Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
M&A(PART KHUSUS)


__ADS_3

Pagi hari nya Alice dan Michele keluar dari kamar mereka di ikuti oleh Morelina yang sudah menunggu di depan kamar mereka, sungguh sikap wanita itu sudah terlalu terang-terangan sekali.


Mereka semua sarapan dengan heboh seperti biasanya, memang kehadiran para bocil menambah kesan ramai di antara para pria dingin itu membuat suasana terasa lebih hangat, setelah selesai makan karena hari juga masih pagi semua orang memilih bersantai di ruang khusus seperti ruang keluarga.


Tentu pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati liburan, tapi seperti nya mereka lebih senang sekedar berbincang karena waktu sibuk mereka satu sama lain yang jarang berkomunikasi.


"Re lihat astaga ini Gabriel,"ucap Clara tertawa melihat sahabat mereka sewaktu SMA itu berfoto dengan seorang wanita seperti tante-tante yang memeluk nya erat, sungguh foto ini menampilkan wajah tersiksa nya.


Alice yang juga sedang duduk antara dua wanita itu juga ada menatap ke arah ponsel Clara dengan penasaran, memperlihatkan foto seorang pria tampan khas orang Asia memakai jas dokter tersenyum terpaksa sambil melampirkan pesan.


Cla, apakah ada gadis cantik di sana? Menjadi seorang pecinta wanita membuat ku lelah, para tante tante pun mendekat.


"Haha apa-apaan itu si Gabriel, haha ngakak banget wajah nya,"ujar Rere tertawa keras tanpa memikirkan image nya yang buruk di depan Morelina yang memikirkan kalau Dia adalah istri Varo William.


"Benarkan, astaga padahal Dia tampan tapi masih sama susah mencari wanita,"ucap Clara tertawa masih melihat foto itu.


Axel yang mendengar kata tampan itu seketika mengambil ponsel Clara dan semua mata tertuju ke arah ponsel yang melayang karena di ambil seseorang secara tiba-tiba, pria itu mengangkat satu alis nya melihat pria yang Clara bilang tampan.


"Bukan kah Aku lebih tampan?"tanya Axel dengan heran melihat foto itu yang menurut nya pria di sana tidak apa ada apa apa nya bagi Arnolda.


Varo yang sedang berbicara dengan Michele itu seketika tertawa keras mendengar betapa narsis dan pede nya Michele mengatakan itu dengan raut wajah datar nya.


"Setidaknya rubah raut wajah mu supaya meyakinkan itu terlihat aneh haha,"ujar Varo mengejek sahabat nya itu.


"Ck diam kau,"ucap Axel dengan kesal menatap Varo dengan tajam.


Sementara Clara yang mendengar itu hanya tertawa, suami nya itu memang tipe pencemburu yang kadang membuat nya heran.


"Jangan cemburu honey, itu Gabriel apa kau lupa Dia sahabat ku dan Rere di SMA, kau tidak mungkin lupa dengan murid mu sendiri,"ucap Clara yang masih memantau baby boy yang aktif merangkak kesana sini itu.

__ADS_1


Raut wajah Michele seketika heran mendengar penjelasan Clara.


"Hah? Pria nakal itu mampu menguasai pelajaran IPA dan jadi dokter, Aku tidak percaya, padahal tingkah nya sangat aneh,"ucap Axel tertawa mendengar penjelasan itu.


"Tapi memang itu benar Pak Axel, apa kau tidak mengingat wajah nya,"ucap Rere mengatakan itu supaya lebih memperjelas keadaan.


Tapi memang tidak di sangkal Gabriel adalah seorang dokter yang pintar, walaupun sewaktu SMA Dia bukan lah pria yang menonjol di berbagai mata pelajaran nya.


"Seperti nya Aku pernah melihat Dia di pernikahan kak Anggun dan Kak Reno kak,"ucap Alice mengatakan itu ikut dalam pembicaraan.


