Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Alice yang menjawab tidak seketika membuat Michele yang mengengam cincin itu memasang raut wajah yang ceria seketika datar, entah lah ekspresi nya tidak dapat di gambar kan dengan penolakan Alice.


Begitu pun dengan para keluarga yang hanya diam mematung mendengar itu, sedangkan Dante hanya tersenyum miring mendengar jawaban dari sang anak merasa puas.


"Tidak mungkin Aku menolak bukan,"ujar Alice dengan senang memeluk Michele yang sudah berdiri dari jongkok nya tadi itu.


Seketika Michele kaget mendengar penuturan itu, dan lalu tersenyum dan membalas pelukan Alice dengan bahagia dan memutar tubuh gadis itu pelan, pria itu meregang kan pelukan nya lalu memasangkan cincin itu kepada Alice.


"Terimakasih menerima ku, sekarang kau hanya milik ku bukan milik siapa pun,"ujar Michele mengecup kening Alice.


Gadis itu yang menerima kecupan di kening nya hanya bisa memasang raut wajah bahagia nya, Alice juga heran entah alasan apa yang membuat nya sangat jatuh hati pada Michele.


"Hei, kalian belum sah jangan cium anak ku,"ujar Dante kepada Michele.


"Sayang kau ini kenapa sih ganggu momen saja,"ujar Alessia yang sudah menangis terharu itu.


Hanya Alice di Alferoz yang seperti nya pernikahan nya tanpa perjodohan sama sekali atau pun terkait bisnis keluarga, Alessia melirik Anggun dan Reno dengan tatapan sendu yang berdiri di samping nya lalu berkata.


"Reno, Anggun maafkan Mom dulu harus menjodoh kan kalian, hanya demi ambisi keluarga kami agar tetap terus terikat satu sama lain,"ujar Alessia mengatakan itu sambil mengelap air mata nya.


Reno yang mendengar itu seketika heran kepada Mommy nya dan memeluk wanita paruh baya itu.


"Mom, jangan berkata seperti itu, Aku dan Anggun sangat bahagia satu sama lain, dan Aku tidak bercanda sama sekali, semua orang memiliki jalan masing-masing untuk menemukan jodoh nya, dan Aku? Jodoh ku adalah gadis ini, gadis yang mampu membuat ku emosi dan hanya Dia yang juga bisa mengatur ku dan menenangkan ku dengan sabar, tidak ada gadis secantik dan sebaik Anggun lagi, pilihan mu sangat membuat ku bahagia,"ujar Reno mengatakan itu sambil mengeratkan pelukan nya kepada pinggan istri nya itu sambil sesekali mengusap perut nya.


Anggun yang mendengar itu hanya memberikan senyum manis nya, entah kenapa perkataan Reno membuat hati nya menghangat, ada saja kata yang akan Dia rangkai untuk sang istri.

__ADS_1


"Iyah Mom, Aku sangat bahagia dengan perjodohan ini, Aku mencintai suami ku, walaupun kami harus menjalani kesulitan di awal terlebih dahulu, terimakasih Hubby sudah mau mengurus istri kecil mu ini,"ujar Anggun memeluk lengan kekar Reno.


Pria itu tersenyum dan memeluk Anggun ke dalam dekapan nya dan mengecup kening gadis itu.


"Aku yang berterimakasih, sudah mengisi kekosongan ini Nyonya Anggun Alferoz,"ujar Reno.


Alessia yang mendengar itu seketika memancarkan senyuman dan perasaan lega nya, ternyata memang apa yang di katakan Reno semua orang akan memiliki dan mendapatkan cinta sesuai dengan jalan mereka masing-masing.


"Sayang, Aku selalu mencintai mu juga,"ujar Dante mengatakan itu saat Alessia terdiam dan malah mengengam tangan wanita nya itu dengan erat.


