Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Keesokan hari nya


Michele sedang memakai pakaian nya di depan cermin begitu pun Alice yang sedang berdandan siap ke kampus untuk mengurus sidang skripsi nya, untuk Alice hal itu tidak perlu di pusing kan, beruntung lah Dia memiliki kepintaran Alferoz.


"Sayang kamu beneran mau lihat sidang Aku? Kamu ga sibuk kan,"ujar Alice dengan ragu-ragu takut menganggu suami nya itu.


"Tidak, ini masih termasuk liburan ku, kau ini jangan bingung seperti itu, apa kau tidak ingat Aku ini orang yang hobi tour, Aku sering ambil cuti tapi setelah itu Aku akan bekerja keras,"ucap Michele kepada Alice menjelaskan alasan nya tetap tidak di pecat.


Gadis itu tampak cantik dengan blezzer putih dan rok span bewarna soft pink itu serta rambut yang di gerai dan polesan make up tips dan high heals senada dengan rok nya, Alice mendekat dan menatap suami nya yang tidak kalah tampan.


"Kenapa suami ku vibes nya kayak oppa oppa korea, ganteng banget,"ucap Alice dengan bangga memeluk Michele dengan kuat karena gemas.


Pria itu hanya terkekeh dan membalas pelukan itu karena Michele memakai mantel yang paniang bewarna hitam untuk luaran nya menambah kesan vibes korea yang di bilang Alice, gadis itu memeku Michele dan memasukan tangan nya di sebalik mantel seolah-olah Alice hilang dan tertutup karena tubuh kecil nya.


"Kau juga sangat mengemaskan, ayo nanti telat,"ucap Michele memasang kacamata kerja nya menambah kesan serius.


"Ih ganteng banget sebel, pasti nanti di lihatin orang nih,"ujar Alice kesal mendongkak wajah nya menatap Michele dengan cemberut.


"Udah ayo,"ucap Michele menarik tangan Alice dan membawa nya turun ke bawah.


Mereka sarapan terlebih dahulu, karena Alice mempersiapkan diri dari semalam untuk sidang skripsi nya Dia tidak sempat memasak jadi ART di sana yang memasak, sebenarnya Michele lebih suka masakan Alice, jadi mereka sarapan roti dan susu saja.


"Tuan, apa Anda butuh supir?"tanya kepala pelayan pria di sana berdiri di samping Michele.


"Iyah,"ucap Michele menyelesaikan makanan nya.


Mereka akhirnya pergi ke kampus Alice, gadis itu di atas mobil terus melihat skripsi nya takut-takut ada materi yang lupa, Michel menatap Alice dengan bebas sekarang tanpa susah harus menyetir karena mereka punya supir.


"Hei apa Alice Alferoz juga bisa gugup?"tanya Michele menatap Alice yang sesekali tampak kesal.


"Aku juga manusia dan nama ku Alice Antara, Tuan Michele,"ujar gadis itu memayunkan bibir nya karena kesal di goda itu.

__ADS_1


"Haha Aku bercanda, jangan gugup seperti biasa saja kau ini pintar,"ujar Michele berusaha menenangkan sang istri.


Alice tampak mengangguk dan mengengam tangan suami nya dengan senyum manis nya, hingga akhirnya suara supir memecahkan keheningan mereka.


"Tuan, Nyonya kita sudah sampai,"ujar sang supir kepada kedua orang itu.


Mereka berdua akhirnya turun, saling jalan beriringan Michele yang lebih tinggi berjalan di samping Alice, mereka tampak pasangan yang sangat serasi, dan mungkin saja orang tidak akan mengira umur suami Alice itu.


*Drap.. drap..


waaaaaa*..


Suara berisik terdengar di ruangan sidang di pagi hari itu, dan bayangkan saja hari ini yang sidang hanya dua orang yaitu kakak angkatan nya dan Alice karena hanya Dia di angkatan nya yang lulus lebih cepat di luar perkiraan.


"Aku akan duduk di sini, semangat sayang,"ucap Michele mengecup kening Alice yang mendapat lirikan dari beberapa orang.


