Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 12-PERTEMUAN


__ADS_3

"Apa kamu yakin dengan keputusan mu nak, Bunda sangat takut harus melepaskan mu ke dunia luar," ujar Bunda Eti mengegam tangan Clara dengan tatapan sendu nya.


Saat ini Clara sedang berada di depan teras panti bersama Bunda Eti dan adik-adik nya yang lain, Clara hari ini bersiap-siap untuk pergi pindah ke kost an dan masuk langsung malam ini bekerja di restauran di tempat Dia sudah di terima bekerja.


"Iya Kak Cla, ga usah ya, Eca janji tidak nakal lagi," ujar salah satu gadis kecil yang lucu itu menangis tersedu-sedu.


"Bunda, dan adik semua jangan begitu dong, kakak Clara kan mau kerja biar kalian bisa sekolah ga kayak Kakak," tutur Clara menjelaskan itu kepada semua orang yang sedang mengantar kepergian nya.


"Tapi Cla, waktu kamu lulus kan satu minggu lagi, kenapa jadi lebih cepat?" ujar Bunda Eti yang berusaha membujuk gadis itu.


"Bunda Clara sudah dapat bekerja di restoran mewah, ini kesempatan bagus gaji nya bisa membiyai sekolah dan panti Bun," tutur Clara menjelaskan itu berusaha memberikan pengertian.


"Baiklah sayang, jika keputusan mu sudah bulat, Bunda akan mendukung mu bersama adik-adik dari sini," ujar Bunda Eti tersenyum getir kepada Clara.


"Baiklah semuanya kakak pamit yah, Assalamualaikum," ujar Clara berjalan kaki membawa tas dan melambaikan tangan nya.


"Walaikumssalam," ujar semua orang membalas lambaian tangan gadis itu.


Clara berjalan menuju keluar desa tempat jalan raya berada, gadis itu menenteng dua tas besar berisi pakaian dan makanan yang sudah di siapkan bunda Eti, jarak kost dan panti memakan sekitar waktu satu jam begitu juga sekolah yang memakan waktu hampir satu jam lebih, tetapi Clara tetap tidak mau melewat kan kesempatan emas untuk bekerja di restoran mewah itu gaji yang lumayan membuat nya langsung mengambil keputusan.


'Yok bisa, apaan sih yang ga bisa buat Clara' batin gadis itu memberi semangat kepada diri nya sendiri.


Clara naik ke dalam angkot dengan senyum terus mengembang, hari semakin sore, sehabis pulang sekolah tadi tidak membuat gadis itu merasa letih harus melakukan hal sangat mendadak itu, satu jam berlalu Clara sudah sampai dan turun di tepi jalan pusat ibu kota yang cukup ramai, dengan semangat Clara kembali berjalan menuju tempat kost yang berada di dalam, karena kost yang murah memang sedikit jauh harus berjalan kaki terlebih dahulu. Clara melihat kost yang sederhana itu, Dia menyapa orang-orang yang Dia temui penghuni kost lain nya.


"Halo kak" ujar Clara menyapa dengan sopan.

__ADS_1


"Penghuni kost baru dek?" tanya wanita yang memakai baju kekurangan bahan itu.


"Iya nih Kak, Saya lanjut dulu yah" tutur Clara berjalan masuk ke kost nya.


Entah kenapa merasa kurang cocok dengan wanita seperti itu, memang kost Clara adalah kost bebas yaitu terdapat pria dan wanita secara acak dari umur muda sampai tua dan mungkin saja ada kupu-kupu malam serta orang melakukan transaksi terlarang di sini, tempat yang cukup untuk melewati kost ini, mungkin membuat kost ini jadi lebih murah. Lalu menuju pintu kost nya, Clara meletakan semua barang dan menata nya satu persatu, karena kost tersebut memang tidak menyediakan apapun dan hanya menyediakan ruang, kompor alata masak serta listrik, sisa nya penghuni kost lah yang menyediakan barang nya karena itu kost nya memiliki harga murah, Clara mengelarkan tikar yang Dia bawa di lantai, menata baju dan barang bawaan lain nya.


