
"apa kau baik baik saja?" tanya reno.
anggun hanya diam. mata nya kosong ia tidak menjawab pertanyaan itu. reno yang tidak mendapatkan jawaban langsung melepas kan jas kerja nya ia menutup tubuh anggun agar tidak terekspos. reno menggendong anggun dan keluar dari ruangan itu.
"anggun apa kau baik baik saja" kata rere yang langsung menghampiri anggun dalam gendongan reno.
"anggun maaf kan aku seharus nya aku mencegah mu" kata clara yang ikut berurai air mata ketika melihat teman nya itu dalam keadaan penuh luka.
"tuan seperti nya teman nona rere mengalami shock" kata reno kepada varo.
"ayo kita langsung antar ke rs saja" kata varo mengajak mereka semua pergi.
varo,reno, rere dan anggun satu mobil. sedang kan clara dan axel berada dimobil yang berbeda. mereka melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar rere segera dapat penanganan. dan tentu saja reno menjalankan mobil itu dengan cepat sesuai perintah nona william itu. mereka telah tiba di Rumah sakit the internasional of william. Rumah sakit yang terbesar di negara ini terletak di ibu kota. Rumah sakit ini adalah milik william family. reno langsung mengangkat tubuh anggun ke atas brankas.
"hei cepat tangani dia, jika kalian bermain main aku yang akan memecat kalian!" kata varo tegas.
para dokter yang melihat itu pun langsung
mengenali pemilik suara itu. siapa lagi kalo bukan pemilik Rumah sakit
william ini. tentu mereka langsung menangani pasien VVIP tersebut itu diperiksa.
Di luar ruangan tunggu
'hiks hiks' rere menangis tersedu sedu.
"sudah aku yakin dia baik baik saja" varo
memeluk tubuh ramping istri nya yang terlihat
pucat itu.
"seharusnya aku melarang nya, aku tau dari
awal itu bukan lah tempat yang baik untuk
kami"kata rere menjelaskan sambil terus
menangis.
"re" kata clara menghampiri rere.
"cla, anggun baik baik aja kan" kata rere
memeluk clara.
"kita tunggu aja yah re" kata clara membalas
peluk kan rere.
varo menghampiri reno. yang sedang berdiri
__ADS_1
itu.
"reno tolong kau selidiki pria itu, lakukan seperti biasa" kata varo.
"baik tuan" kata reno.
'berani main main dengan istri ku, itu artinya kalian berani melawan keluarga william' batin varo.
Pintu ruangan tempat anggun di rawat pun terbuka. keluar lah seorang dokter.
"gimana kondisi teman saya dok" kata rere yang mengahampiri dokter dan di susul oleh clara.
"nona kondisi teman anda baik baik saja, hanya luka lebam dan sedikit rasa trauma atas perlakuan yang ia dapat kan, anda sebagai teman harus memberikan dukungan kepada nya" kata dokter itu.
"apa aku bisa mengujungi nya dok?" tanya rere.
"tentu nona, silahkan" kata dokter itu mempersilah kan rere masuk.
Di dalam ruangan rawat inap vvip
"anggun maafin aku yah, harus nya aku bisa cegat kamu biar ga kesana" kata rere merasa bersalah.
"tidak apa apa rere, aku sekarang jadi yakin kalo kak raska memang bukan pria baik baik untuk ku juga karena kalian, terimakasih" kata anggun dengan senyum sendu nya.
"duh kemana nih anggun yang banyak bacot, melow banget sih" celetuk clara.
"hahahaa apaan sih cla, ini masih aku, sorry aja nih aku ga bakal terpuruk gara gara lelaki kayak dia" kata anggun yang mulai nampak ceria.
"rere ayo pulang" ajak varo kepada rere.
"tapi mas anggun nya sama siapa" kata rere dengan wajah sendu nya.
"udah re balik aja, biar aku yang jagain anggun" kata clara.
"iyah re pulang aja, tante shinta juga pasti khawatir sama kamu" timpal anggun.
