
Hampir seminggu Reno di rawat di rumah dan kondisi nya sudah pulih total, selama itu pula Anggun selalu setia di samping suami nya itu menjaga dan merawat nya hingga sembuh, dari rumah juga Anggun bekerja untuk mengisi dokumen kantor nya.
"Apa kau yakin akan masuk kantor hari ini?"ucap Anggun yang melihat Reno sedang memasang dasi nya di depan cermin.
"Hmm,"ucap Reno menjawab gadis itu dengan datar nya.
"Hmm itu iya atau apa, kau sangat membingungkan,"ucap Anggun kesal kepada suami nya itu.
"Aku akan bekerja, sebaiknya kau juga,"ucap Reno menyambar jas nya dan berlalu pergi dari kamar itu.
Sedangkan Anggun yang sedang duduk di tepi ranjang itu melihat pukul 8.45 Reno telat bangun karena Dia masih menormalkan waktu tidur nya seperti biasanya lagi, Anggun mendengus kesal secara Dia tidak melakukan apa pun hari ini kecuali acara nanti sore di hotel untuk pertemuan bisnis menandatangi dokumen.
"Apa yang harus Aku lakukan? Gabut banget ga sih, andai di indo bisa ketemu Rere, sama Clara, aaa kangen sama itu dua manusia,"ucap Anggun mendengus kesal.
Gadis itu berlalu dan duduk di meja rias, sebuah buku warna pink yang dulu Dia beli itu sudah terisi banyak, gadis itu menyimpan buku itu sangat aman lalu menulis sesuatu untuk jam dan hari ini lagi.
Hari ini Aku gagal lagi mengatakan kepada suami ku kalo Aku sangat mencintai nya, berbicara memang mudah tau melakukan itu tidak semudah yang di bicarakan.
-Anggun 205
"Huh, kapan hubungan kami layak nya pernikahan biasa,"ucap Anggun meletakan buku itu kembali di laci meja rias nya.
Saat Anggun sedang bermenung dan mengabut dan memainkan kaki nya serta sesekali hanya menscroll sosial media nya itu, lalu sebuah notifikasi telpon masuk.
Drt.. drt..
"Kak Jason?"gumam Anggun dengan bingung.
Gadis itu mengangkat telpon nya langsung lalu mendengar suara pria yang sangat Dia kenal.
"Halo Anggun?"ucap pria itu.
"Iya halo Kak, ada apa? Tumben pagi sekali,"ucap Anggun dengan helaan bercanda kepada pria itu.
"Anggun Aku waktu itu pernah menceritakan pada mu seorang gadis yang membuat ku jatuh cinta, Aku ingin menembak nya hari ini dan Aku ingin meminta bantuan mu, dan mengenal nya pada mu,"ucap Jason malu-malu mengatakan itu.
"Wah selamat kak, kau sangat bertindak cepat yah,"ucap Anggun dengan tidak kalah heboh nya.
__ADS_1
"Aku belum di terima, simpan ucapan selamat mu untuk nanti, jadi apa kau akan membantu?"ucap Jason kesal kepada Anggun yang mengoda nya.
"Iya iya, baiklah tempat nya di cafe welky days kan?"ucap Anggun menanyakan itu.
"Iya, nanti kau bantu Aku mendesain yang bagus,"ucap Jason kepada Anggun.
"Tenang Aku akan membantu, jangan lupa uang gaji nya haha,"ujar Anggun bercanda.
"Jangan memoroti ku, suami mu itu sangat kaya,"ucap Jason pura-pura marah.
"Haha baiklah, sampai jumpa ok,"ucap Anggun mengakhiri panggilan itu.
Ponsel nya di letakan di atas meja, lalu Anggun berlalu ke walk in closet memakai baju kasual nya itu, sedikit berdandan tipis membuat muka agar terlihat lebih fresh.
Lalu Anggun berlalu keluar kamar menuju lantai bawah, gadis itu melihat Mommy dan Mama sedang bercanda di dapur entah apa yang mereka lakukan, semenjak Reno sakit memang mereka sudah tinggal bersama.
"Mom, Ma, Anggun pamit mau keluar ketemu teman,"ucap Anggun kepada kedua wanita itu.
