Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS) END


__ADS_3

"Kak Anggun, kalian datang,"ucap Alice dengan senang memeluk kakak ipar nya.


Begitu pun dengan Michele menyapa kedua mertua nya, Anggun datang dengan raut wajah sumringah.


"Ini bunga cantik untuk mu, sebenarnya Aku ingin memberikan buket cek tapi suami ku melarang nya,"ucap Anggun tertawa.


"Tidak perlu, Aku akan mentrafser nya, atau kau ingin sesuatu?"tanya Reno yang memang tidak membawa apa-apa itu.


"Tidak sorry suami ku bisa membelikan apa yang Aku ingin kan,"ucap Alice memeluk Michele yang berdiri di samping nya dengan gemas.


Mereka semua saling berbincang dan memilih untuk foto keluarga dan memasang nya, karena Alice yang meminta itu untuk menjadi kenangan nya.


Acara penyambutan Alice berlalu cukup lama, keluarga Alferoz juga tidak bisa lama-lama terlebih baby twins yang di tinggal kan Anggun di mansion takut haus dan mencari sumber minuman nya.


"Baby kami pulang dulu, besok kau sudah bisa bekerja jika kau ingin, Aku sudah mengatur kursi wakil direktur untuk mu,"ucap Reno memeluk adik nya bergantian dengan Anggun.


Mereka semua pamit pergi berpisah di parkiran kampus dengan supir Michele dan Alice sedang memindahkan barang-barang pemberian dari teman-teman Alice ke dalam bagasi mobil, mereka duduk berbincang hal sederhana.


"Apa kau besok mau langsung pergi bekerja?"tanya Michele mendengar pendapat istri nya itu.


"Seperti nya iya, Kau besok langsung masuk bekerja kan, kau sudah banyak mengambil cuti demi Aku,"ucap Alice bermanja di lengan suami nya itu.


"Tidak apa, kita baru menikah siapa yang berani dengan Alice Alferoz kau yang mengizinkan ku,"ucap Michele tertawa kecil mengatakan itu.


"Haha kau benar sayang,"ucap Alice yang baru menyadari posisi nya di Alferoz itu.


Brak...


Pintu mobil terdengar tertutup supir mereka masuk sambil meminta izin menjalankan mobil mereka.


"Tuan, Nyonya apa kita langsung balik?"tanya supir itu.


"Ya kita langsung ke rumah saja,"ucap Michele mengatakan itu.


Percakapan mereka di atas mobil terlihat sangat asik, sehingga waktu tidak terasa mereka sampai di mansion di sambut para karyawan dan satpam di mansion Antara.


"Sayang Aku mandi dulu,"ucap Alice melangkah kan kaki nya ke kamar mereka yang ada di lantai atas.

__ADS_1


Michele yang memilih duduk di sofa itu menghembuskan nafas nya, Dia melirik jam tangan yang sebentar lagi akan makan malam, Michele melangkahkan kaki nya ke kamar dan seenaknya masuk ke kamar mandi saat Alice masih berendam.


Cklek...


"Astaga buaya, maksudnya sayang kau mengkaget kan ku,"ucap Alice membenamkan wajah nya dalam bath up.


"Kau mandi sangat lama baby, Aku akan mandi juga,"ucap Michele melangkah kan kaki nya santai dan melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuh nya.


"Ya maafkan Aku tapi Aku tidak nyaman seperti ini sayang,"ucap Alice menutup wajah nya dengan malu melihat tubuh polos Michele.


Pria itu hanya tersenyum nakal dan melanjutkan aktivitas mandi nya seperti biasa dan Michele menyelesaikan itu dengan cepat meninggalkan Alice yang malah bersantai santai di bath up nya dan bermalas malasan.


Cklek...


"Jangan lama-lama berendam nya sayang,"ucap Michele sebelum kembali menutup pintu kamar mandi dengan pelan.


"Iyah keluar lah,"ucap Alice masih berendam dan menyembunyikan tubuh polos nya di sebalik busa-busa itu.


Michele melangkahkan kaki nya, meninggalkan Alice yang masih berendam itu, Michele memakai handuk yang di lilitkan ke pinggang nya lalu menatap pakaian yang sudah di siapkan nya.