"Kau ini, Aku sudah bilang kita sudah tidak muda, tapi Aku juga mencintai mu,"ujar Alessia mengatakan itu.


Sedangkan di sisi lain Michele dan Alice di penuhi rona rona kebahagian, semua orang pamit pergi dari taman untuk menghabiskan waktu mereka dengan pasangan mereka, begitu pun kedua orang tua Michele yang lebih dulu pamit pulang.


"El kami pulang dulu, Al Mom pulang dulu sayang,"ujar Nyonya Antara mengecup pipi gadis itu.


Sekarang suasana di taman sudah sepi, hanya tinggal Alice dan Michele saja di sana, pria itu mengambil kue yang ada di atas meja dan meletakan nya di depan Alice lalu menyalakan lilin nya.


"Ayo tiup lilin nya sayang,"ujar Michele mengatakan itu kepada Alice.


"Aku sangat bahagia, tidak pernah Aku sebahagia ini dengan pria dan Aku harap ke depan nya kita akan terus seperti ini dan kita akan menikah secepat nya,"ujar Alice meniup lilin itu sambil merapal harapan nya.


"Dasar, pake di omongin,"gumam Michele tertawa kecil melihat gadis itu.


Setelah adengan meniup lilin, Alice meminta Michele untuk memotong kue nya agar gadis itu bisa mencicipi nya, Michele memotong kue itu dan menyuapi ke mulut Alice.

__ADS_1


"Mmm ini sangat enak, hoh seperti nya dokter Michele membeli ku kue mahal,"ujar Alice mengoda sang kekasih menaik turun kan alis nya.


"Tentu, Aku hanya menyesuaikan selera mu,"ujar Michele mengatakan itu.


"Jangan berkata seperti itu, asal kan itu dari mu Aku akan menerima nya dengan senang hati, mau kah kau mencoba nya?"tanya Alice bersiap memotong kue.


Saat tangan gadis itu bersiap memotong kue, Reno menarik Alice mendekat dan membuat gadis itu menubruk dada bidang nya, Michele tersenyum smirk sekilas dan langsung mencium bibir kecil gadis itu dengan setiap lum@tan dan decapan merasakan manis cake yang memenuhi rongga mulut Alice.


Alice yang menerima ciuman mendadak itu seketika hanya bisa kaget, wajah memerah karena malu, dan jantung nya berdetak dua kali lebih cepat akibat ulah Michele, pria itu melepaskan ciuman nya lalu mengusap bibir Alice dengan jari nya yang membuat lip cream gadis itu sampai tercetak ke tepian bibir nya.


"Kau benar sayang, kue nya sangat manis dan Aku menyukai nya,"ujar Michele mengatakan itu masih memegang bibir kecil Alice dan mengusap nya dengan candu dengan jari nya.


Gadis itu hanya memasang wajah malu dan cemberut di depan Michele sambil melipat kedua tangan nya di dada.


"Dasar punya pacar pervert, Aku kan kaget,"ujar Alice mengatakan itu.


Pria itu hanya tertawa menanggapi keluhan sang calon istri, bibir gadis itu kembali menjadi sasaran entah kenapa hal itu membuat Michele candu dan bagian bawah nya sudah memberontak untuk di lepaskan dari sana.


Cup.. cap.. cup..


Suara decapan dari ciuman itu terdengar jelas, dan kali ini Alice berusaha menyeimbangi ciuman Michele yang sangat liar, tangan nya mengusap punggung mulus Alice di sebalik dress itu dan bersiap melepaskan reslesting nya hingga akhir nya.


"Eh mau ngapain, jangan dulu,"ujar Alice mendorong Michele.


"Astaga maafkan Aku,"ujar Michele dengan malu dan menjatuhkan kepala nya di leher Alice dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


"Maafkan Aku sayang, Aku tidak tahan, Aku tidak akan melakukan nya, sungguh,"ujar Michele dengan malu.


"Melakukan apa?"


__ADS_2