
"Kau sangat lama dasar lamban padahal masih muda, kenapa lemot seperti sudah lah jangan banyak bicara, langsung saja,"ujar Anggun ketus kepada dokter yang baru sampai itu.
Dokter itu hanya menghela nafas nya kasar, mendengar ucapan dari Nona Alferoz yang baru menjadi menantu di mansion itu, dokter muda itu mengantikan ayah nya yang menjadi dokter pribadi keluarga Alferoz.
'Sombong sekali Nona Alferoz, seperti nya Reno harus membayar ku lebih karena menambah ekstra kesabaran,' batin Michele, nama laki-laki dokter muda itu.
"Baiklah Nona,"ucap Michele menerima permintaan itu dengan senyum Fake nya.
Pria itu langsung memeriksa Reno, tatapan nya yang terlihat bo*doh tadi sekarang berubah menjadi tatapan serius dalam memeriksa pasien nya, pria itu melakukan pemeriksaan dengan peralatan yang juga lengkap ada di mansion itu.
Michele memasang dan menyuntik kan jarum suntik kepada Reno yang masih terlelap itu, lalu menyelesaikan tugas nya dengan helaan nafas lega dari pria itu.
"Jadi bagaimana dengan suami ku, apa Dia parah, apa itu kanker mematikan atau apa, Dia baik-baik saja kan? Jangan bilang jika itu benar, kalo iya Aku akan mencekik mu,"ucap Anggun langsung memburu Michele dengan pertanyaan bertubi-tubi nya itu.
"Tenang lah Nona Anggun, Tuan Reno hanya kena tipes, dan tolong kontrol makanan nya Nona,"ucap Michele memberikan saran kepada gadis itu.
"Jangan mengajari ku, Aku lebih tahu yang terbaik untuk suami ku, dan kau boleh pergi sekarang,"ucap Anggun yang langsung mengalihkan pandangan nya kepada Reno yang terlihat pucat.
'Makasih, sama-sama,' batin Michele tersenyum kesal kepada Anggun.
"Tuan Michele saya antar mari,"ucap Keenan kepada dokter itu.
Kini tinggalah Anggun dan Alice yang terdiam dari tadi di ruangan itu, raut wajah gelisah sangat jelas terpencar di wajah milik Anggun, Alice yang menatap itu hanya bisa tersenyum simpul, betapa beruntung nya Kakak nya memiliki seorang istri yang sangat menyayangi nya walaupun sikap Anggun masih ada yang masih harus di perbaiki.
"Kakak ipar, sebaiknya kau juga tidur, jangan terlalu sedih, apa kau lupa Dia itu kulkas enam pintu,"ucap Alice yang berusaha memecahkan suasana mellow itu.
"Hmm, baiklah Alice, kau juga lebih baik tidur, jangan nonton lagi, besok ada kuliah kan?"ucap Anggun kepada gadis itu.
"Baik kak, Aku pamit dulu,"ucap Alice berlalu di kamar kedua orang itu dan menutup pintu nya pelan.
__ADS_1
Anggun yang baru tersadar harus memberitahu info itu kepada Mommy Alessia pun, mengirimkan sebuah pesan kepada nya secara singkat dan padat menjelaskan situasi yang terjadi.
Lalu setelah selesai, tatapan gadis itu beralih ke wajah pucat Reno yang sangat tentram dalam tertidur, tatapan gadis itu sangat sendu menatap Reno.
"Baru kali ini Aku merasa sedih melihat seorang pria yang Aku sukai sakit seperti ini, hanya mendengar nama mu dalam sesuatu yang tidak mengenakan membuat ku panik, semua yang berkaitan dengan mu membuat ku tidak berdaya dan tidak bisa berpikir jernih, sebegitu cinta kah Aku pada pria dingin ini?"gumam Anggun mengusap wajah Reno dengan darah yang berdesir.
Gadis itu memilih sisi ranjang yang kosong di sebelah, dan menidurkan badan nya di samping Reno dengan perlahan agar tidak membuat gerakan kasar.
