Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Saat ini mobil yang di kendarai Revian sedang berhenti di pom bensin karena Revian dan pacar Vendi nya ingin ke toilet, di malam hari yang sudah terlihat sepi itu, sedangkan Michele yang masih fokus dengan buku nya itu hanya diam dan terus membaca, tapi sebuah pergerakan dari Alice membuat pria itu melepaskan pelukan pada pinggang gadis itu dan hanya membiarkan kepala nya.


Beberapa kali Alice mengerjapkan mata nya Dia melirik ke sisi samping nya yang terlihat Vendi sedang tertidur bersendar pada pintu mobil yang cukup berjarak dengan nya dan menyisihkan beberapa ruang, lalu Dia menatap diri nya yang ternyata menjatuhkan kepala nya pada bahu lebar Michele, gadis itu tersenyum menatap wajah Michele yang serius membaca, dengan suara parau khas bangun tidur gadis itu menoel hidung Michele.


"Kak Michele, kau sangat tampan ketika serius,"ujar Alice tertawa kecil.


Michele yang mendapat sentuhan itu sontak membuat nya menatap Alice dengan tajam nya, akhirnya gadis itu tersenyum lalu memposisikan badan nya dengan benar.


"Apa kita sudah sampai?"tanya Alice menatap keluar kaca mobil.


"Belum, sebentar lagi tapi Revi ingin ke toilet,"ujar pria itu masih fokus dengan buku yang sudah Dia baca hampir selesai itu.


"Aku juga ingin ke toilet,"ujar Alice yang memang ke belet pipis saat Dia bangun itu.


"Yasudah pergi lah sana tidak ada yang melarang mu,"ujar Michele santai.


Gadis itu siap berdiri dan melewati Michele yang tidak mau sama sekali memberikan nya jalan, kalau Dia membuka pintu di sebelah Vendi, pria itu akan terjatuh, Alice berusaha menyingkirkan kaki Michele yang dengan sengaja menghalangi jalanan nya.


"Kaki nya tolong tampan,"ujar Alice dengan tatapan tajam nya berusaha melewati pria itu.


Michele sama sekali tidak menjawab, akhir nya gadis itu memaksa lewat membuat tubuh nya terjatuh di atas pangkuan Michele dan menduduki pria itu, kaki nya tersangkut dan membuat diri nya tidak fokus berjalan.


Bruk..


Seketika Michele yang di duduki itu juga sama terkejut nya dengan Alice, gadis itu kaget ketika merasa di bawah b0kong nya ada sesuatu yang mulai menyentuh dan membesar, gadis itu yang tidak nyaman membuat nya bergerak.


'Sial@n kenapa harus Dia lagi, Aku bisa gila,' umpat Michele.


Bruk..

__ADS_1


Michele mendorong kuat tubuh gadis itu karena membuat nya merasa aneh, tubuh kecil Alice terjatuh di bagian pintu luar mobil yang terbuka itu membuat diri nya kaget.


"Akh, hati-hati dong,"ujar Alice dengan kesal.


"Siapa suruh kau memeluk ku,"ujar Michele dengan kesal dan juga keluar dan memilih pergi ke toko swalayan yang ada di pom bensin itu membeli minuman untuk menghilangkan frustasi nya.


Pria itu meneguk bir kaleng yang Dia beli dengan kasar dan mengusap mulut nya, lama Dia menunggu dan melihat Alice yang sedang mengobrol dengan pacar Vendi itu menuju mobil.


'Akh gil@ kenapa harus Dia!!' teriak Michele dengan frustasi dalam batin nya.


Setelah kembali membeli minuman Michele masuk paling akhir ke dalam mobil itu, Dia melihat Alice yang tampak ceria.


"Ini,"ujar Michele menyodorkan kotak susu kecil kepada gadis itu.


"Wah susu coklat, terimakasih,"ujar Alice dengan bahagia mengambil dari tangan Michele.