"Aku mandi dulu aja yah bentar lagi masuk jam kerja" ujar Clara dengan semangat menuju kamar mandi.


Setelah beberapa saat mandi, Clara memilih pakaian yang sudah Dia dapat kan dari tempat kerja sebelum nya, pakaian kerja itu berbentuk rok hitam span sebatas lutut yang memampamg kaki putih gadis itu, serta kemeja putih yang rapi dimasukan ke dalam, tata rambut yang di kucir ke atas sehingga melihat kan leher jenjang putih milik Clara, lalu Dia memakai sedikit bedak serta lip yang tidak terlalu tebal sudah membuat nya tambah manis, Clara bersiap terlebih dahulu sebelum pergi Dia memasak telur ceplok dan nasi goreng, gadis itu menikmati kesendirian nya yang terjadi begitu mendadak, tempat kerja nya sekitar 15 menit dari kost Clara. Setelah sampai, Clara menatap kagum restoran mewah itu dari luar dan masuk melapor untuk hari pertama kerja nya.


"Baiklah kalian berdua, karena ini hari pertama kalian, jangan sampai ada kesalahan!" tegas manager restoran itu menatap Clara dan satu lagi seorang pria yang dapat di ketahui juga pegawai baru tersebut.


"Baik" ujar Clara dan pria itu secara tegas.


"Hei kau" teriak seorang pria kepada Clara.


"Gua?" tanya Clara dengan bingung menunjuk diri nya sendiri.


"Iya Lu, nama Gua Rakan salam kenal, Lu cantik mau ga jadi pacar Gua?" ujar pria itu langsung to the point.


Clara yang mendapat kan pernyataan cinta untuk pertama kali nya itu hanya diam mematung tanpa dapat berkata apa-apa padahal ini baru hari pertama Dia dengan pegawai lelaki itu, dan dengan bodoh nya pria itu membuat suasana canggung untuk mereka berdua.


"Gila Lu yah jadi cowo" teriak Clara mendorong dada bidang pria itu dengan kuat dan berlalu pergi.


Dari jauh pria itu menatap punggung Clara yang menghilang dari sebalik pintu restauran tersebut.

__ADS_1


'Menarik'


Clara yang pergi dengan kesal itu menuju keluar restoran dengan kesal sambil menatap kanan dan kiri.


"Aduh kenapa ga ada ojek, ga mungkin Gua pulang jalan kaki, mana jauh" kesal Clara sambil menghentakan kakinya ke aspal melihat kanan kiri jalan yang sudah begitu sepi hanya beberapa kendaraan yang lewat saja.


"Coba jalan dulu aja deh mana tau an, ada ojek lewat" Clara terus berjalan cukup lama ia belum kunjung mendapatkan ojek, sementara hari semakin larut dan mulai mendung.


Ketika sedang berjalan ia melihat ada anak kecil meringkuk di sebuah tiang listrik, bulu kuduk Clara seketika merinding.


"Ga mungkin setan kan, orang gua rajin ibadah juga" sambil berjalan perlahan, Clara berusaha tidak menghiraukan anak kecil itu dan terus berjalan tetapi ia mendengar anak kecil itu menangis.


"Hiks hiks Daddy jaad" ujar gadis itu dengan suara cadel nya.


'Eh bentar kok ngomong, jangan jangan beneran anak manusia, tapi ngapain main tengah malam begini' batin Clara menghentikan langkah nya.


Clara mengumpulkan semua keberanianya dan menyapa gadis kecil yg sekitar ber umur 4 tahun itu.


"Halo adik kecil" ujar Clara dengan kaku.


Gadis itu menengok ke atas, dan melihat Dia di sapa oleh Clara lalu menjawab dengan sendu.


"Iya" lirih gadis kecil itu dengan pelan.


'Beneran manusia, tidak mungkin anak setan lucu begini, kayak bule lagi, ada ada aja Gua' batin Clara mengumpat kebodohan nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2