
"chelsea apa itu kau?" kata rian.
Gadis itu menekok kearah pria yang notebe nya adalah nya om nya sendiri. ia sangat malu dengan keadaan nya saat ini. tidak ada yang tau perasaan chelsea saat itu.
'ting ting'
suara pintul bel kamar hotel berbunyi. rian yang masih setengah sadar itu pun bergegas menuju pintu untuk membuka nya. karena seperti nya orang yang memencet bel itu terus terusan dan sangat tidak sabar.
'Cklek' suara pintu terbuka.
'Bugh'
sebuah hantaman keras membuat rian yang sedang tidak melalukan pertahan itu, seketika ia tersungkur jauh ke lantai dengan bibir yang pecah mengeluarkan darah akibat pukulan itu.
Rian yang masih belom sempat berdiri langsung mendapat pukulan bertubi tubi, ia tidak siap untuk membalas pukulan itu, sehingga rian hanya pasrah terus di pukulin.
"pria brengsek"
"lelaki tua bajingan"
"kenapa harus adikku"
"aku akan membunuh mu!!!" teriak varo yang terus memukul rian tanpa ampun itu. rian yang tidak memperlakukan perlawan tentu ia saat ini sudah habis di pukuli. saat ini wajah rian sudah tidak berbentuk akibat pukulan itu
"varo sudah!" kata adrel dengan tegas.
shinta yang melihat keadaan kamar itu sangat berantakan. ia menelusuri dan masuk ke sebuah kamar, ia melihat putri nya duduk meringkuk di tepi ranjang dengan memangku kedua kaki nya.
'hiks hiks' suara tangis itu seketika pecah ketika ia melihat shinta mendekati nya.
"mommy pergiii!!!!!!"
"jangan mendekati sea!"
"sea kotor mom, sea kotor"
"sea sudah merusak nama baik keluarga kita"
__ADS_1
"Bunuh aja sea mom"
Teriak gadis itu dengan pilu dan air mata yang terus berurai.
"sayang, tidak apa apa, ini bukan salah mu" shinta menangis melihat putri nya itu dalam keadaan terburuk bagi nya, shinta berusaha memeluk chelsea tapi tangan nya dihempaskan oleh chelsea.
"mommy pergi, chelsea udah kotor mom, chelsea udah bukan gadis yang bisa dibanggain lagi" suara gadis itu bergetar tak kala mengatakan hal yang paling pahit baginya.
Saat chelsea fokus dengan mommy nya, tiba tiba ia merasa di peluk oleh seseorang. ia adalah varo. varo yang mendengar adik nya berbicara seperti itu hati nya ikut tersayat sayat. pedih, itu lah yang dirasakan varo saat melihat sang adik tercinta menangis dan mengatakan ingin mati.
"Sea jangan seperti ini, aku menyayangi mu" kata varo memeluk chelsea.
"lepaskan!!"
"lepaskan aku kak"
"aku bukan adikmu lagi!"
"Daddy maafkan chelsea, maafkan chelsea daddy" kata gadis itu mulut nya bergetar mengatakan kata demi kata.
"apapun keadaan mu, kau tetap anak ku" adrel ikut memeluk chelsea, begitu pun dengan shinta. bukan berati dengan jawaban adrel yang datar lantas membuat ia bersikap biasa sajak melihat putri nya seperti ini. ia justru sangat sakit melihat keadaan putri nya.
Seketika sebuah kejadian panas itu berputar di ingatan chelsea. ingatan itu seketika membuat nya berteriak dengan histeris.
"jangan dekati aku akh. pergi!!!" kata chelsea menjambak rambut nya sendiri.
"sea jangan seperti ini" kata shinta berusaha melepaskan tangan chelsea dari rambut nya sendiri.
Varo yang melihat keadaan adiknya itu ikut terombang ambing dengan rasa kesal dan bercampur amarah. chelsea yang tak henti henti nya berteriak itu seketika terkulai lemas dan pingsan akibat terlalu kelelahan.
