Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 19-KEDATANGAN


__ADS_3

Mobil milik Axel menempuh perjalanan sekitar setengah jam menuju mansion Arnolda, kini ketiga orang itu sudah sampai, untuk kedua kali nya Clara menginjak kan kaki nya ke rumah megah ini dan untuk pertama kali nya Dia datang sebagai seorang pekerja Axel. Clara turun dari mobil Axel dengan mengendong Alisa dalam pelukan nya.


"Alisa turun sebentar yah kakak mau nurunin tas dulu" ujar Clara membujuk gadis kecil itu untuk turun.


"Kenapa halus Mommy yang bawa, Daddy come here, please!" tutur Alisa memanggil Daddy nya yang baru turun dari mobil itu.


"Apa?" tanya Axel menatap Alisa yang terlihat sangat bahagia itu.


"Daddy, bawain tas Mommy oke" ujar Alisa dengan enteng nya memberikan jempol kepada Axel.


"Alisa, apa Daddy mu ini terlihat seperti pesuruh Dia" tutur Axel dengan kesal melihat anak nya yang kembali bertingkah terhadap diri nya.


"No Dia, say Mommy, Dad" ujar Alisa yang memperingat kan itu kepada Axel.


Axel hanya diam dan berlalu masuk ke mansion meninggalkan kedua gadis yang masih diluar dengan kebingungan mereka.


"Mommy jangan sedih, Daddy jutek yah? tapi Daddy ganteng banget kan, Alica nanti kalo udah besal cari yang kayak Daddy" ujar Alisa entah Dia mengerti apa yang Dia maksud.


"Kalo kamu nanya begitu, emang sih" ujar Clara cengegiran menanggapi perkataan Alisa.


Saat mereka tengah asik mengobrol datang Roy dari dalam mansion yang menghampiri mereka berdua dan menyapa.


"Nona Alisa, Nona Clara biarkan saya yang bawa tas nya" ujar Roy mengambil tas yang ada di bagasi mobil itu.


"Om Roy, Kakak Clara udah jadi Mommy Alica loh, cantik kan Mommy Alica?" ujar gadis itu dengan bangga kepada Roy.


"Benar Nona, pilihan Anda sangat cus" ujar Roy memberikan senyum manis nya kepada Alisa.

__ADS_1


Clara mengikuti langkah Roy dari belakang masuk ke dalam mansion Arnolda itu, mansion itu tidak berubah sama sekali masih sangat khas dengan kemewahan dan kemegahan nya. Semua para pelayan menyambut kedatang Nona tunggal Arnolda satu-satu nya pewaris atau mungkin ada lagi? Semua pelayan menunduk ketika Clara melewati pintu utama mansion, Roy yang tadi nya membawa tas milik Clara juga sudah di serah kan kepada dua pembantu mansion itu. Bibi Ani mendekati Clara dan berbicara kepada Alisa yang ada dalam gendongan nya itu.


"Gimana Nona?" tanya bibi Ani dengan pikiran saling terhubung, saling telepati mereka mungkin.


"Beles Bi, ini Mommy Alica, kalian cemua ingat yah ini Mommy Alica kalo ada yang belani jahatin Mommy Alica, awas kalo malam tidul nya tidak nyenyak" ujar gadis itu menatap semua pelayan yang masih berbaris.


"Baik Nona" ujar semua pelayan itu secara bersamaan menjawab perkataan Alisa.


"Alisa kok gitu, kan kita cuman main, ga usah kasih tahu orang dong, ini kan ga beneran" tanya Clara yang menatap gadis itu.


"Ini juga lagi main kok Mom, hehe" ujar gadis itu tersenyum dengan penuh arti.


"Nona Clara, mari saya tunjukan kamar Anda" ujar Bibi Ani megajak Clara.


Mereka naik ke lantai Dua menggunakan lift agar lebih cepat, Clara yang sebelum nya tidak sempat melihat seisi rumah itu sekarang hanya bisa menatap takjub pada kecanggihan dan kemewahan milik mansion Arnolda, tombol yang di gunakan untuk lift itu Clara hanya pernah melihat nya di TV saja, belum pernah naik sekali pun, saat naik lift Clara agak ketakutan dan gemetaran ketika mengendong Clara.


"Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim" ujar Clara memegang lift itu.


"Nona, apa anda baik-baik saja?" ujar Bibi Ani yang heran menatap pergerakan Clara.


"Haha gapapa Bi, ternyata begini rasa nya naik lift saya takut jatuh aja" tutur Clara memasang wajah senormal mungkin agar tidak terlihat raut kecemasan di wajah nya itu.


"Mommy, jangan takut biasa aja, kalo ada Daddy pasti Mommy di ketawain loh" ujar Alisa kepada Clara.


Clara yang mendengar itu seketika juga berpikir pasti Axel juga menertawakan nya kalo memang melihat nya seperti ini.


'Serem juga naik beginian, Rere di rumah kak Varo juga ada beginian juga kalo ga salah, Dia ga takut apa yah' batin Clara yang membayangkan sahabat nya itu.

__ADS_1


Pintu lift terbuka mereka sudah sampai di lantai Dua, tepat di sebelah kamar Clara Adalah kamar Alisa dan di samping kamar Alisa adalah kamar Axel, jadi posisi nya di sini kamar Alisa di tengah begitu.


"Nona ini kamar Anda" ujar Bibi Ani dan dua pembantu lain nya yang sudah meletakan tas Clara di kamar itu.


Clara hanya bisa terkagum melihat kamar nya yang bernuansa lilac itu sangat mewah dari berbagai peralatan, dan malahan lemari itu sudah penuh oleh baju ukuran gadis itu, seperti seseorang sudah mempersiapkan kedatangan nya kali ini.


"Wah" ujar Clara yang sangat kagum itu.


"Nona Alisa, Nona Clara saya tinggal dulu" ujar bibi Ani pamit dan berlalu pergi.


"Alisa kakak mau coba kasur nya, kamu jangan marau oke?" tanya Clara kepada gadis itu.


Alisa yang merasa heran dengan maksud mencoba itu hanya menganggukan kepala nya dengan antusias. Clara berbaring di kasur itu Dia mencobakan betapa empuk nya kasur itu dengan cara berguling kesana kemari lalu Clara melompat lompat dengan senang nya.


"Haha ini sangat menyenangkan, Alisa yang ikut sini" ujar Clara mengajak gadis itu yang hanya diam menatap nya.


"Boleh Mom?" tanya Alisa kepada Clara dengan senyum nya.


"Tentu ayo" ujar Clara mengegam kedua tangan Alisa agar tidak terjatuh dan saling melompat di atas kasur bersama.


Mereka berdua melompat dengan puas, hingga akhir nya mereka berbaring karena kelelahan, begitu pun Alisa yang kini malah tertidur lelap di kasur itu karena bermain bersama Clara. Clara menatap langit-langit kamar itu, lalu tatapan nya beralih kepada wajah mungil milik Alisa yang tertidur lelap, Clara mencium dengan pelan dan menyelimuti badan Alisa.


"Oke, turun aja deh masakin makanan buat Alisa" ujar Clara yang ingin turun ke bawah.


Saat Clara ingin turun itu Dia melewati sebuah ruangan yang pintu nya tidak tertutup rapat, Clara melirik sekilas pria yang tertidur di atas meja kerja nya itu, Clara membuka pelan pintu tersebut dan jalan mengendap-endap, dengan senyum nya Clara menatap wajah tampan Axel yang tertidur.


"Kalo setiap hari liat cogan nyata begini bisa gila Gua, kim taehyung yang ga nyata masih ada batas nya Dia udah pasti bakal jadi milik gua, tapi Lu Pak, Ck.. ga tau Gua" ujar Clara menatap pria itu dengan perasaan berbunga.

__ADS_1


Saat Clara menatap pria itu, perhatian sedikit teralihkan kepada foto figuran seorang wanita yang ada dalam gengaman Axel, wanita itu sangat cantik dengan mata biru dan rambut panjang pirang persis seperti Alisa, seketika Clara merasakan sakit di dada nya.


'Mungkin benar, ini hanya demi Alisa'


__ADS_2