"yaudah aku pulang dulu yah nggun, cla, besok aku pagi kesini lagi yah" ujar rere.
Sekarang di ruangan itu tinggal anggun dan clara. rere, varo, axel dan reno sudah balik ke rumah mereka masing masing.
"nggun, kamu yakin ga bakal mau telpon orang tua kamu" ujar clara memegang tangan anggun yang di pasang infus itu.
"iyah cla ga usah nanti juga mereka ga bakal dateng" ujar anggun menatap langit langit rumah sakit itu dengan tatapan yang tidak dapat di baca.
Keesokan hari nya.
pagi hari sekitar pukul 6.24 wib anggun terbangun. ia merasa tenggorokan nya sangat kering, ia merasa sangat haus. anggun ingin meminta tolong kepada clara untuk mengambil kan nya air. tetapi ia tidak melihat gadis itu ada di ruangan nya. ruangan itu kosong tidak ada siapa pun selain diri nya. anggun pun berusaha turun dari ranjang. saat ia ingin mengambil gelas dari meja, tiba tiba ia terpeleset dan ia pun hampir terjatuh.
'akhh' teriak anggun.
"kok ga jatuh jatuh sih, jangan slow motion gini dong, langsung jatuh aja, ikhlas kok gua kalo sakit mah" kata anggun yang masih
__ADS_1
memejam kan mata nya.
'ekhem'
ternyata anggun tidak langsung jatuh ke lantai karena pinggang nya di tahan oleh seseorang agar tidak terjatuh. ia memeluk anggun sangat rapat, peluk kan itu sangat intim.
"apa kau sekarang sudah bisa berdiri" suara bariton itu seketika memaksa anggun untuk membuka mata nya. ia melihat pria tampan di depan mata nya. dengan memakai setelan jas.
"astaga maaf kan aku" anggun mendorong tubuh pria itu menjauh dari dekapan nya.
"dimana jas ku?" kata pria itu, pria itu adalah reno. ia kembali ke rumah sakit pagi pagi sekali untuk mengambil ponsel nya yang tertinggal di saku jas yang ia berikan kepada anggun kemarin.
"ini dan terimakasih" anggun memberikan jas itu dengan wajah yang menatap reno dengan intens.
"sama sama" reno langsung berlalu pergi dari ruangan itu.
"tu tu tunggu kak!" teriak anggun.
reno yang mendengar teriak kan itu menghentikan langkah nya dan menatap anggun.
"kakak pembantu yah?" kata anggun.
"maksud mu" kata reno dengan datar, dengan wajah yang tampak bingung.
"aku melihat mu selalu mengekor kepada kak varo" ujar anggun menatap reno remeh.
"aku bukan pembantu, aku asisten nya" ujar reno.
"sama saja"
anggun melangkah kan kaki nya, dan mendekati reno, ia menatap dalam mata pria itu.
"papa memiliki banyak perusahaan, kakak bisa menjadi pemimpin nya menikah lah dengan ku" senyum anggun yang melebar.
"tidak terimakasih" ujar reno berlalu pergi.
"apa kau yakin tidak mau? coba pikir kan lagi. aku akan memberikan mu banyak uang menikah lah dengan ku!!" teriak anggun dari jauh, yang melihat kepergian reno dari ruangan itu.
clara yang baru kembali membeli sarapan dari luar itu pun menghampiri anggun.
"apaan sih nggun, pagi pagi udah berisik ngajakin anak orang nikah anjir hahahaha" kata clara menepuk nepuk bahu anggun.
"tau ah bete aku, biasa nya cowo di kasih uang mah mau jadi pacar aku" kata anggun yang bad mood itu.
Bersambung....
Budaya kan like sehabis membaca:)
jangan lupa follow akun aku, serta berikan like, komentar dan vote nya.
buat cerita anggun dan clara emang ga akan ceritain banyak yah, soal nya aku mau fokus ke cerita rere dulu. nanti ada waktu nya cerita mereka berdua.
__ADS_1