Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

"Apa kau sudah selesai?"tanya Michele kepada gadis itu.


"Maafkan Aku lama, kau tunggu di dalam mobil, Aku akan pamit dengan teman-teman ku ok,"ujar Alice mengatakan itu dan mendorong perlahan tubuh pria itu menjauh.


Bukan nya Alice tidak suka, tapi gara-gara hal tadi para pengunjung menatap mereka yang tampak kesenangan dengan drama percintaan Alice.


Bruk..


Alice mengambil tas nya cepat dan meminum sisa minuman nya hingga tandas lalu pamit kepada teman-teman nya.


"Maafin tunangan Gua yah Rion, Gua pamit dulu ye, maaf ga bisa sampai selesai, udah Gua bayar semua,"ujar Alice melambaikan tangan nya dan berlari kecil menghampiri Michele.


Pria itu melipat tangan nya ke dada dan besandar di dekat pintu mobil nya dengan tatapan tajam nya kepada Rion dari jarak jauh, lalu membuka pintu untuk Alice dan ikut masuk dan melajukan mobil nya.


"Sayang, Aku tahu kamu cemburu, tapi lain kali nanggepin nya jangan tajam-tajam begitu, kasihan teman Aku yah,"ujar Alice mengelus tangan Michele yang memegang setir mobil.


Michele tidak bergeming dan masih mengingat ketika pria lain menyentuh wajah pacar nya itu membuat nya kesal, Alice yang tahu pria itu menghela nafas.


Cup..


Gadis itu mencium pipi Michele agar pria itu bisa tersenyum, Michele menghapus ciuman itu dengan tangan nya membuat Alice yang sekarang cemberut.


"Ih kok di hapus!!!! Jahat,"ujar gadis itu merengek di hadapan Michele.


"Bau,"ujar Michele tertawa kecil melihat tingkah lucu sang pacar di mata nya itu.


Alice yang melihat sang pacar sudah tersenyum ikut tersenyum senang menanggapi nya karena sudah bisa mengembalikan mood sang pacar pacar.


"Cie udh senyum,"ujar Alice mengoda dan menoel-noel pipi pria itu.


Pria itu tidak menanggapi dan menepikan mobil nya di butik tempat mereka tadi, karena Alice yang malah telat Dia terpaksa membawa sang pacar langsung ke butik untuk di dadani dan juga menganti pakaian nya dengan dress.


Mereka berdua masuk ke dalam butik di sambut dengan para pelayan, Michele menyuruh Alice bersiap.


"Aku mandi aja dulu gapapa kan, gerah,"ujar Alice kepada karyawan yang akan mendadani nya.

__ADS_1


"Oh boleh Nona silahkan,"ujar wanita itu menunjuk tempat nya.


Sedangkan Michele hanya asik dengan ponsel nya sambil menunggu Alice, di dalam ponsel nya juga bukan melihat apa-apa pria itu hanya melihat beberapa foto yang Dia ambil saat Alice dalam berbagai situasi apa pun.


Satu jam berlalu


Michele masih setia menunggu, hingga akhirnya suara high heals mengema terdengar di pendengaran nya, membuat Michele mendongkak kan kepala nya ke atas melihat sang pujaan hati yang sangat cantik.


Dress hitam yang membentuk tubuh nya serta bagian rendah, dan rambut yang di sanggul membuat kesan dewasa dan elegan kepada Alice, gadis itu tersenyum.


"Kau cantik,"ujar Michele mencium pipi Alice.


"Tentu produk Alferoz tidak pernah gagal,"ujar Alice menyeringai menanggapi perkataan sang pacar.


Mereka bergandengan tangan dan lalu keluar butik menuju sebuah restoran mewah berbintang lima itu, Michele membuka pintu mobil untuk sang pacar lengan nya langsung mengandengan tangan Michele.


Pelayan mengantar mereka ke salah satu ruangan vvip yang memang hanya di sediakan tidak ramai dan khusus untuk mereka, Alice melirik di atas meja ada bunga mawar merah dan juga wine yang sudah tertata rapi.


