
"Ah syukurlah kalo Bunda sudah tahu, apa Bunda senang dengan pernikahan Clara?" tanya gadis itu dengan ragu untuk memastikan keyakinan pada diri nya.
"Tentu Bunda sangat bahagia, ada pria seperti Nak Axel yang akan menjaga mu, dan Bunda tahu kalo Alisa sangat menyukai mu saat kalian datang ke panti hari itu" ujar Bunda Eti dengan bahagia nya.
"Terimakasih Bunda sudah merestui hubungan kami, ah Bunda sudah dulu yah, Clara akan melakukan sesuatu" ucap gadis itu dengan suara yang bergetar menahan tangis.
"Yasudah sana, besok Bunda pasti datang" ujar Bunda Eti.
Panggilan selesai..
Clara terduduk lemas di atas kasur sambil memangku kedua lutut nya, gadis itu mengeluar kan air mata yang sudah Dia tahan dari tadi sambil menatap langit siang yang kian berganti sore.
'Aku tidak menyangka harus terlibat cinta serumit ini, apa pernikahan ini bisa berjalan lancar seperti harapan semua orang?' batin gadis itu menatap sendu keluar jendela.
Markas Black devil••
"Lagi-lagi ada apa kau memanggil Varo William yang sangat sibuk seAsia ini untuk datang" ujar Varo kepada Axel.
Saat ini ketiga pria itu sedang duduk di ruangan khusus para petinggi Black devil di markas itu, di sana terlihat ada Varo, Axel dan juga Reno yang hanya diam menyimak pembicaraan mereka.
"Aku punya misi penting" ujar Axel menatap kedua pria itu dengan tajam.
"Sepenting apa?" tanya Varo kepada pria itu.
"Misi ini berkaitan dengan pernikahan ku besok, kata tandai misi ini dengan Red danger wedding" ujar Axel menatap teman nya dengan tatapan tajam.
"Aku tidak ikut" ujar Reno singkat.
"Kau, yang benar saja" tutur Axel kepada pria kulkas itu.
"Aku kira kau menyukai Clara, Dia itu sahabat istri ku, sangat cantik bukan, memang gadis muda sangat mengoda" tutur Varo sambil tersenyum.
"Mau tidak mau, kalian harus melakukan ini bersama anggota Black devil dan Aeros!" ujar Axel dengan memaksa.
__ADS_1
"Yasudah, cepat bicarakan" ujar Varo dengan kesal karena Dia ingin segera ke kantor menyelesaikan pekerjaan nya lalu pulang ke tempat istri nya berada.
Axel dengan serius menyusun rencana untuk membatalkan acara pernikahan nya besok pagi, setelah beberapa puluh menit berdiskusi mereka pun mendapat sebuah kesepakatan agar besok tempat pernikahan Axel seolah olah di serang oleh mafia lain dan membuat pernikahan itu hancur.
"Baiklah, setuju" ujar mereka serempak.
Keesokan hari nya.
Di mansion Arnolda terlihat hanya keluarga dan orang terdekat serta teman dari berbagai pihak keluarga yang hadir karena Axel memperingat kan Veronica agar tidak melaksanakan repsepsi karena Dia dan Clara sudah membuat keputusan itu. Di kamar Clara gadis itu saat ini sudah selesai di dadani dengan cantik oleh MUA, polesan make up tipis sederhana membuat kesan anggun kepada gadis itu, Rere dan Anggun saat ini sangat takjub melihat sahabat mereka yang tampak cantik.
"Cantik banget calon Pak Axel" goda Anggun menatap gadis itu.
"Udah deh jangan ngejek, sama orang yang bakal nikah tapi calon nya aja ga pernah lihat seujung kuku pun" ujar Clara langsung mengskak mat Anggun itu dengan senyuman mengejek nya.
"Lu kalo ngomong suka benar yah Cla" ujar Anggun dengan kesal kepada sahabat nya itu.
"Sabar yah Nggun, Aku yakin suami kamu baik, tapi kalo ganteng apa tidak nya sih kurang tahu" ujar Rere yang menenangkan sahabat nya juga malah membuat tambah khawatir.