Beberapa puluh menit berlalu Alice selesai berendam Dia melirik suami nya yang tidak ada di kamar nya, Dia mencari mengedarkan seluruh pandangan nya ke kamar, lalu Dia menatap sebuah gaun cantik bewarna hitam yang ada tulisan.


-Suami mu-


Seketika Alice tersenyum miring melihat note yang di tempelkan ke baju yang tergantung rapi itu.


"Suami ku sangat romantis,"gumam Alice mengambil itu dan memakai nya.


Dia berdandan dengan make up yang tampak lebih menawan dan tegas, Alice ingin mencoba nya karena apalagi Dia akan dinner dengan suami nya walaupun itu hanya di rooftof membuat Alice yang memikirkan nya saja mengelengkan kepala perlahan.


"Sudah cantik,"gumam Alice menatap diri nya di depan cermin.


Lalu Dia melangkahkan kaki nya ke rooftof mansion dengan menggunakan lift, sebelum masuk lift sudah ada yang menyambut nya seorang pelayan perempuan mansion.


"Silahkan Nyonya lewat sini,"ucap wanita itu menunduk menyambut Alice.


Gadis itu tentu hanya menurut dan lift berhenti di paling atas tepat nya di rooftof mansion yang memperlihatkan suasana malam hari yang membuat orang takjub, seketika Alice tercengang rooftof itu sudah di desain seperti tempat dinner yang sempurna.

__ADS_1


Dengan meja di tengah-tengah dan berbagai sisi di hias dengan lampu dan bunga serta red carpet yang mengarah kepada seorang pria yang sudah duduk sambil tersenyum di kursi yang ada di tengah.


Drap.. drap..


Alice melangkah kan kaki nya dengan pelan, Michele berdiri dan mendorong nya untuk memberi jalan kepada Alice yang sedang berdiri itu.


"Kau menyiapkan nya?"tanya Alice sesekali tersenyum manis kepada Michele dengan senang.


Pria itu mengangguk, lalu kembali duduk dan mengengam tangan Alice lalu mengeluarkan sebuah perhiasan batu delima merah yang sangat menawan.


"Ini hadiah untuk mu yang akan menempuh hidup baru sebagai istri ku Michele Antara, dan sebagai wakil direktur Alferoz,"ucap pria itu berdiri dan memakai kan nya kepada Alice.


Rambut nya di angkat oleh tangan besar Michele sehingga memperlihatkan kulit mulus Alice yang di pasangkan kalung yang di berikan Michele.


Para pelayan yang sedang nampak membuat steak beberapa langkah dari mereka salah satu nya menuangkan wine terbaik di gelas mereka.


"Untuk istri ku,"ucap Michele mengarahkan gelas nya ke gelas Alice.


Gadis itu mengangkat gelas nya dan mengarahkan nya pelan kepada Michele lalu berkata.


"Untuk suami dan anak kita,"ucap Alice mengangkat gelas nya.


Michele awal nya tersenyum biasa belum sadar, tapi tunggu Dia seketika loading Dia menatap Alice yang tertawa kecil sambil mengeleng melihat suami nya hanya memasang wajah seperti orang b0doh dan tidak tahu apa-apa.


"Anak? Aaaa,"


Michele berteriak dan mengebrak meja lalu berlari memutari meja memeluk istri kecil nya itu lalu menatap Alice dengan tatapan serius.


"Kau serius? Di sini ada baby kita,"ucap Michele dengan wajah polos nya mengusap perut datar Michele.


Alice mengangguk tersenyum, seketika Michele yang sangat bahagia mengangkat tubuh istri nya dan memutar nya lalu mereka berpelukan, membuat semua karyawan hanya tersenyum mendengar kabar bahagia dari keluarga Antara.


"Kita akan membangun keluarga kita sendiri,"bisik Alice menetaskan air mata nya yang juga tidak kalah bahagia ketika melihat hasil taspack sebelum pergi wisuda.


"Aku akan menjadi seorang Ayah, terimakasih, Aku mencintaimu,"ucap Michele mengecup wajah Alice berkali-kali.


"Aku juga mencintai mu,"

__ADS_1


......................


__ADS_2