
Rere yang mendengar perkataan suami nya itu merasa heran dengan apa yang di maksud kan oleh Varo, saat Dia mengamati arah mata lirikan suami nya itu Dia pun baru paham apa yang di maksud kan oleh Varo.
"Astaga Mas, ga mungkin iri sama anak sendiri" ujar Rere yang menggeleng kan kepala nya itu.
"Wajar aja sih, kan punya Mas dulu nya" tutur Varo yang cemberut menatap anak nya yang masih di susui oleh Rere itu.
"Hadeh Varo, ngomong kamu vulgar banget ga inget Mom masih ada di sini" kesal Shinta menatap putra nya itu.
"Ya biasa aja, Mommy kan juga pasti udah paham" kilah Varo membela diri itu.
Saat mereka sedang asik berbincang itu, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar, Rere pun menyudahi acara menyusui anak nya itu dan meminta tolong suami nya untuk membuka kan pintu, saat Varo membuka pintu terlihat kepala pelayan pria mansion William pak Han sedang berdiri dan menunduk kepada Varo.
"Tuan, Nona, ada seseorang yang ingin menemui Nona Rere" ujar pak Han menunduk kepala nya menghormati majikan nya itu.
"Siapa?" tanya Varo yang merasa heran kepada siapa yang datang.
"Nona itu mengatakan bahwasan nama nya Amanda Abamsya" ujar pak Han mengatakan itu.
"Amanda?" gumam Rere dengan tatapan bingung.
"Sayang kau tahu Amanda Abamsya kakak tiri mu?" ujar Varo menatap istri nya yang sedang mengendong putra mereka itu.
"Aku tahu, tapi aku tidak pernah mengenal nya" lirih Rere menatap sendu.
Rere memang dahulu tahu bahwasan nya Ayah nya memiliki anak dari hubungan telarangan nya dengan Mona dahulu, tapi Rere tidak pernah sama sekali melihat sosok kakak tiri nya itu, entah mengapa Rere merasa takut akan hal itu.
"Ayo kita temui Dia, Aku juga belum mengatakan sesuatu hal yang penting kepada mu" ujar Varo mengajak istri nya untuk turun ke ruang tamu.
"Mom, maaf merepot kan Mu sebentar" tutur Rere berlalu pergi.
Varo dan Rere turun menggunakan lift, lalu mereka melihat seorang gadis cantik dan sangat berpakaian anggun itu tengah duduk berdiam diri seorang diri di sofa rumah itu, Rere dan Varo melangkah kan kaki nya dan duduk di sofa itu, tatapan Amanda langsung tertuju kepada adik tiri nya itu, Amanda tersenyum menyeringai.
"Hei, bagaimana dengan perusahaan nya" sindir Amanda menatap tajam ke arah Rere.
__ADS_1
"Apa maksud mu?" ujar Rere dengan tatapan terkejut nya langsung mendapat serangan mendadak itu.
"Eh jadi kau tidak melakukan nya dengan baik ternyata" jelas Amanda dengan tatapan menyorot dengan lekat kepada Rere.
"Jaga perkataan Mu! Aku belum memberitahu istri ku" ujar Varo meninggi nada bicara nya kepada Amanda.
Flasback on
Beberapa bulan yang lalu
"Selin ayo pergi, aku muak dengan tempat seperti ini sangat membosankan! apa nya yang bagus dari tempat seperti ini, mereka memang hanya gila kemewahan" ujar Amanda berdiri dan mendorong kursi itu dengan kasar.
Selin asisten pribadi Amanda mengikuti kemana langkah majikan nya itu berjalan hingga tiba-tiba ada orang yang menghentikan langkah mereka.
"Amanda Abamsya yah jadi kau orang nya" ujar pria itu dengan santai menyesap minuman nya.
Tanpa disadari Amanda, dari tadi dia sudah di amati oleh Varo, karena pria itu ingin melihat seberapa hebat orang yang ingin bersaing dengan nya, dan siapa orang yang menjadi anak haram dari keluarga istri nya itu.
"Varo William, apa kau adik ipar ku?" lugas Amanda tersenyum miring kepada Varo.
"Jangan harap kau mendapat tempat di keluarga ku juga istri ku! Aku hanya memperingatkan mu jangan bermain dengan perusahaan ku, dan ingat ini! perusahaan keluarga mu itu sepenuh nya milik Ibu istri ku, dan seterus nya akan menjadi milik nya, tunggu tanggal main nya saja" Varo menggebrak meja dan berlalu pergi.
"Tunggu" panggil Amanda.
