Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
Part 21- Keputusan


__ADS_3

"ha ha ha kau sangat lucu rere" ujar shinta.


"sudah mom, tidak baik melakukan pembahasan ini saat kita makan" varo berusaha mengalihkan pembicaraan itu.


"varo benar sayang" ujar adrel


"baiklah, lanjut kan makanan kalian" ujar shinta.


Sudahi drama pembahasan soal keinginan sang nyonya besar shinta untuk mengingin kan sebuah cucu hadir di mansion mereka.


Semenjak rere tinggal di mansion william ia tidak tau pekerjaan apa yang harus ia lakukan di karena kan banyak nya pekerja di mansion itu melarang ia untuk membantu, saat ini rere sedang menyiram tanaman yang ia tanam di taman mansion, hal itu di izinkan oleh shinta dan bukan hal lain nya.


"setidak nya setiap pagi aku bisa mengurus tanaman ini dan mengisi waktu luang ku" gumam rere yang sedang menyirami tanaman itu.


Drt drt drt


ponsel milik rere pun berbunyi. ia mengambil dari saku baju nya dan melihat siapa yang menelpon.


"clara, anggun? kok bisa sekalian gini yah nelpon nya" bingung rere. tetapi ia tetap mengangkat telpon itu.


"clara, anggun ada apa?" tanya rere menempelkan telpon itu ke telinga nya. rere memang baru belajar memakai hp seperti itu dari varo. ia tidak pernah dulu mendapat kan ponsel dari nenek nya. tetapi rere juga tidak pernah mempermasalah kan itu.


"hei rere kita akan bertemu di mall yah" ujar anggun.


"apakah kau sudah meminta izin suami mu" ujar clara.


"tentu sudah dong" ujar rere dengan senang.


"hei kenapa hanya telinga dan suara mu yang terlihat bodoh" kesal anggun.


"apaan sih kau ini nggun, bacot dah" ujar rere mulai ikut kesal.


"kau pegang hp mu menghadap wajah mu rere, kita sedang melakukan panggiln vidio" jelas clara yang tau rere pasti tidak mengerti.


rere mencoba apa yang clara suruh. dan ia melihat wajah teman teman nya yang ada di layar hp nya.


"wah rere anggun, ini sangat hebat" teriak rere dengan senang.


"astaga mulut mu itu sangat berisik sampai ke rumah ku apa kau tau" ujar anggun menutup telinga nya.


"aku heran apa ceo tampan kita tahan dengan bacotan mu setiap hari" ujar clara sambil tertawa.


"a a apa yang kau maksud dengn ceo tampan kita hah" kata rere dengan kesal haha.


"nyonya william apa kau cemburu?" tanya clara.

__ADS_1


"tidak!" sangkal rere dengan cepat.


"hei jangan berbohong muka mu memerah haahaha" tawa anggun dengan puas.


rere memang sudah menceritakan kepada teman teman nya kenapa ia bisa menikahi varo dan mengenal nya. rere sangat mempercayai teman teman nya maka dari itu berbicara jujur apa yang terajadi dengan pernikahan mereka hanya karena keinginan varo untuk membuat selena telah menyesal meninggal kan nya dan rere yang bisa mendapat bantun varo untuk mengetahui kenyataan di balik kematian ibu nya.


flasback on


3 minggu yang lalu


Di saat rere masih belum menikahi varo, saat ini ia sedang di intograsi oleh kedua teman nya itu. rere bercerita dengan jujur kepada kedua nya. tentu clara dan anggun sangat menolak atas keputusan yang rere ambil.


"hei apa kau bodoh" kesal anggun kepada rere.


"jangan berani kau memainkan sebuah pernikahan rere" kata clara.


"maaf kan aku keputusan ku sudah bulat. rasa penasaran ku lebih besar" ujar rere dengan menunduk lesu.


"apa kau merelakan masa depan mu. dengan alasan konyol seperti ini hah?!" kesal anggun kepada teman nya itu.


"alasan konyol kau bilang. ini tidak konyol sama sekali ini menyangkut ibu ku, kau tau!" teriak rere.


"aku tau kalian marah seperti ini karena kalian memikir kan ku tetapi tolong mengerti aku, aku hanya punya kalian, aku tidak punya siapa siapa lagi" ujar rere berurai air mata.


clara dan anggun memeluk rere


"kami akan selalu mendukung mu" kata clara dengan senyum nya.


"makasih yah cla,nggun" ujar rere membalas pelukan mereka.


flasback off


"ok aku akan siap siap dulu yah" ujar rer


"jangan telat"balas anggun dan clara dan mengakhiri panggilan mereka.


Rere yang sudah ber siap siap turun dengan tampilan yang sederhana, menggunakan dress selutut dan lengan panjang, dress yang digunakan nya memang terlihat sederhana. tetapi orang orang yang mengetahui harga dress yang kelihatan sederhana itu pasti hanya bisa menutup mulut. rere hanya memakai kan sedikit make up tipis dan itu sangat natural dengan rambut panjang yang ter urai.


"bibi mommy dimana ya?" tanya rere kepada kepala pelayan wanita di rumah itu.


"nyonya sedang pergi keluar nona" ujar wanita tua itu.


"yasudah bibi ntar kalo mommy nanyain rere, bilang rere pergi ketemu teman yah. udah minta izin juga kok ke mas varo" ujar rere


"baiklah nyonya, biar supir yang mengantar kan" ujar bibi.

__ADS_1


"aku naik ojek saja" bantah rere.


"nona jangan menyulit kan saya" ujar pembantu itu.


rere paham apa yang dimaksud kan kepala pelayan itu. shinta sangat menyanyangi rere seperti anak nya sendiri. ia melarang semua pelayan ketika menyuruh rere untuk melakukan apa pun.


"baiklah" ujar rere pasrah.


Saat ini rere sampai di sebuah mall terbesar di pusat ibu kota. ia sudah menunggu teman teman nya di depan mall tersebut. ia melihat clara dan anggun datang bersamaan.


"hei nyonya william" sapa clara.


"kau ini" ujar rere.


"kenapa kau menunggu di luar astaga. aku takut ceo tampan itu memarahi kita karena membiar kan permasuri nya kepanasan" sindir anggun.


"haha kau benar nggun" clara menepuk bahu anggun.


"Ayo kita nikmati hari ini dengan ber belanja aku yang akan mentraktir kalian" seru anggun.


"wah asik nih gratis" ujar rere.


"dasar kau sudah jadi nyonya william masih suka gratisan", kata clara.


"biarin wlee" ujar rere.


Di dalam mall mereka menghabiskan waktu bertiga berkeliling mall sambil bercerita. anggun mengajak mereka untuk masuk ke toko baju merk terkenal itu. anggun dan clara memilih banyaj baju, sedangkan rere hanya mengambil satu. saat ingin membayar baju tersebut entah kenapa kartu atm milik anggun tidak bisa digunakan.


"nona kartu nya ter block" ujar pelayan toko.


"astaga daddy" kesal anggun


tiba tiba saat mereka tengah merasa ke gundahan datang lah bemo dan oca.


"rere?" kata bemo.


"eh kak bemo apa kabar" senyum rere, terakhir kali ia mengingat bertemu bemo di saat hal itu mulai menimpa nya.


"kau kemana pas acar malam it--" ucapan bemo terpotong oleh oca.


"gadis kecil kenapa kau membeli baju di sini, apa kalian mampu membeli nya?" sindir oca menatap remeh rere dan teman teman nya.


Bersambung.....


jangan lupa like and follow nya kak.

__ADS_1


Makasih udah ikutin cerita ini terus~


__ADS_2