
"Kau ikut? Tidak mungkin, Reno akan membunuh ku jika Dia tahu,"ujar Michele bergidik ngeri melihat betapa tajam nya tatapan mata kakak nya Alice itu.
Gadis itu cemberut, jalan-jalan adalah keinginan nya kalau bersama teman nya mereka tidak suka jalan-jalan, teman nya lebih suka menghabis kan waktu untuk nongkrong atau pun melakukan tantangan konyol yang pernah di alami Alice.
"Aku sekarang udah tinggal di apartemen, atau Aku minta izin pasti boleh kok,"ujar Alice berusaha membujuk pria itu dengan cara memeluk nya.
Bruk...
"Minggir, jangan memeluk ku,"ujar Michele.
Pria itu menepis pelukan gadis itu dari tangan nya, dan menatap tajam Alice dengan tatapan tidak suka nya.
"Tidak ya tidak,"ujar Michele mendengus kesal menatap Alice.
Alice memasang wajah tidak suka nya itu, dengan tatapan tidak suka Dia membuang muka dan melipat tangan di dada, seolah-olah marah, Michele yang melihat itu menghela nafas nya dengan sabar.
Huft...
"Bisa-bisa nya,"ujar Michele memegang kepala nya.
Semua orang menatap drama kedua orang itu yang sangat aneh menurut mereka, kata nya kakak adik kok begitu sih, tentu orang hanya melayangkan tatapan aneh nya.
"Kau ini kenapa?"tanya Revian meminum jus nya.
"Ck, jangan bertanya ini gara-gara kau yang menawarkan Dia ikut, Aku bisa mengajak wanita lain, atau pun sendiri, lagi pula ini hanya trip biasa,"ujar Michele mendengus kesal.
"Maka dari itu, ini trip biasa Aku mengajak mu Alice iya kan?"tanya Revian meminta persetujuan gadis itu.
Gadis itu yang mendengar nama nya lalu menatap Revian dengan tatapan penuh harap lalu mengangguk tanda setuju kepada pria itu.
"Iya, kak Michele ga asik,"ujar Alice mengatakan itu.
Saat mereka tengah asik mengobrol seorang wanita datang dengan gaya mewah nya, semua yang Dia pakai bermerk dari ujung kaki hingga kepala nya.
Drap.. drap..
__ADS_1
Langkah nya terhenti tepat pada meja Michele dan teman-teman nya, semua orang yang berbicara itu seketika berhenti ketika ada wanita yang memangil Michele.
"El kau di sini, sudah ku duga kalian di sini,"ujar Engeline melepaskan kacamata nya lalu tersenyum menatap Michele.
Pria itu siap memeluk Michele tapi pelukan itu di tahan dan di tepis oleh Michele sebelum terjadi, Alice yang sedang duduk di samping Michele merasa risih karena wanita itu berusaha menyelip antara mereka.
"Tante, minggir dong, parfum nya menyengat banget,"ujar Alice kepada wanita itu.
Engeline yang di dorong Michele, dan juga seperti nya mengenal suara gadis yang Dia dengar semalam itu seketika membuat amarah nya mengebu.
Brak...
Dengan emosi Engeline menarik rambut Alice seketika semua orang di sana terkejut melihat tingkah wanita yang sudah jadi mantan Michele itu.
"Akh rambut ku,"teriak Alice menahan tangan Engeline.
"Jeli apa yang kau lakukan!"teriak Michele dengan kesal melihat tingkah wanita itu dan mendorong tubuh Engeline menjauh agar melepaskan tarikan itu.
Bruk..
"Dia gadis semalam yang tidur sama kamu kan hah? Gara-gara itu kamu mutusin Aku gitu, katanya kamu sayang sama Aku El,"ujar Engeline menunjuk Alice.
Seketika Alice yang mendengar itu menunduk, seperti nya drama nya semalam akan segera terbongkar.
'Si@l bisa-bisa nya ketemu nih tante-tante di sini,' batin Alice kepada diri nya sendiri.
Michele yang mendengar pernyataan Engeline itu mengerutkan kening nya dengan heran, apa maksud nya dengan tidur semalam, aneh Michele tidak pernah tidur seranjang dengan gadis mana pun.
"Jangan bercanda,"ujar Michele dengan tatapan kesal nya.
"Bercanda kau bilang? Aku menelpon tengah malam, dan suara gadis ini yang menjawab Dia bilang sendiri kalau kau sedang mandi karena kalian baru melakukan malam yang panjang,"ujar Engeline dengan kesal.
Jedar..
Pernyataan itu seketika membuat Alice salah tingkah, tentu Dia salah tingkah saat tatapan tajam di layangkan oleh Michele kepada nya..
__ADS_1
"Oi oi Engeline santai, kau kan sudah putus dengan Michele, letak masalah nya di mana, dan selingkuh? Bukan nya kau yang selingkuh dengan om-om buncit itu,"ujar Revian membela sahabat nya itu tidak kalah telak nya.
Engeline hanya diam, tentu Dia diam secara yang di katakan Revian tidak ada salah nya sedikit pun, karena itu yang memang Dia lakukan yaitu berselingkuh untuk mendapatkan uang.
"I i it itu karena Michele, kurang royal pada ku,"lirih Engeline menunduk.
Sementara mereka berdebat Michele terus menatap Alice yang duduk di samping nya dengan tatapan penuh tanya, gadis itu hanya diam memainkan jari nya.
'Mati Aku, mati Aku, bisa-bisa nya, tapi itu bukan salah ku, Aku hanya bercanda, dan Aku kira mereka pacaran ternyata sudah putus bisa-bisa nya,' batin Alice kepada diri nya sendiri.
Michele mengalihkan pandangan nya lalu menatap Engeline yang sedang berdiri di depan mereka semua, pria itu berdiri lalu berbicara kepada Engeline.
"Royal? Tentu Aku tidak seroyal apa yang kau kira, karena uang ku untuk tabungan masa depan ku, dan pacar ku ini,"ujar Michele kepada Engeline.
"Pacar?"
"Pacar?"
"Pacar,"
Engeline, Revian, Alice dan semua orang di sana mengerutkan kening mereka heran karena Michele mengatakan pacar, tentu teman-teman Michele tidak mengetahui kalau pria itu sudah memiliki penganti Engelin, siapa orang nya, tentu orang bertanya.
Bruk..
Alice yang duduk itu seketika tangan nya di tarik dan di paksa berdiri oleh Michele, gadis itu sontak kaget karena di paksa berdiri, tubuh nya oleng tapi Michele menahan pinggang nya dan memeluk pinggang gadis itu.
Michele menghadapkan tubuh Alice ke arah nya, pria itu memeluk Alice yang membuat Alice seketika menegang dan entah aliran listrik mana yang membuat tubuh nya merasa tersengat, detak jantung nya tidak karuan ketika melihat Michele melepaskan pelukan nya lalu memegang tengkuk nya dan.
Cup..
Pria itu mencium bibir tipis Alice dan *****@* nya sedikit, Michele yang merasakan itu seketika mata nya membola, Dia juga kaget entah perasaan aneh apa yang datang, tapi ada yang berbeda dari nya.
'Si@l kenapa harus dengan Dia,' batin Michele melepaskan ciuman itu.
Semua orang sontak terkejut, begitu pun dengan Alice yang hanya diam membatu tidak bergerak mata nya menatap kosong, sedangkan Michele mengengam tangan nya lalu berkata kepada Engeline yang juga kaget menatap mereka.
__ADS_1
"Dia memang pacar ku? Dan itu demi kami, jadi bagaimana?"