"sea? sea bangun!" teriak shinta menguncang guncang tubuh anak nya dalam pelukan.
Varo yang melihat keadaan adik nya itu langsung membalut dengan rapi selimut yang dikenakan chelsea. tanpa pikir panjang varo langsung berlari keluar hotel dan menuju parkiran untuk mengantar adiknya kerumah sakit.
"ren, lebih cepat kau lajukan mobil nya" kata varo dengan kesal.
"baik tuan" kata reno.
__ADS_1
varo sangat kahwatir dengan adiknya sampai meninggalkan kedua orang tua nya. shinta menyusul varo ke RS sedangkan adrel memiliki urusan dengan adik nya sendiri. Di sebuah ruangan gelap dan lembab, hanya terpasang satu buah lampu redup untuk penerangan ruangan yang cukup besar itu berada di tengah tengah. sehingga wajah seseorang hanya dapat terlihat samar samar.
'Byur' sebuah air menyiram seorang pria yang terikat kedua tangan nya ke belakang itu.
'huk huk' pria itu terbangun dan terbatuk batuk akibat sebagian air yang masuk ke mulut nya. ia membuka mata secara perlahan. pria itu sudah sangat susah membuka mata nya akibat muka nya yang penuh lebam. ia melihat seseorang yang ia kenal duduk dengan sebuah kursi di depan nya, sambil menyilangkan kaki nya.
"kak adrel" lirih pria itu sangat susah untuk berbicara.
"rian apa maksudmu?"
"kenapa harus sea?"
"dia itu putriku!"
"dia itu keponakan mu!"
"aku tau kau seorang casanova dan pengila wanita, tapi kenapa harus chelsea" kata adrel dengan berteriak, rahang pria itu sudang mengeras. wajah merah dengan penuh menahan amarah yang bergejolak. ingin rasanya ia langsung membunuh adik nya ditangan nya sendiri.
"kak apa kau bodoh? ha ha" tawa rian.
"apa maksud dengan tawa mu itu? apa kau berani kepada ku!" bentak adrel.
"kak dia itu keponakan ku, tidak mungkin aku melakukan hal keji dan kotor itu kepada keponakan ku sendiri, sebejat bejat nya pria seperti ku, aku tidak akan menyakiti keponakan ku sendiri" kata rian dengan tegas.
"apa kau pikir aku bisa di bodohi? lantas kenapa aku menemui mu dan sea dalam keadaan seperti itu" adrel memukul dengan kuat wajah adik nya itu tak kala mengingat keadaan putri nya yang sungguh berantakan dan menyedihkan.
"kau tanya kepada sea, jangan tanya saja kepada ku kak, kau tidak akan percaya kepada ku, aku di pukuli saat perjalanan ke rumah mom maria. pagi nya aku sudah melihat keadaan ku seperti itu, aku bersumpah tidak melakukan hal kotor itu" kata rian yang sudah tak tau lagi dengan kata apa ia berucap agar sang kakak percaya kepada nya.
"rian, rian, kalo sampai sea mengatakan sesuatu buruk tentang mu, aku akan mengahabisi mu langsung dengan tangan ku, kau camkan itu" kata adrel dengan tegas.
adrel berlalu pergi dari ruangan itu. ia ingin langsung menuju rumah sakit menemui putri tercinta nya. adrel tidak habis pikir adik nya sendiri yang merebut kebahagian anak nya. apakah tuhan sedang mempermainkan takdir keluarga nya saat ini? ia tidak tau, yang ia tau, ia akan berusaha menghabisi siapa saja yang berani terhadap keluarga willliam.
'rian kau itu adik ku, walaupun kita berbeda ibu, tetapi aku menyayangi mu, tetapi kenapa harus kau yang merengut kebahagian putri ku' batin adrel yang memukul kuat setir mobil nya.
Bersambung...
Budayakan like sehabis membaca:)
__ADS_1
Jangan lupa like,dan vote nya.
makasih yang sudah like.