Mereka bertiga menunggu acara ijab qabul di kamar Clara, Axel yang saat ini bersiap-siap ingin melantunkan ijab qabul merasa heran, kemana rencana semalam yang Dia buat, kenapa teman-teman nya baru bertindak, Axel terus celingkak celingkuk kanan dan kiri dengan kesal. Veronica yang melihat itu tersenyum kepada anak nya lalu berkata.
"Mommy?" gumam Axel dengan tatapan kesal nya.
Flasback on••
Saat Varo dan Reno sudah kembali ke kantor habis pertemuan nya dengan Axel untuk membuat sebuah rencana, sebuah panggilan masuk dari telpon seluler Varo. Dengan heran Varo mengangkat telpon itu.
"Varo, loud speaker panggilan nya agar Reno juga mendengar" ujar wanita di seberang sana.
Varo yang mengenali suara itu pun dengan kaget mengikuti permintaan wanita itu.
"Varo William, Reno Alferoz, jangan sampai rencana kalian besok akan berjalan sesuai dugaan, batal kan dan urungan niat kalian sekarang atau Mommy akan menghubungi keluarga kalian dan meminta nya mendidik anak nya dengan benar agar tidak menghancur kan pernikahan orang lain" ujar Veronica dengan satu tarikan nafas mengancam kedua pria itu.
"Mom jangan seperti itu, jangan bawa bawa keluarga masalah bisa runyam, benar kan Reno" ujar Varo meminta persetujuan pria itu.
__ADS_1
"Benar Nyonya, jangan bawa keluarga Saya, karena Saya sangat tidak ingin mereka datang ke indonesia karena hal seperti ini" ujar Reno seperti orang yang sangat serius itu.
"Baiklah, hanya dengan satu syarat jangan bertindak dengan seenak nya, ingat perkataan Veronica Arnolda ini" ujar wanita itu lalu mematikan panggilan nya.
Tut.. tut...
Panggilan terputus..
"Sorry bro, seperti mu memang gadis kecil itu, Aku tidak bisa menghentikan nya" gumam Varo yang melanjutkan pekerjaan nya.
Flasback off••
Axel sudah menyelesaikan ijab qabul itu dengan satu tarikan nafas, pria itu sekarang tampak pasrah karena Dia sekarang sudah menjadi suami lagi dan bukan seorang Duda tampan dan rupawan yang di gila oleh banyak orang sebagai single parents. Clara turun menemui suami nya itu di bawah setelah menyelesai kan acara ijab qabul, dengan berat hati kedua orang itu memasang cincin dan mengecup satu sama lain, tarikan nafas helaan dengan berat dan tatapan pasrah terlihat di wajah kedua orang itu.
"Suami Ku, seperti nya Aku akan bertindak semau Ku mulai sekarang, karena Aku nyonya Clara Arnolda" ucap Clara dengan kesal nya.
"Istri Ku kenapa Kau yang kesal? Harus nya Aku yang kesal kenapa harus menikahi gadis cilik seperti diri mu" ucap Axel sama-sama ketus nya.
Kedua orang itu saling pandang dengan tatapan kesal satu sama lain. Ucapan selamat berdatang dari keluarga dan juga sahabat.
"Mommy you're pretty, sekarang Mommy sudah jadi Mommy Alisa beneran" ujar gadis itu memeluk Clara dengan posesif nya.
"Iya sayang, seperti itu" ujar Clara tersenyum bahagia kepada Alisa sebagai ibu sambung nya.
"Sayang, selamat" ujar Bunda Eti memeluk gadis itu dengan senyum mengembang.
"Terimakasih Bunda" ujar Clara membalas senyumam Bunda nya.
"Nak Axel selamat, jaga terus anak Bunda yah, Dia mulut nya emang kadang suka nyebelin, tapi anak nya baik juga peduli banget kok sama orang lain, Clara cantik kan nak Axel, jaga terus yah nanti di ambil orang haha" ujar Bunda Eti sambil bercanda.
"Makasih Bunda, pasti Axel jaga di dalam kandang" ujar pria itu seolah olah bercanda.
Clara yang mendengar itu sangat kesal menatap Axel.
__ADS_1
'Ga asik candaan nya, di kirain lucu apa' kesal Clara.