Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
BAB 98-MENJEMPUT


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi Varo dan si kembar sudah tiba di sebuah kampus yang sangat mewah dan berkelas, semua anak berprestasi berkumpul di sana untuk melanjut kan pendidikan mereka. Kampus internasional bukan hanya menampung murid kalangan atas tetapi juga murid berprestasi yang mendapat kan beasiswa secara penuh dari pada donatur. Si kembar dengan semangat turun dari mobil dengan langkah gemoy mereka, dengan tubuh yang berisi si kembar berbaris.


"Lenka pegang tangan Luis, Lukas pegang tangan Leon" ujar Varo memerintah kan anak nya itu, mereka saling berpegangan dengan rapi seolah olah ingin menyebrang jalan saja.


Sedangkan Varo menjadi pemandu dengan berdiri di tengah-tengah dengan posisi Varo mangandeng tangan Lenka di sisi kanan sedang kan Lenka memegang tangan Luis, di sisi kiri Varo memegang tangan Lukas, lalu Lukas memegang tangan Leon. Varo sekarang sudah terlihat seperti hot daddy dengan badan yang masih bagus dan terlihat muda di umur nya yang menginjak 33 tahun ini, pria itu memang sangat tampan sampai sekarang, hingga semua para mahasiswa dan mahasiswi tetuju kepada mereka yang sangat lucu saling bergandengan tangan itu.


"Halo kakak antik" ujar Lukas menebar pesona sambil terus mengikuti langkah Daddy nya.


Abang Lukas memang suka tebar pesona sana sini, hingga siapu pun wanita nya asal kan Dia cantik Abang Lukas pasti selalu memberikan senyum terbaik nya yang menjajikan itu.


"Halo gembul ganteng" ujar mahasiswi yang membalas sapaan Lucas itu dengan gemas.


"Ukas ga boleh goda cewe kata Oma!" teriak Lenka kepada Abang nya itu dengan suara kesal.


"Bialin Lukas kan anteng" tutur Lukas dengan bangga.


"Kata Oma Ukas gatel kayak ulat bulu" sindir Lenka mengejek kembar nya itu sambil terus berjalan.


"Lenka! Ukas tidak gatel" ujar Lukas dengan kesal menatap kembar nya yang bungsu itu dengan kesal.


"Uis, Eon" Ujar Lenka dengan suara sendu mengadu kepada Abang tertua dan kedua nya itu.


"Lukas!" tegas Luis menatap tajam adik nya itu dengan tatapan memperingat kan seolah-olah memberi isyarat jangan ganggu Lenka lagi.


"Udah Lenka jangan sedih" ujar Leon tersenyum manis kepada adik nya.


Abang Luis dan Leon memang tipe pria dingin dan cuek kepada semua orang tetapi Luis dan Leon seolah-olah sangat menjaga ketat adik perempuan nya itu dari siapa pun yang berani menganggu nya termasuk Lukas sendiri, Lukas dan Lenka memang tipe yang cerewet tetapi Lukas melihat kan sifat tipikal playboy nya itu, entah darah siapa yang mengalir dari sifat nya yang seperti itu.

__ADS_1


"Iya, marah kan Luis sama Leon, Lenka ngadu" cemberut Lukas kepada adik perempuan nya itu lalu membuang muka.


Luis, Leon dan Lukas memang sudah lancar berbicara walaupun kadang masih ada satu satu kata dari mereka yang masih kurang jelas, sedang kan Lenka masih saja bertahan dengan omongan cadel nya dan tertinggal dari kakak nya itu, tetapi soal kepintaran mereka mungkin sama rata di wariskan oleh si Daddy Varo William yang ber IQ tinggi itu.


"Sudah jangan bertengkar" ujar Varo yang mulai menimpali perkataan anak nya yang terus berbicara itu.


Para kembar yang di peringati Daddy itu langsung bungkam karena mereka sangat tahu Daddy Varo adalah orang yang sangat tegas kepada mereka berempat. Tidak terasa mereka berlima sudah sampai di depan ruangan kelas Rere yang seperti nya masih terlihat masih melakukan pelajaran itu. Varo mengintip dari jendela dan bener saja ternyata ruangan Rere itu masih belajar.


