Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S3 BAB 43-BELAH BUAH-BUAHAN


__ADS_3

"Hubby, i'm not ready,"ujar Anggun mengelengkan kepala nya.


"Tidak apa-apa, nikmati saja,"ujar Reno dengan suara berat nya yang sudah sampai penghujung alam.


Reno mulai bersiap memposisikan milik nya lalu pada waktu yang pas dengan sekali hentakan Reno menekan milik nya pada Anggun, seketika gadis itu mencengkram kuat punggung Reno dengan air mata yang mengalir.


"Sa sakit anj,"teriak gadis itu mengumpat.


"Haha Are you ok?"tanya Reno yang malah tertawa mendengar umpatan Anggun.


Gadis itu mengeleng tanda Dia tidak baik baik saja, darah segar mengalir di selangkan Anggun menandakan gadis itu masih menjaga kehormatan nya dengan baik.


'Terimakasih menjaga nya untuk ku, maaf pernah mencurigai mu,' batin Reno menatap wajah istri nya yang terlihat kesakitan.


Setelah mendiamkan nya beberapa saat, Anggun mulai gelisah karena milik suami nya itu, dengan kesal Anggun mulai bergerak, Reno yang paham itu akhir nya memulai aksi nya memompa tubuh kecil istri nya, erangan dan ******* terdengar di malam hari itu.


Yuhuuu, akhir nya join belah duren setelah sekian lama, ngerasain apa yang di rasain Varo sama Axel, Reno mengoyangkan milik nya dan istri nya terus mendesah membuat telinga nya terasa di manjakan.


"Oh ****, jika Aku tahu akan senikmat ini, Aku tidak akan menunda malam pertama kami,"ujar Reno menikmati permainan yang Dia buat.


"Hubby, pengen ke toilet, kok kebelet, jangan di gerakin nanti beneran pipis di sini,"teriak Anggun gelisah yang terus merengek di bawah kukungan suami nya.


"Dont worry, gapapa keluarin aja,"seringai Reno menatap pelepasan pertama istri nya.


Suara kenikmatan dari wajah CEO alferoz yang datar itu terdengar pelan di telinga Anggun, sedangkan gadis itu hanya bisa menikmati permainan suami nya.


"You so hot,"gumam Anggun mengigit leher Reno.


Beberapa lama mereka bermain akhirnya Reno menerima pelepasan pertama mereka, dan hal itu membuat pria itu mengambil nafas, dengan di temenin bintang malam, dan permainan mereka yang menghadap ke pantai jendela yang transparan seolah mereka bersatu di alam bebas.


"Udah, mau bobo,"ujar Anggun gelisah karena Reno terus mengoyangkan ping*ul nya.


"Belum,"ucap pria itu dengan suara bariton nya yang berat.


Akhirnya mereka menyelesaikan permainan itu hingga dini hari, tidak lupa setelah itu mereka membersihkan badan dan kembali tidur, Anggun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, suami nya hot itu sudah bermain liar dan membuat nya tidak bisa bergerak, membiarkan Reno membersihkan diri nya dan tidur.


Pagi hari nya


Drt.. drt..

__ADS_1


Suara ponsel berdering, sinar matahari masuk ke dalam jendela lebar yang tirai nya terbuka sedikit melalui celah-celah, ponsel itu terus berdering hingga akhir nya terpaksa Anggun membuka mata nya, lalu melihat ternyata telpon itu dari ponsel Reno.


"Hubby, bangun ada yang nelpon,"ujar Anggun memberikan ponsel itu.


"Hmm,"ujar Reno menerima uluran ponsel itu.


Anggun terduduk dan menormalkan penglihatan nya itu, mereka masih tidak memakai apa pun sedangkan Reno menerima telpon itu dengan posisi masih berbaring.


"Halo,"ujar Reno dengan suara khas bangun tidur nya.


"Anak nakal! Kemana kau bawa Anggun! Kalian pergi sangat mendadak,"teriak Alessia di seberang telpon sana.


"Mom,"kesal Reno menjauhkan ponsel nya itu.