"Dia memang datang kesana Al, Dia seumuran kita loh masih muda tapi Dia itu pemain perempuan kerja keluar masuk club, sungguh jika Aku bertemu dengan nya ingin sekali Aku menjitak dan mencekik leher nya karena perempuan itu bukan sebuah benda yang bisa di campakan semudah yang Dia pikir,"ucap Rere sambil mengengam tangan nya kuat kesal.


Lenka yang melihat Mommy nya itu kesal sambil mengengam tangan nya mengikuti ekspresi Rere yang terlihat kesal.


"Lenka juga tidak suka pria seperti itu,"ujar Lenka yang malah membuat semua orang di sana tertawa.


"Begitulah Lenka pintar, jangan cari pria seperti itu yah karena cuman orang yang memiliki mental kuat yang bisa menjadi pawang nya sayang,"ujar Alice mengatakan itu sambil melirik Michele.


Michele yang sedang meminum minuman nya seketika meneguk minuman itu kasar mendengar ucapan Alice yang juga menatap diri nya dengan tatapan sedikit menyindir.


"Biasa pria memang seperti itu, dulu suami ku hobby nya minum keluar klub malam, tapi syukurlah sekarang tidak,"ucap Rere mengengam bahu Varo dengan kasar yang membuat pria itu meneguk saliva nya kasar melihat tatapan Rere.


"Haha lihat Daddy takut sama Mommy, lemah Daddy,"ujar Lukas menertawakan Varo yang menatap nya tajam.


"Lukas kau berani menertawai daddy mu?"ujar Varo menatap anak nya tajam.


Seketika pria kecil itu berlari menjauh tertawa melihat Varo yang kesal kepada diri nya itu.


Morelina entalah wanita itu tidak bisa memasuki pembicaraan itu terlebih karena hal semalam yang masih membuat nya merasa terhina karena perlakuan Alice.

__ADS_1


Gadis itu mengutak atik ponsel nya sedang berikirim pesan dengan seseorang, mengabaikan pembicaraan yang sangat asik bagi semua orang yang ada di sana.


Morelina : Papa gadis itu seperti nya sangat merendahkan ku!


Papa : Jangan merengek, dan Papa juga tidak tahu Michele menikah, Dia waktu itu hanya meminta izin.


Morelina : Bantu Aku yah Pa, Aku mohon.


Papa : Baiklah ajak Michele untuk makan siang nanti di resto yang Papa tentukan, Papa tidak bisa membantu Papa hanya memberikan waktu bicara.


Seketika Morelina tersenyum senang melihat pesan dari Papa nya itu, setelah pesan itu berakhir, ponsel milik Michele seketika berdering ketika Dia sedang asik berbicara.


Tring.. tring..


Dokter Bestian Aguest : Michele temui saya di resto mari kita makan siang bersama.


Pria itu seketika mendengus kesal seperti nya Dia paham kalau ini adalah akal akal Morelina yang ingin bertemu dengan nya lagi.


Bukan tanpa alasan juga kedatang kepala dokter itu ke bali tapi memang ada acara khusus peresmian rumah sakit Alferoz yang ada di sana dan untuk Morelina itu adalah akal akalan nya yang mengikuti Michele sampai ke bali.


"Sayang Aku ingin menelpon kakak dulu yah,"ucap Alice menepuk bahu suami nya dan pergi ke dekat kolam renang yang menerima anggukan dari Michele.


Seperti nya istri nya itu mendengar dengusan Michele tadi, Alice menelpon Reno.


Drt.. drt..


"Ada apa?"tanya Reno dengan suara datar nya.


"Kak apa kau sudah sampai di hotel? Apa Aku bisa membantu mu nanti malam,"ucap Alice dengan seringai tipis nya.

__ADS_1


Reno tampak terdiam menaikan alis nya tidak biasanya gadis itu ingin terlibat dengan urusan yang mempersulit hidup nya.


"Tentu, kau akan sangat membantu Baby,"


__ADS_2