Kekasih Polos CEO

Kekasih Polos CEO
S2 BAB 13-TAKDIR


__ADS_3

"Kamu kenapa di jalan begini? rumah kamu dimana?" tanya Clara ikut berjongkok di depan gadis kecil itu.


"Tante penculik" takut gadis kecil dengan mata yang berkaca kaca menahan tangisan nya.


"Eh bukan!"ujar Clara membela diri dengan kaku.


'Duh nangis nih anak orang,'batin Clara.


Clara berusaha membujuk gadis kecil itu dengan memberikan coklat yang Dia punya.


"Ini buat kamu,"menyodorkan coklat itu ke depan nya.


"Tante beneran penculik, kata Daddy yang ngaci makanan sama olang ga di kenal penculik," gadis itu pun berurai air mata karena mengira Clara akan menculik diri nya.


"Eh bukan beneran, masa penculik cantik kayak kakak gini," senyum Clara berusaha membujuk.


Akhirnya gadis kecil itu pun luluh dan menerima coklat dari Clara dengan senyum manis nya itu.


"Kamu kenapa ada di jalan tengah malam begini?" ujar Clara menanyakan hal itu.


Posisi nya disini Clara masih di bawah lampu jalanan saat itu.


"Tadi Alica kabul dali mobil Daddy, telus lari deh, tapi gatau lagi dicini mana nya,"jelas panjang lebar gadis itu dengan suara sendu nya.


"Eh ga boleh gitu, nanti Daddy sama Mommy kamu khawatir gimana?"ujar Clara menasehati gadis kecil itu.


"Daddy banyak kelja ga inget Alica, Mommy udah di sulga," tatap sendu gadis kecil itu menjelas kan nya.


"Eh maaf jangan sedih ya, Mama sama Papa Kakak juga udah di surga, kamu masih beruntung punya Daddy,"sambil mengelus rambut gadis kecil itu dengan kasih sayang.


"Jadi Alica masih lebih baik ya kak" gadis itu mulai ramah kepada Clara.


"Iya sayang, jadi kamu tetap harus bersyukur yah, eh nama kamu siapa tadi Kakak lupa,"


tanya Clara sekali lagi.


"Nama aku Alica"tutur gadis itu mengatakan nya dengan semangat.


"Alica ya?"ujar Clara memahami ucapan nya.

__ADS_1


"No Alica tapi Alica"gerutu Alisa berusaha menjelaskan nama nya itu kepada Clara.


"Eh apa bukan nya sama aja?" kata Clara nampak kebingungan itu.


"Alicaaaa!!!" teriak gadis itu cemberut mengatakan nya kepada Clara


"Oh Alisa bukan?" ujar Clara membenarkan kembali ucapan nya.


"Iya!" angguk gadis kecil itu dengan antusias karena jawaban Clara benar.


"Dasar kamu lucu yah cadel gitu ngomong nya" sambil mencubit hidung mancung gadis kecil itu dengan tersenyum.


Tik..tik..


Ditengah obrolan mereka hujan ternyata turun begitu deras membuat Clara kebasahan.


"Aduh hujan lagi, Alisa ayo sini Kakak gendong. Bentar kamu pakai jaket kakak,"ujar Clara berusaha memakaikan jaket nya karena hujan kian turun semakin lebat.


"Kakak maapin Alica udah lepotin,"ujar gadis itu merasa bersalah, dalam gendongan Clara.


"Gapapa cantik," ujar Clara yang berlari kecil menuju tempat terdekat untuk mereka berteduh.


"Aduh hujan nya makin deras, Alisa basah ga?" tanya Clara dengan khawatir kepada Alisa.


"Ga bacah, maapin alica kakak jadi bacah,"tutur Alisa dengan mata yang sembab menahan tangis nya.


"Gapapa kakak udah gede ga bakal gampang sakit, Alisa kan masih kecil ntar sakit gimana benar kan?!" senyum tulus Clara mengelus rambut panjang anak kecil itu.


Hujan terus turun dengan deras nya Alisa yang terlihat mengantuk itu pun akhirnya tertidur di pangkuan Clara.


