
Teng..teng..
Suara bel sekolah menghentikan aktivitas ketiga gadis itu yang menatap Pak Axel yang sedang menikmati waktu nya, Axel yang juga mendengar bel sekolah itu bersiap untuk masuk ke dalam kantor nya, hari ini Dia mendapatkan tugas mengantikan guru matematika di kelas 12 IPA A, karena guru sebelum nya sudah tidak tahan lagi dengan murid kelas itu yang terkenal dengan kepintaran mereka sehingga guru kewalahan menjawab, sebenarnya ujian kelas 12 sudah selesai dilaksanakan pembelajaran kali ini hanya untuk penambahan ilmu untuk anak murid yang akan melaksanakan ujian SBMPTN, katanya sih untuk anak murid yang pengen ikut ujian ke perguruan tinggi tapi ujung-ujung nya siswa dan siswi kelas 12 tetap di paksa wajib ikut semua dalam pembelajaran selama seminggu ini. Axel berdiri dari duduk nya lalu melihat ketiga gadis yang menatap kearah nya, pria itu mengerutkan kening nya melihat salah satu gadis yang Dia kenal, Axel berhenti tepat di depan gadis itu.
"Pak Axel kok ganteng banget sih? sering makan terasi pasti nih" ujar Anggun yang memuji pria yang di depan nya.
"Pftt anjir bau sambal terasi bisa menganteng, emang pak Axel udah ganteng dari lahir kali kan Pak" tanya Clara meminta persetujuan pria yang ada di depan nya.
"Salam dari binjai?" ujar Axel yang mengerutkan kening nya menatap Clara yang berbicara kepada nya.
Perkataan yang di lontarkan Axel itu tidak ada satu pun orang yang menjawab nya. Mereka hanya terdiam beberapa detik, hingga akhir nya keterdiam mereka pecah saat mendengar suara tawa Rere dan Anggun.
"Haha ngakak oi, Pak Axel inget begituan tentang Lu Cla, suram banget" ujar Rere masih tertawa sambil memukul lengan Clara.
Gadis yang di depan nya itu di tertawa kan hanya bisa diam cemberut, menatap kesal ke arah teman teman nya itu.
'Cla? sial gadis ini mengigat kan ku lagi pada nya' batin Axel yang mendengar panggilan dari siswi nya itu.
"Bapak nama saya C-L-A-R-A, CLARA!" jelas Clara menekan setiap hurup pada nama nya.
"Sudah-sudah kalian masuk ke kelas, atau akan saya laporkan pada guru BK" ujar Axel dengan datar dan meninggalkan ketiga gadis itu.
"Gila sih cuek aja ganteng" tutur Clara melihat punggung pria itu yang menjauh pergi.
"Udah halu nya ayo masuk kelas" jelas Anggun menarik tangan kedua teman nya itu.
__ADS_1
Axel melangkahkan kaki nya menuju kelas 12 IPA A, dengan langkah berwibawa nya dan satu buku di tangan Dia masuk dengan langkah yang di iringi tatapan semua murid kelas 12 IPA A, murid kelas IPA yang unggul sudah dapat dipastikan berisi murid otak cerdas serta mempunya atitude yang bagus, semua murid di sana hanya diam melihat guru baru mereka yang sudah dapat di kenali bahwasan nya Dia adalah kepsek baru.
'Aku suka kelas ini tidak bar-bar dan berisik' batin Axel.
"Baiklah seperti nya kalian sudah tau nama saya siapa, tugas saya kali ini akan mengajarkan kalian MAPEL MTK" ujar Axel yang menjelaskan itu kepada semua siswa dan siswi itu.