"Lah ga ke kantor?"ucap Ananda kepada anak nya itu.
"Nanti cuman ada satu jadwal penandatangan kontrak sama perusahaan Kim sore nya aja, sekarang mau pergi dulu,"ucap Anggun mengambil sandwich yang ada di atas meja.
"Dimana Dad, dan Papa, Aku ingin pamit dulu,"ucap gadis itu melirik ruangan yang besar itu.
"Lagi di lapangan golf mereka, nanti biar Mommy kasih tau deh, pergi aja,"ucap Alessia kepada menantu nya itu.
"Ok Mom,"ucap Anggun.
"Yaudah hati-hati,"ucap Ananda sekali lagi.
"Dah Ma, Mom,"ucap gadis itu mengecup pipi kedua nya.
"Anggun sangat manis, Aku menyukai anak mu itu, Dia sangat mirip dengan mu Nanda,"ucap Alessia melihat punggung Anggun yang menjauh pergi dari mansion karena gadis itu setengah berlari.
Mobil mewah buggati milik Anggun bewarna biru hitam itu membelah jalanan ibu kota, mobil itu sebenarnya milik Reno, tapi pria itu memberikan nya kepada Anggun karena entah kenapa Anggun sangat suka melihat koleksi mobil nya dan itu yang paling membuat mata nya berbinar.
"Aku ingin membeli roti coklat dan susu coklat panas, apa mampir dulu ya?"ucap Anggun dengan bingung kepada diri nya sendiri.
__ADS_1
Laju mobil nya terus melaju hingga sampai pada sebuah cafe Welky days yang bertemakan outdoor itu di sana sudah ada Jason yang sedang berbicara dengan seorang yang seperti nya pemilik cafe, Anggun turun dari mobil nya dan memarkirkan nya dekat parkir cafe itu.
"Kak Jason,"ucap Anggun melambaikan tangan nya.
"Oh Anggun kau sudah di sini,"ucap Jason menghampiri gadis itu.
"Apa kau akan menyewa tempat ini?"ucap Anggun dengan tatapan takjub.
"Tentu, karena ini demi orang yang Aku cintai,"ucap Jason bangga.
"Kau sangat romantis, tidak seperti suami dingin ku,"ucap Anggun cemberut.
"Haha kau menyesal meninggalkan pria romantis ini bukan?"ucap Jason mengoda gadis itu.
Anggun hanya mendengus kesal karena ejekan pria yang sudah Dia anggap kakak itu sendiri, Jason mengacak rambut Anggun yang terlihat kesal kepada nya.
"Aku bercanda, semoga kau juga cepat lancar hubungan nya,"ujar Jason tulus kepada gadis itu.
"Tentu sesuai harapan mu,"ucap Anggun kepada pria itu.
Akhirnya mereka memulai kasus dengan mencari cincin yang bagus, jenis bunga yang bagus, serta musik yang akan di nyanyikan Jason untuk sang kekasih, semua itu mereka rencanakan secara mendadak dan penuh kerja keras, beberapa jam berakhir, Jason sudah menganti baju dan mengundang sang kekasih untung datang.
16.56
"Anggun apa Aku sudah tampan?"ucap Jason berdiri di depan gadis itu.
"Sangat tampan, tapi suami ku tetap yang paling tampan,"ujar Anggun kepada pria itu.
"Kau,"ucap Jason kesal.
"Sudah, Dia itu datang,"ucap Anggun mendorong Jason ke tempat live musik.
Gadis yang di undang Jason itu terlihat sangat cantik seperti model kaki panjang dan style nya yang sangat kekinian membuat Anggun juga kagum, Jason memanggil nama gadis itu, lalu sang gadis berdiri mencari sumber suara, Jason menyanyikan sebuah lagi yang mengutarakan perasaan nya.
"Astaga Kak Jason sangat romantis,"ucap Anggun yang juga berdiri dari jauh.
Entah sebuah takdir atau kebetulan cafe itu adalah tempat langganan Reno membeli coffe latte biasa nya, pria itu turun dari mobil dan melihat pria yang Dia kenal, dan di sana juga ada Anggun yang menatap pria itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa Aku harus melihat hal yang membuat ku sakit?"