'Bukan nya nyampe kos secepat nya, ini nolongin anak orang, mama bapak nya gatau, tapi lucu banget Dia, kasian juga masih kecil di tinggal ibu nya, besok juga harus balik ke panti buat ambil baju sekolah yang ketinggalan,'gumam Clara sambil mengelus pipi Alisa.


Kantuk pun menyerang Clara Dia pun ikut tertidur dengan posisi memeluk Alisa, dalam dekapan nya itu.


***


"Kamu tunggu di mobil! Daddy sudah bilang jangan terlalu manja lagi Alisa, untuk kali ini Daddy beli kan makanan yang kamu ingin kan, lain kali jangan diam-diam minta Pak Entis membelikan nya!"tegas Axel dari kaca luar mobil menatap anak nya yang sedang cemberut dan menahan amarah.


Alisa tidak menjawab perkataan Daddy nya itu Dia malah diam san membuang muka, sementara Axel pergi memasuki supermarket.

__ADS_1


"Kalo punya Mommy pasti boleh makan itu!"gerutu Alisa menatap punggung Daddy yang kian menghilang dari balik pintu supermarket.


Dengan kesal Alisa turun dari mobil diam diam dan memilih berlari dan bersembunyi, yang awal nya niat nya Alisa cuman bersembunyi pun akhir nya perhatian nya teralihkan oleh sebuah kucing yang berlari menjauh, Alisa pun mengkitu langkah kucing itu dengan semangat dan tanpa sadari Dia sudah jalan berbelok dan entah kemana.


"Daddy"gumam gadis itu menatap seluruh jalanan yang gelap dengan ketakutan.


Sementara itu Axel yang sudah keluar dari supermarket itu masuk ke dalam mobil, sambil meletakan belanjaan nya yang banyak di kursi penumpang, dengan heran Axel menatap tempat anak nya tadi, dan tidak melihat Alisa.


"Alisa? Astaga tolong jangan seperti ini" gumam Axel.


Axel melajukan mobil nya berbelok kanan dan kiri, dari simpang ke simpang mencari keberadaan anak nya itu dengan perasaan khawatir


"Alisa maafkan Daddy jangan seperti ini" ujar pria itu memukul setir mobil nya.


Axel saat sedang uring uringan mencari anak nya yang tak lain adalah Alisa, hujan turun begitu deras membuat Axel kian begitu cemas dengan keadaan putri nya itu.


Axel melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang melihat ke kanan dan ke kiri, tiba tiba perhatian nya tertuju pada seorang gadis remaja yang tak lain adalah siswi nya Clara sedang tertidur di halte bis itu.


Axel menepikan mobil nya ia melihat Clara sedang tertidur dan betapa terkejut nya Dia melihat putri nya sedang di pangku Clara, mendengar ada nya pergerakan, Alisa pun terbangun dari tidur nya.


'Dunia begitu sempit' batin Axel menatap Clara.


"Daddy!" teriak Alisa kepada Daddy nya itu.


"Shutt," kata Axel meletakan jari telunjuk di bibir nya menyuruh anak nya itu tetap diam.


"Daddy kakak ini membantu Alica, liat kakak nya bacah, dia ngaci alica jaket ini," sambil menyodorkan jaket itu ke depan wajah Daddy nya.


"Ya sudah ayo pulang, dan jangan berusaha kabur lagi!" melihat putri nya dengan tatapan memperingatkan itu.


"Telus kakak nya gimana, Daddy mau tinggalin?" ujar gadis itu bertanya kepada Axel.


"Iya ayo!" jawab Axel mengendong putri nya itu bersiap masuk ke dalam mobil.


"Daddy gendong kakak nya bawa pulang, masa kakak nya bobo di citu Daddy jaad, tadi kakak nya nolongin Alica!" rengek gadis itu yang sudah ada di dalam mobil.


"Jangan menangis Daddy akan membawakan Dia untuk mu" tutur Axel dengan pasrah menatap anak nya.


Axel mengendong Clara masuk kedalam mobil dan meletakan nya di kursi penumpang.

__ADS_1


'Apakah gadis ini tidur atau mati, apa dia tidak merasakan sedikit pun orang menyentuh nya, Alisa benar apalagi kalo ada orang jahat Di perlakukan buruk nya seperti nya gadis ini akan tetap tertidur pulas' batin Axel.


__ADS_2