Anggun mengalihkan pandangan nya menatap wajah Reno yang masih terlelap dan belum sadar dalam mimpi indah nya dengan posisi lurus menatap langit-langit kamar, Anggun meraih tangan pria itu dan mengengam nya sambil tersenyum.
"Hangat, kau tidak sedingin apa yang mereka katakan,"gumam Anggun kembali.
Menatap dan terus menatap dari berbagai sisi, dan setiap inci lekat wajah pria itu, bulu mata yang lentik, alis tebal dan hidung mancung dan rahang yang kokoh, hingga akhir nya tatapan gadis itu berhenti pada bibir pucat pria itu.
Glek..
"Bodoh, sempat-sempat nya Aku berpikir seperti itu, tapi kalo iya tidak apa-apa kan, Dia suami ku bukan?"gumam Anggun mendudukan diri nya.
Gadis itu membungkukan badan nya di depan wajah Reno, sehingga wajah mereka saling bertatapan, mata Anggun beberapa kali berkedip karena ragu ingin melakukan hal itu, hingga akhir nya dengan gerakan cepat Anggun menutup mata nya dan mendekatkan bibir nya ke bibir Reno.
Cup..
Ciuman sekilas itu mampu membuat Anggun salah tingkah sendiri.
"Akh Aku gila, Aku yang melakukan nya, Aku juga yang histeris kegirangan,"ucap Anggun menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya dengan malu.
"Sebaiknya Aku tidur, sebelum Aku gila,"gumam Anggun membaringkan badan nya itu.
Gadis itu mengambil posisi dengan menghadap Reno, lalu mengengam tangan pria itu yang satu nya yang tidak memasang infus, sambil tersenyum Anggun mengecup pipi pria itu lalu berkata.
__ADS_1
"Goodnight Hubby,"gumam Anggun menutup mata nya.
Malam itu dilewati dengan saksi bisu suara jangkrik yang terdengar jelas di pendengaran, serta bau khas hujan yang masih kental, dan perasaan hangat seorang Anggun.
Pagi 6.12
Cip.. cip..
Suara burung di pagi hari memenuhi gendang telinga pria yang sedang berbaring itu, Reno meringis memegang kepala nya, lalu menatap tangan nya yang terpasang infus, pantas saja terasa berat, tapi satu tangan lain juga terasa berat lalu Dia menatap di sisi lain nya, ternyata itu adalah istri nya yang masih tertidur.
"Ayolah, little kau meghimpit ku,"ucap Reno berusaha mendorong jauh badan gadis itu.
Ternyata semalam posisi tidur gadis itu sudah pindah kemana mana, yaitu tangan nya masih mengengam Reno, tapi kaki nya malah naik satu ke badan Reno lalu satu tangan juga memeluk pria itu, seolah Dia mengira itu adalah guling yang nyaman.
"Hei!"panggil Reno yang memang sedang tidak bisa marah marah karena badan nya terasa lemah.
"Mmm,"lenguh Anggun menepuk dada bidang Reno seolah olah ada nyamuk itu.
Ohok..
Pria itu terbatuk mendapat serangan mendadak dari tangan istri kecil nya, Anggun yang merasa risih itu mengusapkan kaki nya di bagian terlarang milik pria itu yang memang sudah bangun jika di pagi hari, paha mulus Anggun menyentuh milik suami nya seketika wajah Reno memerah menahan deru nafas nya yang tidak beraturan.
'Sial, jangan membuat nya tambah aktif, Aku seorang pria normal, Akh kenapa kau juga bangun saat Aku bangun,' umpat Reno kesal.
Hal itu semakin menjadi-jadi ketika Anggun malah mengusapkan wajah nya di dada bidang Reno, seolah memang menganggap nya sebagai guling tidur nya itu.
Tubuh Reno seketika menegang, merasakan gerakan Anggun yang semakin menjadi jadi karena tidur nya terusik itu.
"Little bangun!"
__ADS_1