
Saat ini Axel sedang berada di sebuah klub malam terbesar di ibu kota, pria itu terduduk di temenin oleh Reno dan juga Varo. Axel saat ini sangat frustasi dan sangat kacau, pria terus meneguk minuman keras yang dari tadi tidak kian berhenti, Reno dan Varo yang tidak tahu menahu kenapa sahabat mereka yang biasa nya sangat stabil dalam emisional itu seperti sangat terguncang akan suatu hal.
"Bro sudah, Kau ini kenapa" ujar Varo mengambil botol minuman keras itu dari tangan Axel.
"Kembali kan" ketus Axel kepada Varo.
Axel tidak menjawab perkataan Varo, pria itu dengan kesal mengambil kembali minuman yang ada di tangan Varo, dan meneguk nya sebanyak mungkin. Dentuman suara musik klub malam itu semakin kencang seiring dengan semakin larut nya malam ini, para wanita klub itu melihat sosok pria tampan dan kaya itu, berinisiatif itu bergabung dan merayu mereka.
"Mau Saya temeni minum Tuan" ujar salah satu wanita memakai gaun merah itu.
"Pergi Kau wanita *******" umpat Axel kepada para wanita itu yang hendak duduk di samping diri nya.
"Ck kalo Aku tahu begini cuman melihat minum dan mengalau lebih baik Aku tidur dengan istri ku dan bermain" ujar Varo dengan ketus menatap Axel.
Beberapa jam berlalu hingga akhir nya Axel tidak sadar kan diri dan tepar di ruangan itu, Varo dan Reno yang menatap itu, dengan kesal harus mengantar pria tua itu ke mansion nya.
"Reno Kau antar sendiri, Aku ingin pulang" ujar Varo yang keluar dari mobil Reno
"Baik Tuan" ujar Reno kepada Varo itu.
Reno melajukan mobil nya dengan kecepatan rata rata, pria itu hanya bisa diam termenung melihat dari kaca mobil keadaan Axel yang sangat berantakan itu, terlebih kemeja nya yang sudah terpakai rapi dan kancing nya terbuka sana sini.
"Kenapa sebenar nya pria tua ini" gumam Reno dengan tatapan datar nya.
Beberapa puluh menit menuju mansion Arnolda akhir nya Reno sampai, dengan usaha besar Axel menopang pria itu yang setengah sadar untuk berjalan sempoyongan itu menuju kamar nya di lantai Dua.
Clara yang sudah bisa menenagkan Alisa itu, juga ikut tertidur di kamar Alisa, mata Alisa sama sembab nya dengan diri nya itu, tidak tega Clara melihat Alisa yang menangis dan ketakutan seperti tadi, Clara terbangun di kamar Alisa dan melirik malam sudah pukul 12 malam lewat dini hari. Clara yang berniat nya ingin turun ke lantai bawah untuk minum, malah bertemu dengan Reno yang sedang membopong tubuh Axel.
__ADS_1
"Pak Axel?" gumam Clara mendekati Reno.
"Bantu Aku bawa Dia ke kamar" ujar Reno meminta bantuan Clara.
Dengan susah payah akhirnya Clara dan Reno sampai di kamar Axel, Reno menatap mata gadis itu yang menatap sendu Axel yang masih tertidur.
"Apa kalian bertengkar?" ujar Reno bertanya kepada Clara.
Sebenar nya Reno tipe pria yang tidak suka ikut campur dengan masalah orang lain, tetapi tidak kali ini Dia sangat penasaran apa yang membuat seorang Axel Arnolda yang jarang keluar dan sangat susah di ajak ke klub itu malah meminta diri nya dan Varo untuk minum, memang Axel jarang kalo ikut ke klub bersama teman nya Dia bahkan tidak pernah minuman keras.
"Saya tidak tahu, tiba-tiba Dia terlihat sangat marah tadi" ujar Clara menjawab seada nya.
"Baiklah, Saya pamit dulu, tolong jaga Dia, baru kali ini saya melihat Dia seperti ini lagi semenjak kehilangan Clarissa" ujar Reno berlalu pergi dari kamar itu.
Clara yang mendengar ucapan Reno itu hanya bisa menatap sendu pria yang sedang berbaring dan meracau itu.
'Dan kali ini seperti cinta monyet masa SMA ku ini kembali tumbuh, tapi Aku pasti kan, Aku tidak akan mau menerima ajakan menikah dari Kau, sebelum Kau benar-benar mencintai Ku' batin Clara.
"Pak Axel, apa Anda baik-baik saja?" tanya Clara yang berusaha berdiri dari pelukan Axel itu.
"Aku mencintai mu" racau Axel dalam saat memeluk Clara.
"Apa? Kau berbicara tidak jelas" ujar Clara dengan kesal dan berusaha berdiri.
Axel berbicara sangat pelan seperti orang meracau sehingga Clara tidak mengerti apa yang pria itu bicarakan kepada nya. Axel tidak mengubris perkataan Clara, pria itu tidak terkontrol, dengan lembut Axel menarik tengkuk Clara dan mencium nya dalam-dalam, Clara yang mendapat ciuman itu seketika terkejut.
Plak..
__ADS_1
"Dasar Duda! ciuman pertama ku!" teriak Clara sambil menampar pipi Axel agar tersadar.
Axel mengunci kuat pinggang ramping gadis itu, tubuh Clara Dia himpit dari atas hingga posisi nya saat ini Axel berada di atas Clara, ciuman demi ciuman serta lum*tan meninggal kan bekas di leher putih milik Clara, gadis itu terus berteriak, saat ini tangan Axel sudah tidak terkontrol, Dia mulai membuka pengait bra gadis itu dengan pelan, sambil mengecup nya dengan lembut.
"Su sudah" gumam Clara yang juga mulai terhanyut dalam permainan Axel itu.
Clara mendesah ketika Axel bermain di dua gundukan nya, Axel yang mendengar erangan itu berhenti lalu berdiri dan melepaskan kemeja serta celana nya, hingga hanya tersisa boxer pria itu, tubuh Axel membuat mata Clara terbelalak hebat.
"Roti sobek" gumam Clara memegang dada pria itu.
Axel terus bermain hingga akhir nya, Clara pun tersadar dan menampar pipi nya sendiri agar tidak terhanyut dalam permainan itu.
"Sial*an" umpat Clara.
Brak..
Clara menendang hebat Axel junior hingga membuat Axel merasakan sakit yang amat tidak tertahan, pria itu akhir nya terjatuh menghimpit tubuh Clara karena merasa kesakitan.
"Mampus sakit ga" ujar Clara yang masih sempat-sempat nya berkata seperti itu.
Clara berusaha menyingkir kan tubuh Axel yang seperti nya sudah tidak sadar kan diri lagi, tetapi Clara tidak sanggup karena pria itu sangat berat, hingga akhir nya kantuk pun juga mulai menyerang pandangan Clara, gadis itu tertidur dengan Axel yang masih menghimpit nya.
Pagi hari nya
Sinar matahari dan kicauan burung terdengar sangat merdu, kedua insan yang masih terbalut oleh selimut dan tertidur itu tidak mendengar saat seseorang membuka pintu kamar itu dengan paksa dari luar.
"Morning honey!" teriak wanita itu membuka pintu kamar Axel.
__ADS_1
Tidak ada jawab melainkan bukti bahwasan nya pria itu sedang memeluk pinggang ramping seorang gadis dengan mata yang masih terpejam dan tubuh mereka tertutup selimut hingga bagian leher itu.
"Apa-apaan ini!" teriak wanita itu.