
Axel yang sedang fokus melihat keluar jendela itu seketika tersadar dari tatapan nya dan memilih untuk kembali duduk di meja guru.
"Baiklah, Kau yang duduk paling belakang sana" ujar Axel menunjuk Reyhan yang masih fokus dengan tatapan nya keluar jendela.
Reyhan yang tidak mendengar itu hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun, teman Reyhan berusaha mengkode pria itu agar mendengar ucapan nya dengan cara melempar kertas kecil ke meja pria itu.
"Rey, sttt Pak Axel manggil kamu" ujar Ara gadis cantik dan pintar itu.
Reyhan yang tersadar itu pun menatap ke arah Axel yang juga menatap nya dengan raut wajah datar nya itu.
"Saya Pak?" tanya Reyhan sambil menunjuk diri nya sendiri nya.
"Iya kamu Ketos coba kerjakan soal di papan tulis ini" ujar Axel kepada pria itu dengan tatapan menantang nya.
Reyhan menatap soal yang ada di depan nya sekilas, lalu berdiri dan mengambil spidol yang ada di meja Axel, dengan cepat dan waktu singkat Reyhan menyelesaikan soal matematika itu dengan cekatan.
'Memang jenius, padahal Dia dari tadi tidak melihat ku menerang kan pelajaran' batin Axel dengan bangga menatap murid nya itu.
"Oke ketos, nama mu siapa?" tanya Axel kepada Reyhan yang sudah kembali duduk di kursi nya itu.
"Nama saya Reyhan Pak" ujar Reyhan menjawab dengan sopan kepada guru nya tersebut.
"Reyhan saya aspresiasikan kepintaran mu itu, tetapi walaupun kamu mengerti ada baik nya tetap fokus dalam kelas Saya, karena Saya tidak ingin satu pun murid yang melanggar peraturan di mapel ini" tutur Axel dengan tegas kepada murid nya itu.
"Baik Pak Axel, maaf kan saya" ujar Reyhan dengan sopan kepada Axel.
Kelas pun berlanjut dan berganti dengan mapel lain, lama waktu berjalan hingga bel terakhir yang paling di tunggu semua murid yaitu bel pulang sekolah, semua murid yang mendengar bel itu berbondong keluar kelas seperti bebas dari penjara yang mengurung mereka, wajah yang sebelum nya nampak kusam sekarang cerah, wajah yang mula mengantuk sekarang jadi semangat untuk pulang dan keluar dari sekolah ini. Clara, Rere dan Anggun yang juga semangat pulang itu menikmati perjalanan mereka menuju gerbang depan sambil bercanda.
"Gimana kalo kita makan bakso Mang Ucup dulu teman?" ujar Rere yang menyarankan itu.
"Iyah ayo deh gas" ujar Clara yang juga setuju dengan saran dari teman nya itu.
__ADS_1
"Kalo tuan putri gimana nih? ada jemputan ga?" tanya Rere menatap Anggun.
"Bisa dong, belum datang juga jemputan nya" tutur Anggun yang juga setuju.
"Orang kaya mah beda banget yah, Anggun besok pulang naik angkot bareng mau ga?" ujar Clara mengajak gadis itu.
"Boleh deh, kapan lagi kan bareng kalian sebelum mati satu-satu" tutur Anggun memberikan wajah sedih nya.
Lalu dari belakang tiba-tiba seorang pria nimbrung dan memeluk bahu ketiga gadis itu mendekat kepada nya.
"Kalo ngomong di jaga Anggun" ujar Gabriel yang ikut nyempil itu.
"Aduh El ketek Lu bau serius lepasin" ujar Clara dengan kesal menghempas kan lengan kekar pria itu.
"Nama nya juga cowo, BTW Lu pada pendek banget sih susah Gua meluk nya anjir nunduk begini" tutur Gabriel yang memang berjalan sedikit menunduk untuk memegang bahu ketiga gadis itu.
"Lu aja yang ketinggian El" ujar Rere yang menepis hal itu.
"Tungguin" teriak Anggun yang memanggil teman-teman nya.
"Ayo Nggun, jangan kayak anak kecil deh, emang anak orang kaya nyebrang aja susah nih" teriak Gabriel yang dari seberang sana.
Anggun melihat kiri dan kanan sebelum menyebrang, tepat di depan nya ada sebuah genangan air yang mengenai diri nya karena cipratan yang di sebab kan oleh mobil yang melaju sedikit cepat di depan gadis itu, dengan perasaan kesal serta kaget Anggun berteriak kepada pengguna mobil itu karena sudah membuat baju serta rok sekolah nya basah.
"Baj*ingan" umpat Anggun kepada pengguna mobil itu.
Pengendara mobil yang juga tahu bersalah itu langsung menghentikan mobil nya dan mendekat kepada Anggun yang masih marah-marah itu, pria berpakaian jas rapi serta tinggi dan berperawakan bule itu berdiri tepat di depan Anggun.
"Maaf kan Saya Nona" ujar pria itu menatap datar.
"Kau minta maaf, tapi dimana raut wajah bersalah mu itu, wajah mu malah membuat ku tambah kesal" teriak Anggun kepada pria itu.
__ADS_1
Pria itu mengeluarkan sapu tangan nya dan memberikan itu kepada Anggun untuk mengelap baju dan rok nya yang basah, sementara dari dalam mobil seorang pria memanggil pria yang ada di luar itu dengan cara menurun kan kaca mobil nya.
"Reno cepatlah, Aku tidak mau terlambat meeting" ujar pria itu memanggil pria berjas hitam yang dapat diketahui nama nya Reno.
"Maaf kan saya sekali lagi" ujar Reno berlalu pergi.
Dengan kesal Anggun menyebrang jalan, lalu ikut nimbrung bersama teman-teman nya yang sudah berada terlebih dahulu di dalam warung bakso yang hanya di tutupi terpal itu.
"Anggun kok baju Lu kotor sih?" tanya Clara dengan kaget melihat sahabat nya itu.
"Udah jangan tanya Cla, nanti gua mutilasi Lu" ketus Anggun yang duduk di samping Rere itu.
Saat mereka tengah berbincang menunggu bakso datang itu, di sisi lain Reyhan yang memacu motor sport nya keluar menuju perkarangan sekolah melihat gadis yang Dia amati sedang tersenyum bersama teman nya itu, dengan sigap Reyhan memarkirkan motor nya di warung bakso itu, dan masuk ke dalam sana. Reyhan duduk di samping Clara yang sedang tertawa itu.
"Aduh Ketos kita nyampe nih" ujar Gabriel yang mengoda sahabat nya itu.
"Bacot Lu El" ketus Reyhan menatap Gabriel dengan kesal.
"Ngapain Lu Rey?" ujar Clara dengan tatapan bingung nya kepada pria itu.
"Ya makan bakso lah, yakali mau makan cilok di tempat tukang bakso" ujar Reyhan yang menanggapi pertanyaan gadis yang ada di depan nya itu.
"Lu ngomongin cilok mulu, ngidam yah Rey?" ujar Clara kepada Reyhan yang masih menatap nya.
"Iya nih Gua ngidam masalah" tutur Reyhan membuang wajah nya dengan kesal.
"Cup, cup ada anak di sini" ujar Clara mengusap perut six pack pria itu seolah mengusap perut wanita hamil.
Reyhan yang di pegang perut nya itu seketika menegang, wajah nya memerah begitu pun telinga nya yang ikut memerah dengan apa yang Clara lakukan.
'Mampus ini cewe polos banget, atau nekat' batin Gabriel yang mulai paham dengan perasaan Reyhan.
__ADS_1