Revian yang juga menunggu itu menatap ke belakang pria itu, dengan raut wajah kesal nya kepada Michele pria itu menampung tangan.


"Ini,"ujar Michele menberikan semua yang Dia beli dalam kantong kepada Revian itu.


Pria itu tampak sangat antusias karena sahabat nya itu tidak melupakan nya, Alice melirik minuman yang di minum Michele berbeda dengan apa yang Dia punya pun heran.


"Aku mau mencoba itu,"ujar Alice menunjuk kaleng minuman milik Michele.


"Dilarang untuk mu, ini bir kau masih kecil, dan kalau Reno tahu Aku akan di cekik,"ujar Michele kepada gadis itu.


"Aku 21 tahun apa kau tahu!"teriak Alice dengan kesal.


"Aku 32 tahun, dan di mata ku kau gadis kecil,"ujar Michele dengan jujur nya.

__ADS_1


Pria itu hanya mengeleng melihat tingkah pacaran teman nya itu, pria itu saja yang tidak tahu dan mengira kebohongan adalah kebenaran dan kebenaran adalah kebohongan, yaitu membolak balikan fakta.


Setengah jam lagi mereka menempuh perjalanan akhir nya mereka tiba di sebuah vila yang sudah Dia pesan dan akhirnya Michele bersiap turun dan lagi gadis itu tertidur membuat Michele mengerutu kesal.


"Dasar putri tidur, padahal hanya setengah jam lagi,"ujar Michele mengumpat kesal.


Lalu pria itu mengangkat tubuh Alice menuju kamar di dalam vila, pria itu keluar dan melihat teman nya yang akan juga beristirahat itu, Michele mengikuti nya, tetapi saat Revian masuk itu Michele di halang.


"Lah kau mau kemana?"tanya Revian heran.


"Tidur kan,"ujar Michele berusaha menyingkirkan tangan pria itu dari pintu.


"Kan Aku sudah bilang, Aku pesan buat pasangan dan Aku tidur dengan pacar ku, enak saja kau ikut tidur dengan pacar ku tidur sana dengan pacar kecil mu,"ujar Revian dengan kesal.


Brak..


Pintu itu terbanting kuat di depan Michele, seketika otak nya baru berputar, Dia baru ingat kalau perjanjian nya memang seperti itu, mereka memang sering trip tapi ini baru pertama kali nya bagi mereka mengajak pacar mereka masing-masing, mereka yang sudah merencanakan trip itu jauh-jauh hari, dan Michele tidak permasalahkan nya dengan Engeline, tapi ini Alice, pria itu menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.


"Ck mana Aku sudah ingin mengistirahatkan tubuh ku ini,"ujar Michele mengeluh.


Mau tidak mau pria itu akhirnya merebahkan badan nya di samping Alice, dan hanya memakai d@laman karena kebiasaan tidur nya, bagi Michele ini hal wajar apalagi Dia sering seperti ini dengan wanita.


Sedangkan Alice sudah menikmati tidur nya dan pergi ke alam mimpi, Michele mematikan lampu nya lalu membaringkan tubuh nya yang lelah lalu tidur melewati malam mereka yang panjang setelah perjalanan itu.


Tak.. tak..


Suara dentuman jarum jam terdengar jelas, sinar matahari memasuki celah jendela villa yang ada di sana, Alice mengerjapkan mata nya beberapa kali, gadis itu mengusap guling nya yang terasa nyaman itu.


"Hmm kenapa guling ini berotot,"ujar Alice lalu menatap pria yang tidur di samping nya.

__ADS_1


Bukan nya kaget, tapi gadis itu malah senang, Dia terduduk dan menatap serta mengerjapkan mata nya beberapa kali melihat bentuk tubuh Michele yang di sembunyikan dokter mesum itu setiap hari di sebalik jas dokter nya.


"Astaga ini sangat keren,"


__ADS_2