Amanda yang melihat Varo pergi, lalu berlari dan memegang tangan pria itu dari belakang. Varo yang merasakan tangan nya itu di pegang langsung menghempaskan tangan gadis itu dan mengangkat kerah baju nya dengan kasar.
"Gadis sialan, dimana sopan santun mu!" bentak Varo kepada Amanda.
"Hei jangan bersikap kasar kepada ku, aku hanya ingin mengembalikan sesuatu" ujar Amanda dengan suara terbata-bata karena tenggorakan nya terasa tercekik hebat.
Varo melepaskan cengkraman nya itu dan kembali duduk di kursi restoran di ikuti Amanda, Reno dan Selin.
"Cepat katakan! Aku tidak memiliki banyak waktu" ujar Varo dengan tatapan kejam nya kepada Amanda.
__ADS_1
"Selin, apa kau membawa nya?" tutur Amanda menanyakan hal itu kepada Selin.
"Ya Nona, Saya selalu menyiapkan nya sesuai dengan apa yang anda perintah kan" ujar Selin memberikan lembaran dokumen itu.
Amanda mengambil dokumen serta berkas yang ada pada selin itu dan menyerah kan nya kepada Varo.
"Tolong berikan ini kepada adik ku, dan juga katakan permintaan maaf ku kepada nya" ujar Amanda meminum minuman yang ada di meja nya itu.
Varo yang merasa heran itu, mengambil semua berkas itu dan melihat apa saja yang ada di sana, betapa terkejut nya Varo saat Dia tahu itu adalah berkas kepemilikan perusahaan intel D dan aset lain nya yang pernah dimiliki oleh mendiang Ibunda Rere semasa hidup nya, sekarang dokumen itu sepenuh nya atas nama Rere yang ada di sana.
"Kau ini sedang menjabak ku dengan memberikan berkas palsu ini? agar aku tidak menyelidiki dan mengambil yang asli dari mu" ujar Varo menatap remeh Amanda.
"Kau lihat gadis yang di belakang ku ini, apa kau tidak merasa pernah mengenali nya?" tutur Amanda dengan santai menatap Varo.
Varo mengamati gadis yang ada di depan nya itu betapa terkejut nya Pria itu saat dia mengetahui bahwa gadis itu pernah berkerja beberapa bulan di mansion nya saat pertama kali Rere datang ke mansion William.
Brak..
Varo mengebrakan meja itu dengan kuat, mata pria itu berubah merah dan urat urat leher nya mulai menegang menandakan Dia sangat sedang menahan emosi nya itu.
"Serendah itu kah dirimu hingga memata-matai keluarga ku?!" teriak Varo kepada Amanda yang masih duduk santai.
"Hah, sampai titik ini juga kau masih belum mengerti rupanya" ujar Amanda menghembuskan nafas nya dengan kasar dan raut wajah kesal.
"Aku menyuruh selin berkerja di tempat mu itu karena aku mengkhawatir kan Rere, apakah kau memperlakukan nya dengan baik atau sebalik nya, dan coba kau lihat berkas itu dari mana nya palsu! Aku ini berbeda dengan orang tua ku, Aku memang terlahir dari hubungan terlarang, darah yang mengalir di tubuh ku ini adalah darah seorang anak haram, tapi asal kau tahu Varo William tidak pernah sekali pun diri ku untuk ingin merusak keluarga kecil adik ku! yang salah orang tua ku, bukan diri ku ini, aku ingin memiliki saudara yang normal seperti orang lain dan hidup rukun, yah tetapi mau bagaimana lagi aku hadir di antara konflik dua keluarga, Akh itu menyebalkan tapi yah mau bagaimana lagi Aku hanya bisa mengembalikan apa yang seharus nya menjadi milik adik ku ini, mungkin saja orang tua ku di penjara jika mengatahui ini langsung bunuh diri karena mereka itu gila kemewaha, setidak nya penjelasan ku sampai di sini kau sudah paham karena Aku sangat tidak suka mengulang perkataan ku!" ujar Amanda menyenderkan tubuh nya dengan kesal di kursi itu.
"Nona minum lah terlebih dahulu" ujar Selin memberikan minuman itu.
Selin memang pernah di utus oleh Amanda, pada sebelum nya Selin juga pernah hadir di bulan pertama Rere datang ke mansion William, pasti ga ingat.
"Aku akan memberikan nya kepada istri ku, tapi aku akan mengecek ini kembali dan baru memberitahu nya" ujar Varo berlalu pergi dari ruangan itu.
Flasback off
__ADS_1