Saat Axel sedang mengatakan itu tiba-tiba tatapan nya terhenti pada seorang pria yang paling duduk di pojong kiri belakang menatap keluar jendela sambil tersenyum, Axel seperti nya sangat mengenal pria muda itu, ya pria itu adalah Reyhan. Ketua osis yang terkenal dengan ketampanan nya itu juga memiliki otak cerdas di bidang akademik Dia selalu menjadi nomor 1 di kelas maupun sekolah nya dalam semua mata pelajaran, kelas IPA A selalu Dia dapat kan dengan anak yang sempurna seperti diri nya.
'Jadi pria itu jurusan IPA bukan IPS seperti siapa tadi? Clara yah, bagus lah setidak nya otak nya tidak bodoh seperti gadis itu' batin Axel.
Axel mulai menjelaskan pelajaran dengan detail kepada murid nya, tetapi tatapan Axel selalu teralihkan oleh Reyhan yang malah tidak mendengar penjelasan nya tetapi masih menatap keluar jendela itu, kelas 12 berada di lantai tiga gedung sekolah tersebut.
"Baiklah coba kerjakan dulu soal di papan ini masing-masing buku kalian, saya akan memilih siapa yang akan mengerjakan nya nanti!" tegas Axel kepada semua murid nya.
"Baik pak" serempak semua orang yang ada di sana.
"Bucin sekali Dia, rela melihat gadis bodoh itu, sampai membuat diri nya pun bodoh" gumam Axel yang juga melihat Clara.
Di lapangan itu Clara dan teman sekelas nya sedang mendapatkan ujian untuk pegambilan nilai tambahan olahraga, dengan semangat semua orang bermain.
"Pak saya ga bisa main voli serius dah, bukan nego nego" ujar Clara memohon kepada guru olahraga itu.
"Clara Nandine Putri, nilai kamu paling jelek harus nya tidak ada ujian tambahan nilai tetapi ujian ulang buat kamu!" tegas pria itu kepada siswi nya.
"Cepat ambil posisi kita mulai" teriak guru olahraga kepada siswa dan siswi.
__ADS_1
"Udah sih Cla, anggap aja itu bola ibarat besi" ujar Rere agar membuat Clara lebih tenang.
"Gila sih lu Re, kalo Gua anggap besi nambah takut Gua kena bola beg*" tutur Clara yang sudah mengambil posisi itu bersama yang lain.
"Lemah Lu Cla, cogan tu suka lihat cewe yang suka olahraga, lebih seksi tahu" ujar Anggun yang berusaha memotivasi sahabat nya.
"Benar juga sih Lu Nggun, yaudah yok bisa yok" teriak Clara yang juga memberi semangat kepada teman-teman nya yang lain.
Pembagian pemain itu adalah siswa laki-laki melawan siswi perempuan, bola lebih awal di mainkan oleh siswa laki-laki, bola di servis terlebih dahulu oleh Gabriel dengan kuat. Tanpa Clara sadari bola itu mengarah kepada nya dengan kecepatan yang tinggi, karena memang jujur saja gadis itu memang tidak bisa dalam mata pelajaran olahraga apa pun jenis nya.
"Cla pukul jangan diam!" teriak Rere memberi arahan.
Bukan nya memukul bola nya Clara dengan wajah terkejut malah memejamkan mata nya hingga akhir nya bola itu mengenai wajah cantik nya.
Bug..
Clara terjatuh ke tanah sambil memegang kepala nya yang terasa sakit akibat benturan kuat dari bola itu.
"Gabriel bangs*t Lu kalo main pelan dikit kenapa sih" teriak Clara dengan kesal kepada pria itu.
"Kalo mau pelan mending lu main barbie" teriak Gabriel yang kembali membalas perkataan gadis itu.
"Sudah kalian berdua ada guru tapi mulut nya seperti tidak di sekolah kan saja" ujar guru olahraga meneriaki murid nya itu.
Sedangkan Axel yang melihat kejadian barusan terjadi hanya bisa tersenyum miring melihat tingkah bodoh gadis itu.
__ADS_1
'Memang bodoh, sangat beda dengan Cla yang aku kenal'