"Terimakasih, tunggu Aku oke,"ujar gadis itu langsung memilih duduk di tempat nya paling depan.


Orang-orang yang banyak tadi berangsur keluar karena memang cuman sekedar mengintip penasaran, sedangkan para mahasiswa dan yang melihat sidang sudah duduk dan itu kursi nya lumayan penuh terisi semua nya, apa karena yang ikut sidang adalah Alice Alferoz sang primadona kampus.


Para dosen akhirnya masuk, suasana mulai hening dan Alice tampil yang paling pertama karena itu Dia sudah mengambil posisi, gadis itu mulai dengan lancar tanpa kendala Michele yang duduk di bagian tengah sesekali tampak tersenyum miring melihat istri nya yang cantik dan pintar.


"Oke Alice, coba jelaskan alasan Anda memilih teori ini dalam skripsi Anda?"tanya dosen penguji dengan tatapan serius nya.


Alice menjawab dengan santai nya sesuai dengan apa yang Dia ketahui, semua orang akhirnya bertepuk tangan karena Alice sudah menyelesaikan nya, tapi bukan itu yang penting yaitu hasil nya.


"Selamat Alice Alferoz Anda di nyatakan lulus, jika berkenan Anda bisa mengulang lagi,"ucap dosen itu dengan bercanda.


Dengan senang Alice berterimakasih lalu orang pertama yang paling Dia tuju di ruangan itu adalah suami nya yang duduk, dengan semangat Alice sampai berlari dan memeluk Michele sehingga semua mata tertuju kepada mereka.


Brak..

__ADS_1


"Selamat,"gumam Michele berdiri menerima pelukan sang istri.


"Hehe siapa dulu, ayo keluar,"ucap Alice kareja malu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana.


Tanpa Michele dan Alice sadari ada sepasang mata yang dari tadi juga menatap mereka dengan intens, kedua orang itu berbicara hingga akhirnya.


"Al selamat,"ucap seorang pria memakai pakaian formal.


"Pak Teo? Makasih,"ucap Alice mengangguk senang.


Seketika mata Michele dan Teo saling bertemu dan bersitatap tajam, Alice yang merasa mereka saling menatap itu merasa bingung.


"Sayang kenalkan ini dosen and teman yang Aku ceritakan waktu itu, oiya kak Teo kenalin ini suami Aku,"ucap Alice kepada Teo.


Mereka saling berjabat tangan, kedua orang itu saling menatap, hingga akhirnya Michele membuka pembicaraan.


"Bisa ikut Aku sebentar,"ucap Michele dengan suara pelan nya.


"Tentu,"ucap Teo pergi terlebih dahulu.


Alice seketika mengerutkan kening nya menatap itu dengan tatapan seperti orang kebingungan.


"Kalian mau kemana?"tanya Alice melihat kedua orang itu meninggalkan nya.


"Tunggu di mobil Aku akan kembali,"ucap Michele kepada Alice.


Kedua orang sampai di sebuah pohon, Teo berdiri memasukan tangan nya ke dalam saku celana nya lalu Michele yang ingin berbicara itu seketika terpotong.


"Jadi kau suami nya, Aku terlambat, Aku kira Dia belum menikah, jangan salah paham Aku memang menyukai nya tapi Aku masih punya harga diri dan tidak akan memisahkan kedua orang yang saling mencintai, Aku di sini yang tidak mengira kalau Dia menikah, Aku baru melihat berita di media bisnis tentang mu dan Alice, Aku tidak bod0h sampai tidak menonton TV, dan satu lagi Aku yakin kau mencari ku karena itu bro,"ucap Teo membalikan badan nya.


"Jaga Alice,"ucap Teo menepuk bahu Michele dan berlalu pergi.

__ADS_1


Belum ada satu kata pun dari Michele dan pria itu sendiri yang mengatakan nya, dengan raut wajah datar nya Michele menatap punggung pria itu menjauh.


"Tanpa kau suruh pun Aku akan menjaga istri ku,"


__ADS_2