Saat Reno sedang menelpon, Anggun mencoba turun dari kasur, tetapi seketika bagian bawah perut nya amat terasa sakit dan nyeri.


"Akh sakitt,"teriak Anggun.


"Itu Anggun kenapa?"tanya Alessia kepada anak nya.


Reno tidak menjawab dan menghampiri istri nya yang masih di atas kasur itu.


"Tidak, kau menusuk nya, milik mu sangat besar, sakit sekali hiks hiks,"teriak Anggun.


Seketika Alessia mendengar apa yang Anggun katakan, dan juga saat ini telpon nya sedang di loudspeaker agar yang lain tahu di sana ada Ananda, Lumuis dan juga Dante, mereka saling menatap satu sama lain.


"Emang milik orang Eropa mengerikan?"tanya Lumuis kepada Dante.


"Hei jaga bicara mu, bukan mengerikan tapi perkasa,"ujar Dante yang tidak terima perkataan teman nya itu mungkin sekarang besan yah haha.


"Kalian berhenti lah berdebat,"ujar Alessia kesal sendiri kepada dua orang pria itu.


"Astaga kasian putri ku, anak mu sangat, Aku tidak menyangka,"ujar Ananda mengeleng tidak percaya.


"Kau juga ikutan Nanda, diam lah ini sangat lucu,"ujar Alessia kepada sahabat nya itu.


Mereka kembali diam telpon masih menyala, lalu Reno kembali berbicara kepada Mommy nya itu.


"Mom, Aku kan sudah bilang kepada Keenan, jangan mengan--,"perkataan Reno terpotong akibat Anggun kembali berteriak.

__ADS_1


"Hubby, celana d*lam ku yang kemarin juga robek karena mu!"kesal Anggun melihat celana d*alam nya yang sudah tidak berbentuk.


"Nanti Aku beli lagi!"ujar Reno.


Reno menatap ponsel nya yang masih menyala, sungguh si*al seperti nya Mommy nya mendengar teriakan manja istri nya itu dengan malu Reno langsung mematikan ponsel itu, sedangkan keempat orang tua itu hanya saling menatap lalu tertawa.


"HAHAHA HAHA,"


"Astaga Aku tidak menyangka anak ku yang pendiam itu,"ujar Alessia menghampus air mata nya yang keluar akibat tertawa.


"Dia seperti nya sangat malu,"ujar Ananda yang juga tidak menahan tawa nya.


Sementara itu para pria hanya diam membayangkan betapa malu nya Reno, mungkin mereka bisa mengerti itu, dasar wanita apa apa bisa nya jadi bahan gosipan mulu.


"Nanda, Aku akan membuat kejutan nanti saat mereka pulang,"ujar Alessia dengan semangat.


"Apa itu?"tanya Ananda yang penasaran.


Entahlah para Nyonya sedang berbisik apa author ga mau ngurusin, yang mau di urusin sekarang Anggun yang cemberut karena ****** ***** nya robek.


"Padahal ini warna favorit Aku,"ujar Anggun.


"Pakai yang lain, nanti di ganti,"ujar Reno dengan helaan nafas.


"Yaudah deh,"ujar gadis itu berusaha berdiri.


Tetapi Reno yang paham karena kata orang-orang kalo pengalaman pertama untuk seorang gadis itu memang rasanya sakit, dengan cool nya pria tampan itu mengendong istri nya ke kamar mandi.


"Kamu gendong Aku, tapi junior kamu malah gesek gesek punggung Aku, geli,"teriak Anggun dengan wajah yang memerah.


"Mungkin turn on,"ujar Reno masuk ke kamar mandi itu.


Mereka akhir nya membersihkan badan setelah bangun sekitar pukul 11 siang hari, tidak bisa di sebut pagi lagi, dan entah apa yang membuat mereka lama di kamar mandi, sehingga harus keluar pukul 12 lewat.


"Ck bentar yah bentar,"sindir Anggun menatap suami nya.


Sementara yang di tatap hanya memasang wajah datar nya dan memasang baju santai nya itu.


'Derita dapat perjaka, mau nya di goyang mulu,'

__ADS_1


__ADS_2