"Seperti nya kita sedikit cepat datang" ujar Varo mengatakan hal itu kepada anak-anak nya.


"Unggu ini aja yah Dad" ujar Lenka menyuruh mereka duduk di depan kelas Rere.


"Oke" ujar para pria dengan serempak itu.


Mereka mengobrol sambil menunggu Rere keluar, hubungan Ayah dan anak itu terjalin dengan sangat baik, dan terlihat sangat bersahabat itu, hingga Varo dan anak nya pun tidak menyadari para gadis yang menatap Varo dengan tatapan kagum nya melihat CEO William Group itu tipikil Hot Daddy itu.


"Om mau jadi sugar Daddy ku ga" teriak salah satu gadis itu yang mendekat.


"Kalo mau jadiin sugar Daddy, lawan istri nya dulu mau Tea?" ujar Rere memotong pembicaraan gadis muda itu.


"Bercanda Re, tegang amat, I like itu tapi lihat badan suami mu" tutur Tea dengan blak blakan nya.


Pletak..


"Aduh sakit Roy kok di jitak sih" tutur Tea dengan kesal menatap teman nya yang juga keluar dari ruangan yang sama dengan Rere.


"Kami pamit Re" ujar Roy menarik gadis itu menjauh.

__ADS_1


Si kembar yang melihat Mommy nya itu sudah keluar dengan semangat langsung memeluk Rere, seperti magnet Rere menarik apa saja mendekat kepada nya dengan hal apa yang merespon.


"Astaga kalian kok kesini juga!" ujar Rere dengan tegas berkacak pinggang di depan anak dan suami nya itu.


Si kembar dan Varo yang merasakan aura ke Ibu an istri nya keluar itu melangkah mundur secara bersamaan dengan raut wajah ketakutan.


"Mom jangan malah Daddy, tadi Lenka sama Abang minta ikut Daddy" ujar Lenka yang berusaha membela Daddy nya itu.


Bukan nya mendapat hal yang indah dari pembelaan itu Varo malah dapat tatapan tajam dari istri nya.


"Kalian pasti belum mandi, belum makan! tapi kesini, kan Mommy udah bilang, ada supir yang jemput" ujar Rere dengan tegas kepada suami dan anak-anak nya itu.


Bukan nya Rere ingin mempermalukam suami nya tetapi Dia malah ke sisi khawatir karena Varo sangat mengkhawatir kan diri nya, sehingga Dia sendiri tidak mengigat diri nya yang seharus nya di khawatir kan itu.


"Maap Mom" teriak mereka berlima dengan serempak sambil menunduk kan wajah nya.


Huft..


Rere menghembus kan nafas nya lalu menatap keluarga kecil nya itu dengan senyum lalu memeluk mereka secara bersamaan, pelukan itu di sambut hangat si kembar dan suami nya dengan senyum yang tidak dapat di artikan juga. Orang-orang yang melihat itu juga merasa kagum dengan sosok Nona William yang tegas di usia nya yang masih muda.


"Nona William memang sangat cantik"


"Iya padahal Dia melahirkan anak kembar empat"


"Seperti nya rumor itu benar Dia sangat cantik"


Semua perbincangan itu mewakili apa yang memang dengan kenyataan nya, setelah Rere melahirkan Dia memang memiliki tubuh yang naik drastis perihal berat badan nya, lalu dengan semangat Rere melakukan olahraga dan mendapat kan hasil seperti sekarang tubuh yang bak gitar spanyol terbentuk indah serta aura yang sangat anggun dan dewasa saat Dia sudah memiliki anak seperti sekarang ini.

__ADS_1


***


Yang komen pada penasaran sama clara dan anggun harap bersabar karena sequel mereka lanjut nya di novel ini, why author ga bikin lapak baru? karena author baru pertama nulis jadi mau nyelesein cerita satu persatu, yuk nikmatin cerita keluarga william dulu sebelum end ntar kangen loh.


__ADS_2