"Ayo kita makan dulu,"ujar Michele mendorong kursi untuk memberikan Alice duduk.


"Aku berusaha agar kau menyukai nya,"ujar Michele.


Pelayanan mereka sangat mewah dari hidangan pembukaan hingga hidang penutup, iringan musik klasik di ruangan itu membuat Alice tersenyum.


"Jadi apa sudah selesai,"ujar Alice kepada pria itu.


Michele mengeluarkan sebuah kotak, yang ternyata itu di buka adalah kalung berlian yang sangat cantik, astaga warna berlian yang langka itu membuat Alice takjub.


"Happy velentine days sayang,"ujar Michele tersenyum puas mengengam tangan Alice dan memberikan kotak itu sebagai hadiah.


"Jadi velentine days?"tanya Alice yang mendapat gengaman dari Michele.


"Makasih, Aku belum menyiapkan hadiah untuk mu, Aku lupa kalau sekarang velentine dan lebih tepat nya Aku kira kau tidak menyukai hal seperti ini,"ujar Alice mnegatakan itu.


"Tidak apa-apa hadiah ku adalah diri mu,"ujar Michele.

__ADS_1


Pria itu berjalan menghampiri Alice dan membuka kotak kalung itu kembali dan memasangkan nya ke leher sang gadis, kalung itu tampak sangat cocok dengan Alice.


"Wah ini sangat bagus terimakasih,"ujar Alice mengatakan itu sambil terus melihat kalung nya.


Alice tampak berpikir, Michele kembali duduk di kursi nya, entah apa yang gadis itu lakukan Dia berdiri di depan Michele dan mengarahkan kursi Michele ke depan nya, membuat sang pria mau tidak mau menurut dan duduk.


"Ini hadiah untuk mu, Aku akan menari, apa kau tahu Aku hebat dalam menari,"ujar Alice menaik turun kan alis nya.


"Benarkah? Aku tidak dapat membayangkan nya, silahkan nona,"ujar Michele yang tertawa kecil.


Bukan nya Michele meremehkan Alice, pria itu berpikir untuk wanita yang kurang kalem seperti Alice pasti akan menampilkan tarian yang keras.


'Dance korea pasti, Dia kan kpopers lucu,' batin Michele melihat sang pacar yang menyetel sebuah lagu dan mematikan piring hitam musik klasik di ruangan itu.


Alis Michele terangkat satu mendengar musik itu, bukan musik ala ala korea yang biasa nya akan Alice setel di mobil nya saat mereka pergi tapi musik ini kesan nya lebih elegen bukan Alice seperti biasanya.


Gadis mulai menari, astaga seketika mata Michele kaget, gadis itu menari dengan sangat erotis nya meliuk liukan pinggang nya ke samping ke kiri dan menaikan tangan nya seolah-olah mengoda Michele, Alice yang terus menari itu membuat Michele panas dan dengan gerakan cepat Michele mengambil ponsel Alice dan mematikan nya.


"Hei kenapa kau mematikan nya,"ujar Alice merengek.


"Jangan menari seperti itu di depan orang lain,"ujar Michele dengan suara berat dan awan nafsu mulai naik.


Seketika Alice mulai paham gadis itu seperti nya dari awal memang berniat mengoda Michele tapi Dia tidak tahu pria itu sampai menahan nya dan seperti nya sangat tersiksa.


"Dan dress ini saat kau menari, memamerkan dada mu,"ujar Michele melepaskan jas nya dan menutup nya ke dress Alice.


Bruk..


"A a apa yang kau lakukan?"ujar Alice gugup melihat jarak mereka yang dekat.


Michele menarik tangan Alice dan membuat gadis itu terduduk di pangkuan sang pacar yang sepertinya sudah sangat bersabar.


"Nona Aku tahu kau mengoda ku, Aku ini juga seorang pria yang memiliki nafsu, ingat satu hal jangan pernah bermain dengan api,"ujar Michele dengan suara berat dan sexy nya di telinga Alice.


'Seperti nya Aku sudah keterlaluan,'

__ADS_1


__ADS_2