanita ular" ujar Axel.


Pria itu mengeluarkan ponsel nya dan memperlihat kan sebuah foto yang terlihat Clara seolah sedang berciuman dengan Reyhan, ternyata Axel seperti nya sangat salah paham, karena posisi Clara yang membelakangi kamera memang seperti orang sedang berciuman, padahal saat itu Reyhan hanya membersih kan pipi gadis itu dari cream makanan, saat Clara sedang izin ke samping cafe untuk mengangkat telpon Bunda Eti. Clara menatap foto nya itu dengan wajah terkejut, gadis itu hanya tersenyum miring.


"Jadi apa? Kau masih mau mengelak!" teriak Axel dengan suara keras nya di depan Clara.


"Mengelak? Buat apa saya mengelak atau pun tidak!! urusan nya dengan Anda apa? Saya Clara Nandine Putri hidup untuk keluarga dan diri Saya sendiri, Saya tidak pernah terikat dengan pria mana pun, termasuk itu Anda Pak Axel Arnolda, jadi jangan seenak nya mengatur hidup Saya" teriak gadis itu mendorong kuat dada bidang pria itu dengan kasar.


"Gadis kecil, Aku berikan penawaran sekali lagi kepada mu! menikah lah dengan Ku demi Alisa!" ujar Axel kembali menghimpit tubuh Clara ke dinding.


"Tidak!! Saya menolak!" tegas Clara dengan pendirian nya.


"Haha lihat lah Kau jangan jual mahal, Aku tahu semua gadis mendekati anak ku hanya untuk mendekati ku demi uang, Kau pun juga begitu bukan? demi uang Kau rela mengorban kan apa pun dan mungkin tubuh mu ini su-" perkataan Axel ketika terpotong.


Plak..


Axel yang belum menyelesaikan perkataan nya itu seketika berhenti berbicara saat Clara menampar kuat pipi pria itu, air mata mengalir di pipi cantik gadis itu, mata nya memerah menahan sakit hati dari perkataan demi perkataan yang di lontar kan Axel.

__ADS_1


"Pria brengs*k, untuk apa Aku menikahi mu, jika Kau masih tidak mencintai dan menghargai Ku, dan terlebih Kau masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu" ujar Clara menatap pria itu dengan air mata yang terus mengalir.


Sakit, itu lah yang Axel rasakan saat ini, bukan sakit karena tamparan yang tepat menampar pipi nya, tetapi sakit melihat gadis yang ada di depan nya mengeluarkan air mata karena diri nya.


"Aku berhenti, Aku tidak ingin bekerja di sini lagi" ujar Clara berteriak di depan wajah Axel.


Saat Clara ingin melepaskan himpitan tubuh nya dari Axel, dengan tatapan tajam pria itu dengan rahang mengeras menahan amarah, pria itu menatap dalam mata Clara lalu mengangkat tangan nya. Clara yang menatap Axel ingin memukul nya itu hanya bisa memejam kan mata nya.


Brak..


Sebuah pukulan mendarat kuat di belakang dinding tempat Clara berdiri itu, Clara membuka mata nya yang masih sembat karena terus mengeluar kan air mata itu.


"Pergi! pergi jika kau ingin, ternyata kau memang wanita ular, apa kau kehabisan rencana untuk mengambil harta ku, hingga kau memilih pergi" teriak Axel kepada Clara.


"Cukup, jangan katakan Aku seperti itu lagi" ujar Clara sambil berteriak dengan suara serak khas orang menangis itu.


Axel mengcengkram kuat tangan Clara, gadis itu menahan rasa sakit yang amat terasa di bagian pergelangan nya.


"Lepaskan tangan Ku baj*ngan" umpat Clara sambil terus memberontak.


Di pertengah pertengkaran mereka itu, ternyata dari tadi Alisa berdiri di depan pintu kamar Axel yang tidak terkunci, gadis itu menatap dengan ketakutan ketika melihat Daddy dan Mommy nya saling berteriak satu sama lain.


"Daddy, Mommy hiks hiks, jangan pukul Mommy, Daddy!!!" teriak Alisa kepada kedua orang itu.


Axel dan Clara yang sedang bertengkar itu seketika melihat Alisa yang sedang menangis tersedu-sedu itu, Clara yang melihat itu langsung menghampiri Alisa dan memeluk nya, Axel hanya diam meninggal kan kamar itu sambil melewati Clara lalu berkata.


"Pergi selagi Kau bisa!" ujar Axel meninggal kan Clara dan Alisa yang terduduk menangis itu.

__ADS_1


Axel pergi dari mansion itu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, pria itu merasa sangat bersalah kepada Clara dan juga putri nya yang harus melihat itu semua.


"Bod*h! Kau kenapa Axel!!" teriak Axel memukul setir mobil nya dengan kasar.


__ADS_2